Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Biaya Memelihara Kucing di Indonesia, saat Dompet Diuji Tagihan Klinik
Ilustrasi kucing sedang bermain sinar laser. (Pixabay.com/Wilbert_Rodriguez)
  • Biaya awal memelihara kucing mencakup perlengkapan Rp300 ribu–Rp600 ribu, carrier atau kandang, vaksin Rp250 ribu–Rp500 ribu, serta steril Rp500 ribu–Rp1,2 juta.
  • Pengeluaran rutin satu kucing diperkirakan Rp300 ribu–Rp800 ribu per bulan, terutama untuk makanan, pasir, kebutuhan perawatan seperti sampo, sikat bulu, pembersih telinga, dan vitamin.
  • Pemilik juga perlu menyiapkan biaya booster, pemeriksaan, obat, grooming, dana kesehatan darurat Rp50 ribu–Rp100 ribu per bulan, serta penitipan saat mudik sekitar Rp50 ribu–Rp85 ribu per hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perkiraan biaya memelihara satu kucing di Indonesia mencakup pengeluaran awal, kebutuhan rutin bulanan, perawatan tahunan, dana kesehatan darurat, serta penitipan saat pemilik bepergian.
  • Who?
    Calon dan pemilik kucing menanggung biaya perlengkapan, makanan, pasir, vaksin, steril, pemeriksaan dokter hewan, obat, grooming, dan penitipan hewan.
  • Where?
    Pengeluaran terjadi di rumah pemilik, toko perlengkapan hewan, klinik atau dokter hewan, salon grooming, serta tempat penitipan hewan di Indonesia.
  • When?
    Biaya awal muncul sebelum kucing masuk rumah; kebutuhan rutin dibayar bulanan; vaksin dan pemeriksaan dilakukan tahunan; obat cacing serta anti kutu umumnya diberikan tiap tiga bulan.
  • Why?
    Pengeluaran diperlukan untuk menyediakan perlengkapan, makanan, kebersihan, pencegahan penyakit, perawatan kesehatan, dan penanganan kondisi sakit atau kebutuhan penitipan kucing.
  • How?
    Biaya rutin diperkirakan Rp300 ribu hingga Rp800 ribu per bulan per ekor. Biaya dapat bertambah akibat vaksin, steril, grooming, pengobatan klinik, rawat inap, atau penitipan Rp50 ribu hingga Rp85 ribu per hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing di rumah kadang memang bikin suasana lebih rileks. Melihat dia tidur melingkar di atas kasur atau mengeong minta makan, rasanya semua capek hilang. Tapi di balik tingkahnya yang menggemaskan, kamu harus menghitung pos pengeluaran yang sering luput dari hitungan para calon pemilik kucing.

Banyak yang mengira biaya memelihara kucing di Indonesia hanya soal beli makanan. Padahal, kalau dihitung lebih teliti, ada biaya awal, biaya rutin bulanan, biaya tahunan, sampai biaya tak terduga yang bisa bikin dompet meringis, yuk bedah satu per satu rinciannya berikut ini!

1. Biaya awal: modal sebelum si kucing menginjak rumah

ilustrasi kucing liar makan (unsplash.com/khaled khazna)

Sebelum kucing pertama kali masuk rumah, ada daftar belanja yang harus dibereskan terlebih dulu. Perlengkapan dasar seperti kotak, pasir, serta wadah makan dan minum kira-kira menghabiskan Rp300 ribu hingga Rp600 ribu. Kamu juga butuh carrier atau kandang untuk membawa kucing ke dokter hewan, dengan harga sekitar Rp150 ribu hingga Rp400 ribu. Untuk kandang yang lebih besar, Dokterpet mencatat harganya bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Setelah perlengkapan beres, ada urusan kesehatan yang tidak boleh ditunda. Vaksin dasar satu seri berkisar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, sedangkan steril sekitar Rp500 ribu hingga Rp1,2 juta. Steril memang terasa mahal di awal, tapi biayanya hanya keluar sekali seumur hidup si kucing. Manfaatnya pun besar, mulai dari mencegah kucing beranak terus-menerus sampai mengurangi kebiasaan menandai wilayah dengan cairan yang baunya bikin pusing.

Satu kabar baik buat dompet anak muda: kalau kamu memilih mengadopsi kucing kampung atau kucing jalanan, biaya adopsinya bisa nol rupiah. Namun, kalau kamu menginginkan kucing ras seperti Persia, Anggora, atau Maine Coon, harganya bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah tergantung usia dan kelengkapan vaksinnya. Jadi, sebelum jatuh hati pada kucing ras yang bulunya bak gumpalan awan, pastikan dulu tabunganmu sanggup menanggungnya.

