- Ketika yang dituangkan dari atas akan melewati kerikil, dan mengalir melalui celah-celah. Fungsinya untuk menyaring kotoran-kotoran yang kasar dalam tahap pertama
- Air kemudian melewati sabut kelapa. Pada bagian ini fungsinya masih sama, yaitu menyaring kotoran yang kasar dalam tahap kedua
- Setelah itu, air melewati karbon aktif (arang). Pada bagian ini, zat-zat atau mineral yang mencemari air--termasuk partikel-partikel halus--terserap. Selain itu juga menyerap warna keruh yang memengaruhi kejernihan air
- Pada proses berikutnya, air akan melewati ijuk. Pada bagian ini, ijuk berfungsi untuk menyaring kotoran besar di dalam air, khususnya menyaring partikel yang lolos dari lapisan sebelumnya
- Bagian terakhir atau paling bawah adalah spons. Fungsinya untuk menyerap endapan air, menyerap warna-warna keruh, dan mengupayakan kejernihan air seperti sebelum tercemar.
Cara Mengolah Air Kotor Jadi Bersih ala Yayasan IDEP
Tabanan, IDN Times - Yayasan IDEP Selaras Alam telah menggelar Perkemahan Teman untuk Semesta (TUNAS) II pada 11-12 Juli 2024 di Desa Pinge (Laduma), Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Acara ini untuk meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi air di kalangan anak-anak sekolah di Bali.
Satu hal yang menarik perhatian peserta adalah mengolah air kotor menjadi bersih menggunakan teknik sederhana. Seperti apa sih caranya? Yuk kita simak langkah-langkahnya. Siapa tahu kamu juga mau menerapkannya di rumah.
1. mengolah air kotor menjadi air bersih
Satu peserta bermana Ni Made Ayu Bintang Victoria, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Penebel, merasa tertarik melihat cara mengolah air kotor menjadi bersih.
"Sesi ini yang paling berkesan," ujarnya.
Seperti apa sih cara mengolah air kotor menjadi air bersih? Ternyata sangat sederhana lho. Berikut langkah-langkahnya:
Siapkan bahan-bahan seperti kerikil, sabut kelapa, arang, ijuk, dan spons. Semua bahan itu dimasukkan ke dalam galon dengan urutan paling bawah adalah spon, ijuk, arang, sabut kelapa, dan paling atas kerikil. Lapisan bahan ini memiliki fungsi:
2. Kegiatan Tunas II diikuti 100 peserta
Nicolaus Sulistyo, Media Support Officer Yayasan IDEP, mengatakan acara Tunas II ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi air di kalangan anak-anak sekolah di Bali. Perkemahan ini melibatkan 100 peserta dari berbagai sekolah lintas kabupaten/kota di Provinsi Bali.
"Acara ini merupakan bagian dari program Bali Water Protection (BWP) yang digagas oleh Yayasan IDEP Selaras Alam untuk memperkuat manajemen sumber daya air di Bali," ujar Nico, Sabtu (13/7/2024).
Kegiatan ini menggabungkan berbagai aktivitas edukatif dan praktis seperti workshop, penanaman pohon, serta dongeng interaktif yang disampaikan oleh pendongeng senior Bali, Made Taro.
3. Yayasan IDEP Selaras Alam membangun 62 sumur serapan
Menurut Nico, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Laporan Global Save the Children "Generation Hope" tahun 2022 menyebutkan, 920 juta anak di Indonesia mengalami keterpaparan tingkat tinggi terhadap kelangkaan air.
Sehingga pelibatan anak-anak sekolah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Bali.
"Yayasan IDEP Selaras Alam melalui program BWP telah membangun 62 sumur resapan di berbagai lokasi strategis di Bali dalam enam tahun terakhir. Selain itu, program ini juga aktif dalam kampanye edukasi terkait isu air dan perubahan iklim," kata Nico.






![[QUIZ] Uji Pengetahuan Tebak Makna Simbol Dewi Saraswati](https://image.idntimes.com/post/20220830/inspirasi4-c7c8a956c08d5240d23a9803c984bd4e-368be3d4b386e227c928db93b011873b.jpg)












