ilustrasi kucing liar makan (unsplash.com/chasovnik)
Kucing yang sehat hari ini bisa tiba-tiba lemas besok pagi. Biaya pemeriksaan dan pengobatan di klinik hewan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, itu pun belum termasuk obat dan rawat inap kalau penyakitnya cukup parah. Kalau kamu hanya menganggarkan makanan dan pasir, tagihan klinik seperti ini bisa terasa seperti tamparan keras.
Karena itu, sebaiknya membuat dana darurat khusus kesehatan hewan, dan mulai saja dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan. Pisahkan dari tabungan utama supaya uang untuk kebutuhan lain nggak ikut terkuras saat kucing sakit. Mulai menabung sejak hari pertama memelihara jauh lebih ringan daripada mencari dana besar setelah gejala sakit muncul.
Ada satu lagi biaya tak terduga yang khas bagi kita di Indonesia yaitu saat harus mudik atau liburan panjang. Kalau tidak ada keluarga atau tetangga yang bisa dititipi, kamu harus menggunakan jasa penitipan hewan yang menurut Dokterpet tarifnya sekitar Rp50 ribu hingga Rp85 ribu per hari. Kalau mudik sepuluh hari, hitungan kasarnya sudah Rp500 ribu hingga Rp850 ribu, jadi sebaiknya dimasukkan ke rencana anggaran sejak jauh-jauh hari.
Memelihara kucing memang menghadirkan kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang, tapi tanggung jawab finansialnya tetap nyata. Dengan memahami biaya memelihara kucing di Indonesia, mulai dari biaya awal, rutin, tahunan, hingga darurat, kamu bisa menyiapkan dana lebih matang sebelum memutuskan mengadopsi. Ingat, semua angka di atas hanyalah estimasi yang bisa berbeda tergantung kota, klinik, dan merek produk yang dipilih, jadi sesuaikan dengan kondisi keuanganmu.