Bangunan Sarkofagus di Desa Tegak Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

- Dahan pohon segera dipotong agar tidak merusak SarkofagusMenindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD Kabupaten Klungkung bersama petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Dahan pohon yang menimpa bangunan segera dipotong, untuk mencegah kerusakan lanjutan pada struktur cagar budaya.
- Tembok sampai pelinggih rusakAkibat kejadian tersebut, sejumlah bangunan di sekitar sarkofagus mengalami kerusakan, meliputi bangunan pelindung Sarkofagus, seperti pelinggih Padma Sari, tembok penyengker sepanjang kurang lebih dua meter, serta bangunan tempat persembahyangan.
- Kerugian sekitar Rp35
Klungkung, IDN Times - Bangunan cagar budaya Sarkofagus yang berada di Dusun Bajing, Desa Tegak, Kabupaten Klungkung, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon cengkeh yang tumbang, Kamis (23/1/2025) sore. Kapolsek Klungkung, Kompol I Wayan Sujana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.
Seorang warga yang saat itu sedang membersihkan rumput di dekat cagar budaya itu, sempat mendengar suara keras. Lalu, dia dan beberapa warga lain mendatangi lokasi dan melihat pohon cengkeh roboh dan menimpa bangunan Sarkofagus.
"Informasi kejadian kemudian disebarkan melalui grup informasi kebencanaan Klungkung Tangguh Bencana dan dilaporkan kepada pihak terkait," ujar Sujana, Sabtu (24/1/2026).
1. Dahan pohon segera dipotong agar tidak merusak Sarkofagus

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD Kabupaten Klungkung bersama petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Dahan pohon yang menimpa bangunan segera dipotong, untuk mencegah kerusakan lanjutan pada struktur cagar budaya.
"Kami amankan dahan pohon yang patah, agar tidak merusak Sarkofagus,"ungkapnya
2. Tembok sampai pelinggih rusak

Akibat kejadian tersebut, sejumlah bangunan di sekitar sarkofagus mengalami kerusakan, meliputi bangunan pelindung Sarkofagus, seperti pelinggih Padma Sari, tembok penyengker sepanjang kurang lebih dua meter, serta bangunan tempat persembahyangan.
"Tembok sampai pelinggih juga rusak," ungkapnya.
3. Kerugian sekitar Rp35 Juta

Sujana mengatakan, estimasi kerugian materiil dari musibah itu diperkirakan mencapai Rp35 juta.
Pihak terkait selanjutnya akan mendata untuk menentukan langkah perbaikan, terhadap bangunan cagar budaya yang terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya akibat cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan pohon tumbang," ujarnya.


















