Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Terdampak Banjir Buleleng Terima Air Bersih
Distribusi air bersih di 16 titik banjir Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng terus berlanjut. (Dok.Pemkab Buleleng)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Buleleng menyalurkan 327.200 liter air bersih kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Banjar sebagai langkah pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
  • Who?
    Distribusi dilakukan oleh BPBD Kabupaten Buleleng bersama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, PMI, Kementerian PUPR RI, BPBD Provinsi Bali, perangkat desa, dan relawan masyarakat.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di 16 titik wilayah terdampak banjir di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, termasuk Banjar Dinas Sekar, Ambengan, Santal, hingga Mayong.
  • When?
    Pendistribusian berlangsung hingga 12 Maret 2026 dan akan terus berlanjut sampai perbaikan jaringan pipa air selesai dilakukan di wilayah terdampak.
  • Why?
    Pendistribusian dilakukan karena jaringan pipa air rusak akibat terjangan banjir sehingga warga kesulitan memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  • How?
    Air bersih disalurkan menggunakan armada tangki yang mengisi penampungan di setiap titik distribusi secara bergantian agar warga dapat mengambil air dengan tertib dan merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buleleng, IDN Times - Distribusi air bersih kepada warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng menjadi penanganan prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Berdasarkan rilis resmi Pemkab Buleleng, jumlah air bersih yang telah disalurkan sebanyak 327.200 liter hingga tanggal 12 Maret 2026, kepada warga di sejumlah banjar dinas terdampak banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan secara intensif sebagai respons atas kerusakan jaringan pipa air yang terdampak terjangan banjir.

Penyaluran air bersih melibatkan sinergi berbagai pihak

ilustrasi air bersih (pexels.com/M Waleed)

Suyasa menyampaikan, penyaluran air bersih akan terlaksana secara berkelanjutan hingga proses perbaikan jaringan pipa air selesai, sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

Distribusi air bersih melibatkan sinergi berbagai instansi pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Mulai dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng, BPBD Kabupaten Buleleng, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, serta BPBD Provinsi Bali.

“Melalui koordinasi lintas sektor ini, pendistribusian air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak secara cepat dan merata,” ujar Suyasa.

Ada 16 titik lokasi distribusi air bersih

Kondisi warga di Desa Banjar menerima pasokan air bersih pasca banjir bandang. (Dok.Pemkab Buleleng)

Ada 16 titik lokasi banjir yang menerima pelayanan distribusi air bersih. Mulai dari Banjar Dinas Sekar, Banjar Dinas Ambengan, Banjar Dinas Santal, Banjar Dinas Dauh Margi, Banjar Dinas Dangin Margi, Banjar Dinas Tengah, Banjar Dinas Tangeb, Banjar Dinas Menasa, Banjar Dinas Corot, SDN 8 Banjar, Pura Subak Tanah Barak, Banjar Dinas Tampekan, Jembatan Tukad Tampekan, Banjar Dinas Abian, Banjar Dinas Siwa, dan Banjar Dinas Mayong.

Kata Suyasa, proses distribusi air bersih menggunakan armada tangki air. Armada tersebut mengisi penampungan air di titik-titik yang telah ditentukan secara bergantian. Kemudian, warga dapat mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Penyaluran air bersih dipastikan tertib dan tepat sasaran

ilustrasi air bersih (pexels.com/Jens Johnsson)

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih, berbagai elemen masyarakat juga menunjukkan solidaritas dalam membantu warga terdampak banjir. Sejumlah relawan dari berbagai komunitas turut menyalurkan bantuan logistik dan membantu proses distribusi bantuan di lapangan. Keterlibatan perangkat desa dan relawan, juga memudahkan proses distribusi air bersih lebih tertib dan terencana.

“Koordinasi dengan perangkat desa dan relawan setempat juga dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan tertib serta tepat sasaran,” imbuhnya.

Suyasa mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, serta masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan kondisi wilayah terdampak banjir di Kecamatan Banjar.

Pihaknya juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Termasuk mengikuti arahan dari aparat desa dan petugas di lapangan selama proses penanganan bencana berlangsung.

Editorial Team