Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPO Penembakan WNA Turki di Bali Dibekuk di Terminal Nganjuk
DPO asal Meksiko Sicairos Valdes Roberto (IDN Times/Ayu Afria)

Badung, IDN Times - Daftar pencarian orang (DPO) pembunuhan berencana asal Meksiko, Sicairos Valdes Roberto (27), berhasil dibekuk di Terminal Bus Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (30/1/2024) sekitar pukul 13.30 WIB. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, mengatakan Sicairos hendak menuju ke Surabaya sebelum dibekuk oleh petugas. Saat ini Sicairos dalam pemeriksaan di Mapolres Badung.

1. Diamankan di Terminal Nganjuk saat mau ke Surabaya

Lokasi penembakan korban WN Turkiye di Vila Palm House, Mengwi (Dok.IDN Times/istimewa)

Jansen mengatakan, DPO diamankan tim gabungan Polda Bali, dan Polres Badung. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Nganjuk, Polda Jawa Timur. Koordinasi ini berhasil mendeteksi keberadaan DPO di wilayah hukum Polres Nganjuk. Pelaku lalu dibawa ke Bali melalui jalur udara. saat ini sudah diamankan di Mako Polres Badung bersama ketiga tersangka lainnya.

"Di terminal bus Nganjuk. Rencana tersangka mau ke arah Surabaya," ungkapnya, Rabu (31/1/2024).

2. Temukan satu pucuk senpi di sekitar lokasi kejadian

Tiga tersangka penembakan WN Turkiye di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Selain mengamankan Sicairos, petugas juga mengamankan satu pucuk senjata api Baykal Makarov 800m, yang diduga digunakan untuk melakukan penembakan terhadap korban. Barang bukti tersebut ditemukan di dekat TKP Vila Palm House, Banjar Pempatan, Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bidlabfor Polda Bali," jelas Jansen.

3. Diduga ada 3 senpi yang digunakan para tersangka

Tiga pelaku penembakan WN Turkiye di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Badung, AKBP Teguh Priyo Wasono, menduga ada 3 senpi yang digunakan oleh para pelaku dalam aksinya. Hal tersebut diungkap berdasarkan rekaman CCTV di TKP. Barang bukti yang telah diamankan sebelumnya berupa 4 butir peluru yang masih aktif, 4 selongsong peluru, dan 4 proyektil.

Editorial Team

Related Article