Hakim Perkara Sambo, Wahyu Iman Santoso Pernah Jabat Ketua PN Denpasar

Dikenal mengayomi semua karyawan dan hakim

Denpasar, IDN Times – Sosok Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyidangkan perkara Duren Tiga, saat ini tengah dielu-elukan masyarakat karena kebijakan dan keberaniannya memutus perkara tersebut. Kebijakan Hakim Wahyu Iman Santoso dianggap sangat mewakili suara masyarakat yang sempat apatis setelah mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, Ricky Rizal, hingga Richard Eliezer.

Sebelum bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, diketahui bahwa Hakim Wahyu Iman Santoso pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Denpasar. Bagaimana sosok Hakim Wahyu selama menjabat di PN Denpasar?

Baca Juga: Pengakuan Dokter Pelaku KDRT, Bingung Dicecar Hakim PN Denpasar

1. Menjabat Ketua PN Denpasar hanya 7 bulan

Hakim Perkara Sambo, Wahyu Iman Santoso Pernah Jabat Ketua PN DenpasarIlustrasi hakim di pengadilan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Gede Putra Astawa, pada Rabu (16/2/2023), mengatakan bahwa Hakim Wahyu menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Denpasar hanya 7 bulan saja. Selama itu Hakim Wahyu tidak ada satu pun menyidangkan perkara.

“Sekitar 7 bulan. Selama itu beliau tidak ada menyidangkan perkara. Selama menjabat, beliau mengayomi semua karyawan dan hakim,” ungkapnya.

Diketahui bahwa Hakim Wahyu menjabat sebagai Ketua PN Denpasar sejak 2021 hingga 2022.

2. Kepincut Hakim Wahyu, pilih tidak ambil kerja dan nonton sidang

Hakim Perkara Sambo, Wahyu Iman Santoso Pernah Jabat Ketua PN DenpasarSiti Sapurah alias Ipung komentari penanganan kasus korban anak NY di Kota Denpasar. (IDN Times/Ayu Afria)

Advokad di Denpasar, Siti Sapura, alias Ipung, menyampaikan kekagumannnya atas keberanian dan kebijakan Hakim Wahyu Iman Santoso yang pernah menjabat Kepala PN Denpasar tersebut dalam memutus perkara Sambo. Bahkan setiap jadwal sidang perkara Sambo, ia memilih tidak mengambil kerjaan dan tidak pergi ke kantor. Ipung memilih menonton jalannya sidang tersebut hingga selesai.

Sejak dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), semakin jelas kebijaksanaan hingga kualitas pertanyaan-pertanyaan hakim yang menurutnya luar biasa. Sosok-sosok hakim yang seperti itulah yang selama ini ia harapkan dalam setiap persidangan. Ipung mengaku ini kali pertama ia melihat sosok hakim yang berani jujur dan berani melawan “badai”. Ia berharap hingga akhir perkara Sambo nanti, keselamatan selalu menyertai Hakim Wahyu.

“Dari pertama, pemeriksaan sidang pertama setelah dakwaan, saya ini merasa jatuh cinta sama Bapak Ketua Hakim Majelisnya ini, yaitu Bapak Wahyu Iman Santoso. Kenapa saya bilang begitu? Dari awal saya melihat cara dia bertanya kepada para saksi-saksi itu benar-benar menemukan sesuatu yang dia diperliatin bahwa apa yang dia tanyakan itu dan bisa menyimpulkan kasus ini seperti apa. Saya melihat ini sosok hakim yang luar biasa. Yang bisa saya katakan, saya memimpikan hakim seperti ini,” ungkap Ipung pada Rabu (15/2/2023).

Selain Hakim Wahyu Iman Santoso, Ipung juga menyebutkan bahwa hakim lainnya yang juga memiliki kebijaksanaan yang serupa dengan Hakim Wahyu, ialah hakim yang menyidangkan kasus Angeline tahun 2016 lalu, yakni Hakim Edward Harris Sinaga.

3. Adakah hakim-hakim lainnya yang seperti sosok Wahyu Iman Santoso?

Hakim Perkara Sambo, Wahyu Iman Santoso Pernah Jabat Ketua PN DenpasarSidang putusan perkara kekerasan seksual yang dilakukan oleh terdakwa anak berinisial FS warga negara Jepang. (IDN Times/Ayu Afria)

Meneladani cara dan kebijakan Hakim Wahyu Iman Santoso tersebut, terselip harapan Ipung untuk sidang-sidang perkara lainnya. Jangan sampai hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Keberanian Hakim Wahyu Iman Santoso ini ia acungi jempol. Bahkan jika harus memberikan nilai, maka Ipung memilih angka 9,5. Karena dari gambaran persidangan perkara Sambo tersebut, ia yakin sedikit sekali kekurangan yang bersangkutan. Dengan begitu, sesuai dengan sebutan “Yang Mulia” yang dianggap merupakan perwakilan Tuhan untuk menegakkan keadilan dan hukum di bumi.

“Bisa nggak ya semua hakim seperti ini? Nah, supaya tidak ada lagi bahasa kayak KUHP (Kasih Uang Habis Perkara), tidak ada lagi bahasa masyarakat hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas. Tidak ada lagi bahasa-bahasa sidang TUNDA (Tunggu Dana). Saya tahu persis tidak semua hakim seperti itu,” ungkapnya.

Dengan kondisi saat ini, Ipung berpesan agar dijadikan momentum membersihkan mafia peradilan yang selama ini selalu ada, bukan hanya di Pengadilan Negeri saja namun hingga ranah Mahkamah Agung.

“Berpijaklah pada hukum dan kebenaran masyarakat. Jangan hanya kita berpijak kepada materi yang dimiliki oleh orang yang berkuasa karena masyarakat membutuhkan hakim-hakim yang memang berjiwa adil,” ucapnya.

4. Dukung ditegakkannya hukuman mati di Indonesia

Hakim Perkara Sambo, Wahyu Iman Santoso Pernah Jabat Ketua PN DenpasarIlustrasi alat hukuman mati kursi listrik. (pixabay.com/PublicDomainPictures)

Sementara itu advokad lainnya, Maxi Eduard Sonny Tumbelaka, menyampaikan mendukung penuh ditegakkannya hukuman mati. Keputusan Hakim Wahyu dalam memutus perkara Sambo dianggapnya sangat tepat dan harus dihormati.

Namun begitu, bagi pihak atau siapa saja, dalam hal ini mungkin Sambo keberatan dengan adanya fakta-fakta di persidangan, maka mereka pun memiliki hak untuk melakukan upaya banding.

“Sebagai advokat saya masih mendukung ditegakkannya hukuman mati. Karena itu, putusan tersebut menurut saya sudah tepat,” ungkapnya pada Kamis (16/2/2023).

Topik:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya