Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ambulans Jenazah di RSUD Tabanan dan RSUD Singasana Krisis BBM
RSUD Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)
  • Krisis BBM di Bali mengancam layanan penjemputan dan pengantaran jenazah RSUD Tabanan; satu dari dua ambulans jenazah sudah kehabisan bahan bakar.
  • RSUD berupaya memperoleh Pertamax dari SPBU Abiantuwung, berkoordinasi soal penggunaan Pertalite, serta menyiapkan kerja sama dengan fasilitas kesehatan lain bila diperlukan.
  • Ambulans pasien di RSUD Tabanan dan Singasana tetap aman beroperasi dengan Biosolar; layanan tidak terganggu meski sejumlah pegawai nonmedis terlambat akibat bensin menipis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Krisis BBM di Bali mengancam operasional penjemputan dan pengantaran jenazah oleh ambulans RSUD Tabanan dan RSUD Singasana, karena pasokan Pertamax menipis dan kosong di SPBU mitra.
  • Who?
    RSUD Tabanan, RSUD Singasana, dr I Wayan Doddy Setiawan, Dinas Kesehatan Tabanan, SPBU Abiantuwung, tenaga nonmedis, serta layanan kesehatan lain yang memiliki ambulans jenazah terlibat dalam penanganan situasi ini.
  • Where?
    Situasi terjadi di RSUD Tabanan dan RSUD Singasana, Kabupaten Tabanan, Bali. Kebutuhan BBM ambulans jenazah selama ini dipenuhi melalui kerja sama dengan SPBU Abiantuwung.
  • When?
    Saat ini, satu dari dua ambulans jenazah RSUD Tabanan sudah kehabisan bahan bakar. Sejumlah tenaga nonmedis juga telah meminta izin terlambat masuk kerja akibat bensin kendaraan menipis atau habis.
  • Why?
    Ambulans jenazah menggunakan Pertamax, sementara stok Pertamax di SPBU Abiantuwung dilaporkan kosong. Bila kondisi berlanjut, layanan penjemputan dan pengantaran jenazah terancam tidak dapat beroperasi.
  • How?
    RSUD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tabanan untuk kemungkinan penggunaan Pertalite dan bekerja sama dengan layanan kesehatan lain. Ambulans pasien tetap beroperasi menggunakan Biosolar yang pengisiannya diprioritaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai memengaruhi layanan operasional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan dan RSUD Singasana. Layanan yang terancam tidak beroperasi adalah penjemputan dan pengantaran jenazah.

Direktur RSUD Singasana yang juga menjadi Plt Direktur RSUD Tabanan, dr I Wayan Doddy Setiawan, mengatakan layanan penjemputan dan pengantaran jenazah di RSUD Tabanan terancam tidak bisa beroperasi, karena bahan bakarnya menipis.

"Di RSUD Tabanan ada dua unit ambulans jenazah. Saat ini satu unit ambulans jenazah di RSUD Tabanan sudah kehabisan bahan bakar," kata Doddy.

1. Ambulans jenazah memerlukan BBM jenis Pertamax

Ilustrasi SPBU (IDN Times/Irma Yudistirani)

Doddy menyebutkan pihaknya bekerja sama dengan SPBU Abiantuwung untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Tetapi ia mendapat kabar bahwa BBM jenis Pertamax kosong. Apabila stok Pertamax terus kosong, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tabanan agar bisa menggunakan BBM jenis pertalite.

"Selama ini untuk operasional ambulans jenazah, BBM yang diperbolehkan adalah Pertamax. Tetapi dengan kondisi ini, kami sedang berkoordinasi dengan Dinkes Tabanan apakah memungkinkan diisi dengan Pertalite," papar Doddy.

Pihaknya juga berkoodinasi dengan layanan kesehatan lain yang memiliki layanan ambulans jenazah apabila semua mobil kehabisan bahan bakar.

"Kami bekerja sama dengan layanan kesehatan lain yang memiliki fasilitas ambulans jenazah," jelas Doddy.

2. Layanan ambulans untuk pasien di RSUD Tabanan dan RSUD Singasana masih aman

Ambulan membawa pasien ke rumah sakit (Pexels/Shox Art)

Meski begitu, layanan ambulans untuk pasien RSUD Tabanan dan RSUD Singasana masih aman. Sebab bahan bakarnya menggunakan Biosolar. Masing-masing RSUD memiliki dua unit ambulans pasien.

"Bahan bakar aman karena memakai Biosolar. Untuk pengisiannya pun diprioritaskan. Bisa free pass, jadi tidak perlu antre," kata Doddy.

3. RSUD Tabanan dan RSUD Singasana tidak menerapkan WFH

Direktur RSUD Singasana, I Wayan Doddy Setiawan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, beberapa tenaga nonmedis di RSUD Tabanan maupun RSUD SIngasana meminta izin keterlambatan masuk kerja karena bensinnya menipis, dan ada yang habis.

"Sudah ada yang izin terlambat masuk kerja. Untuk ini kami memaklumi karena kondisinya memang seperti itu. Sampai sekarang layanan tidak terganggu dan aman," ujar Doddy.

Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan edaran untuk work from home (WFH), RSUD Tabanan dan Singasana memilih tidak menerapkannya. Seluruh tenaga kesehatan bekerja seperti biasa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article