Dishub Minta Operator Angkutan Laut Fokus Keselamatan Penumpang

- Keselamatan pelayaran menjadi fokus utama
- Pelabuhan laut di Denpasar pendukung KSPN
- Kualitas operator kapal menentukan nasib ekonomi
Denpasar, IDN Times - Dinas Perhubungan menekankan pentingnya operator angkutan laut Pelabuhan Pengumpan Lokal di wilayah Denpasar untuk menjaga keselamatan pelayaran. Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, upaya tersebut dimaksimalkan dengan penyelenggaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Angkutan Laut Pelabuhan Pengumpan Lokal Tahun 2025 dengan melibatkan sekitar 50 orang.
“Kami ingin terwujudnya keselamatan Angkutan Laut di Kota Denpasar, melalui Bimtek ini diharapkan seluruh Operator Angkutan Laut dapat memahami dan melaksanakan tugas pelayanan sesuai dengan peraturan yang berlaku," terangnya pada Kamis (28/8/2025).
1. Keselamatan pelayaran menjadi fokus utama

Menurut Ketut Sriawan, Bimtek ini melibatkan sejumlah pihak diantaranya 7 orang dari Fast Boat Intaran, 6 orang dari BUPDA Serangan, 16 orang dari Fast Boat Sanur dan 21 orang dari Fast Boat Serangan. Mereka mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Shanti Graha Denpasar. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan keselamatan transportasi laut Kota Denpasar dengan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam.
"Para peserta pelatihan kami harapkan dapat memahami tugas pokok dan fungsi mengutamakan keselamatan pelayaran," tegasnya.
2. Pelabuhan laut di Denpasar pendukung KSPN

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan, Kota Denpasar sebagian wilayahnya merupakan daerah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pelabuhan laut di Kota Denpasar, kata dia, melayani wisatawan domestik maupun mancanegara menuju Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, bahkan menuju pulau Lombok dan Pulau Jawa serta daerah lainnya.
Oleh karena itu, kata dia, layanan transportasi laut yang berkeselamatan dan terintegrasi menjadi faktor penting. "Peningkatan kualitas berkelanjutan penting untuk dilaksanakan," ujarnya.
3. Kualitas operator kapal menentukan nasib ekonomi

Lebih lanjut di tengah geliat bersama membangun infrastruktur pelabuhan laut, tentunya diperlukan SDM transportasi laut yang andal dan berkompeten. Hal ini guna memastikan legalitas penyelenggaraan pelabuhan laut di Kota Denpasar berjalan sesuai ketentuan perundang-uandangan yang berlaku sehingga mampu mengharmonisasikan seluruh stakeholder di pelabuhan yang dapat membangkitkan perekonomian Kota Denpasar.
"Kegiatan bimbingan teknis operator angkutan laut pada pelabuhan pengumpan lokal Kota Denpasar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas para operator kapal/fast boat dalam melayani masyarakat serta para wisatawan," tegasnya.
Untuk diketahui bahwa belum lama ini, 5 Agustus 2025 kecelakaan laut fastboat Dolphin II terjadi di perairan Sanur. Saat itu fast boat membawa 75 penumpang dan 5 orang ABK. Sebanyak 77 orang dinyatakan selaaamat, dan 3 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia merupakan 2 orang wisatawan mancanegara dan satu orang ABK.