Proyek Penahan Abrasi Pantai Candidasa Menelan Anggaran Rp500 Miliar

- Garis Pantai Candidasa terus menyempit, permohonan mengatasi abrasi sejak lama diusulkan
- Penataan pesisir Candidasa telan anggaran Rp500 miliar
- Proses penataan tidak sampai menutup kawasan
Karangasem, IDN Times - Proyek penataan Pantai Candidasa di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem terus dikebut. Pekerjaan ini difokuskan pada penguatan pesisir yang selama beberapa tahun terakhir mengalami abrasi, serta penataan kawasan untuk menjaga fungsi Pantai Candidasa sebagai destinasi wisata.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, menyebutkan penataan pantai sudah lama dibutuhkan karena abrasi mulai berdampak langsung pada aktivitas pariwisata dan usaha perhotelan di kawasan tersebut.
“Kerusakan pantai terus terjadi. Kalau tidak ditangani, dampaknya akan semakin luas, baik ke lingkungan maupun pariwisata,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
1. Garis Pantai Candidasa terus menyempit, permohonan untuk mengatasi abrasi ini sejak lama diusulkan

Menurut Kariasa, Candidasa merupakan kawasan awal berkembangnya pariwisata Karangasem. Sehingga kondisi pesisirnya perlu dijaga agar tetap mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah.
Tim Ahli Bupati Karangasem Bidang Pariwisata, I Wayan Tama, menjelaskan abrasi menjadi alasan utama pengajuan penataan Pantai Candidasa. Garis pantai di beberapa titik disebut terus menyempit dalam beberapa tahun terakhir.
“Pengajuan sudah dilakukan sejak lama dan akhirnya bisa direalisasikan sekarang. Fokusnya pada pengamanan pantai dan penataan kawasan pendukung,” katanya.
2. Penataan pesisir Candidasa menelan anggaran Rp500 miliar

Selain penguatan pesisir, proyek ini juga mencakup penataan kolam pantai, jalur pedestrian, drainase, serta akses jalan di sekitar kawasan wisata, sehingga kawasan Candidasa diharapkan lebih aman dan tertata.
Sementara itu, Humas PT Hutama Karya, Ngatno, menyampaikan penataan Pantai Candidasa membentang lebih dari lima kilometer dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp500 miliar. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan saat ini masih berada pada tahap awal.
3. Proses penataan tidak sampai menutup kawasan

Ia menegaskan, selama proses konstruksi, aktivitas masyarakat tetap diperhatikan. Nelayan dan pelaku usaha pariwisata dapat beroperasi dengan pengaturan area kerja agar tidak mengganggu mata pencaharian warga.
“Pekerjaan dilakukan bertahap tanpa menutup seluruh kawasan, sehingga aktivitas nelayan, hotel, dan restoran tetap berjalan,” ujarnya.


