2. Biaya rutin bulanan: makanan, pasir, dan lain-lain

ilustrasi kucing (pixabay.com/susannp4)

Inilah pengeluaran yang pasti muncul tiap bulan, sama seperti tagihan listrik atau paket data. Diperkirakan biaya rutin memelihara kucing berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp800 ribu per bulan untuk satu ekor. Perbedaan angkanya wajar, karena semua bergantung pada merek makanan, ukuran kucing, dan seberapa sering pasirnya diganti.

Pos terbesarnya adalah makanan. Untuk kombinasi dry food kualitas menengah dan sedikit wet food menghabiskan Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Harga di pasaran memang sangat beragam, sebungkus makanan kering bisa Rp20 ribu sampai Rp300 ribu, dan sekaleng makanan basah Rp15 ribu sampai Rp100 ribu menurut. Kalau kamu anak kos atau pekerja dengan budget pas-pasan, memilih produk di rentang tengah sambil membeli kemasan besar bisa menekan harga per kilogramnya.

Pos kedua adalah pasir kucing, yang harganya sekitar Rp75 ribu hingga Rp150 ribu per bulan untuk satu kucing. Belum lagi sampo, sikat bulu, pembersih telinga, dan vitamin, siapkan sekitar Rp30 ribu hingga Rp150 ribu lagi. Kalau semuanya dijumlahkan, ternyata satu ekor kucing bisa menyedot jatah yang setara uang makan siang beberapa kali dalam sebulan.

3. Biaya tahunan yang gak keluar tiap bulan

Ilustrasi Kucing Liar (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ada pengeluaran yang sering terlupa karena tidak muncul tiap bulan. Padahal nominalnya lumayan. Vaksin ulang atau booster tahunan berkisar Rp150 ribu hingga Rp350 ribu per jenis vaksin, sedangkan pemeriksaan rutin ke dokter hewan sekitar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per kunjungan. Obat cacing dan anti kutu biasanya diberikan tiga bulan sekali dengan biaya Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per sesi.

Trik paling aman adalah meratakan biaya-biaya itu menjadi tabungan bulanan. Sebaiknya menyisihkan sekitar Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per bulan untuk checkup tahunan, plus Rp15 ribu hingga Rp50 ribu per bulan untuk obat cacing dan anti kutu. Dengan begitu, saat jadwal vaksin tiba, kamu nggak perlu panik mencari uang dadakan menjelang akhir bulan.

Jangan lupa soal grooming, terutama kalau kucingmu berbulu panjang. Salon kucing profesional dipatok sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per sesi menurut, dan biasanya dilakukan sebulan hingga dua bulan sekali. Kalau mau lebih hemat, kucing berbulu pendek bisa dimandikan sendiri di rumah, tinggal siapkan sampo dan sisir khusus kucing.

4. Dana darurat dan biaya tak terduga: yang paling sering bikin kaget

ilustrasi kucing liar makan (unsplash.com/chasovnik)

Kucing yang sehat hari ini bisa tiba-tiba lemas besok pagi. Biaya pemeriksaan dan pengobatan di klinik hewan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, itu pun belum termasuk obat dan rawat inap kalau penyakitnya cukup parah. Kalau kamu hanya menganggarkan makanan dan pasir, tagihan klinik seperti ini bisa terasa seperti tamparan keras.

Karena itu, sebaiknya membuat dana darurat khusus kesehatan hewan, dan mulai saja dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan. Pisahkan dari tabungan utama supaya uang untuk kebutuhan lain nggak ikut terkuras saat kucing sakit. Mulai menabung sejak hari pertama memelihara jauh lebih ringan daripada mencari dana besar setelah gejala sakit muncul.

Ada satu lagi biaya tak terduga yang khas bagi kita di Indonesia yaitu saat harus mudik atau liburan panjang. Kalau tidak ada keluarga atau tetangga yang bisa dititipi, kamu harus menggunakan jasa penitipan hewan yang menurut Dokterpet tarifnya sekitar Rp50 ribu hingga Rp85 ribu per hari. Kalau mudik sepuluh hari, hitungan kasarnya sudah Rp500 ribu hingga Rp850 ribu, jadi sebaiknya dimasukkan ke rencana anggaran sejak jauh-jauh hari.

Memelihara kucing memang menghadirkan kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang, tapi tanggung jawab finansialnya tetap nyata. Dengan memahami biaya memelihara kucing di Indonesia, mulai dari biaya awal, rutin, tahunan, hingga darurat, kamu bisa menyiapkan dana lebih matang sebelum memutuskan mengadopsi. Ingat, semua angka di atas hanyalah estimasi yang bisa berbeda tergantung kota, klinik, dan merek produk yang dipilih, jadi sesuaikan dengan kondisi keuanganmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article