Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Buleleng, Koster Minta BPBD Percepat Pencarian Warga Hilang
Gubernur Bali Wayan Koster saat menjawab pertanyaan awak media soal banjir di Buleleng. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Banjir bandang melanda Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar, Buleleng, menewaskan satu warga serta menyebabkan tiga orang hilang yang masih dalam pencarian oleh tim BPBD Bali.
  • Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan BPBD mempercepat penanganan bencana dan koordinasi lintas pihak untuk mencari korban hilang serta menanggulangi dampak banjir di wilayah terdampak.
  • Banjir berulang di Bali Utara sebelumnya juga terjadi di Desa Pancasari, memunculkan dugaan alih fungsi lahan meski Gubernur Koster menyatakan belum ada indikasi maraknya praktik tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buleleng, IDN Times - Banjir di Bali Utara, tepatnya kawasan Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar pada Jumat (6/3/2026) menewaskan satu warga dan 3 warga lainnya hilang. Gubernur Bali Wayan Koster meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali segera melakukan langkah-langkah penanganan bencana di Desa Banjar.

“Saya sudah minta BPBD untuk bekerja dengan semua pihak untuk situasi kondisi bencana,“ kata Koster saat ditemui setelah Gelar Agung Pecalang se-Bali di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar pada Sabtu (7/3/2026).

Dia mengaku, baru mendapat laporan terkait peristiwa banjir bandang di Desa Banjar. “Saya baru dapat laporan ada satu meninggal, tiga masih dalam pencarian,“ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali Gede Teja mengatakan ketiga warga Desa Banjar yang hilang akibat terseret arus banjir, masih dalam pencarian. “Ya ini sedang operasi pencarian warga yang belum ketemu, ada tiga,“ jelas Teja kepada IDN Times Sabtu (7/3/2026).

Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor telah menerpa sejumlah kawasan di Bali Utara. Pada Januari 2026 lalu, banjir dan longsor menerjang Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Ada 47 kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat kejadian ini. 

Sebulan kemudian pada Minggu, 8 Februari 2026 banjir kembali melanda wilayah Desa Pancasari. Titik banjir tersebut tepatnya berada di ruas jalan depan kawasan Bali Handara. Genangan air kala itu menyulitkan pengendara yang melewati jalan tersebut. Pihak kepolisian dikerahkan untuk pengaturan lalu lintas.

Banjir berulang di kawasan Bali Utara, Kabupaten Buleleng. Selain faktor cuaca ekstrem, dugaan faktor alih fungsi lahan menguat. Menanggapi hal itu, saat ditanya apakah alih fungsi lahan di Buleleng sudah marak terjadi, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini hanya menjawab singkat. “Belum,“ ujar Koster sambil berlalu meninggalkan awak media.

Editorial Team