Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Sebab Orang Gak Ikut Tren Mencoba Makanan Viral

5 Sebab Orang Gak Ikut Tren Mencoba Makanan Viral
ilustrasi croffle (unsplash.com/oning)
Share Article

Dari waktu ke waktu, makanan viral memang selalu muncul dan jadi perbincangan di jagat maya. Hal ini pada akhirnya membuat tren makanan juga kerap berubah. Bila satu makanan viral telah redup kepopulerannya, tidak lama setelahnya hadir pula makanan atau menu viral lainnya yang bakal ramai diincar oleh banyak orang.

Meski makanan viral sering kali terlihat menggiurkan dan bikin kita tertarik ingin mencobanya, namun ada pula beberapa orang yang justru memutuskan tidak bergabung dengan tren mencoba makanan baru yang sedang hype seperti ini. Kira-kira, apa sebabnya, ya?

1. Harga makanan terlalu mahal

ilustrasi mille crepes (unsplash.com/Jayden Sim)
ilustrasi mille crepes (unsplash.com/Jayden Sim)

Meskipun tengah ada makanan yang viral dan ramai dibincangkan di media sosial (medsos), hal itu tidak lantas membuat semua orang langsung berkeinginan untuk membelinya. Lagi-lagi, faktor harga menjadi penentu utama di balik keputusan setiap orang untuk mencoba makanan viral.

Bila makanan viralnya hadir dengan harga yang tergolong mahal, maka dapat dipastikan kalau hal itu dapat menurunkan minat untuk membeli makanan tersebut. Terutama bagi mereka yang keuangannya terbatas.

Jadi, jangan heran kalau beberapa orang tampak tidak antusias untuk ikutan tren mencoba makanan viral. Mungkin saja, faktor harga makanan yang terlalu mahal inilah, yang jadi alasan mereka menolak mencoba makanan viral.

2. Makanannya tidak masuk ke selera pribadi

ilustrasi makanan pedas (unsplash.com/Ke Vin)
ilustrasi makanan pedas (unsplash.com/Ke Vin)

Alasan kenapa sebagian orang tampak tidak tertarik untuk mencoba makanan viral adalah barangkali karena makanan tersebut sebenarnya bukan termasuk seleranya. Pada dasarnya, selera atau pilihan makanan setiap orang memang berbeda-beda.

Beberapa orang mungkin cenderung menghindari makanan yang terlalu pedas, terlalu kuat baunya, atau komposisi hidangannya terdiri dari bahan-bahan yang tidak disukainya. Maka, bukan hal yang aneh kalau sebagian orang enggan mencicipi segelintir makanan yang sedang viral.

3. Gak ingin mengacaukan gaya hidup sehat

ilustrasi gaya hidup sehat (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi gaya hidup sehat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Tidak semua makanan viral adalah menu yang tergolong sehat. Malah, ada beberapa makanan viral yang cenderung dibalut banyak tepung, terlalu berminyak, atau mengandung zat pemanis dalam kadar yang berlebih. Tentunya, deskripsi makanan seperti itu dapat menjadi pengacau buat mereka yang tengah menjalankan gaya hidup sehat. Itulah sebabnya, sebagian orang enggan ikut-ikutan tren menyantap makanan viral.

4. Tidak ada gerai makanan viral di sekitar domisili

ilustrasi toko kue (unsplash.com/Jacques Bopp)
ilustrasi toko kue (unsplash.com/Jacques Bopp)

Sebenarnya ada sebagian orang yang cukup berminat mencoba makanan viral, bahkan meski harganya mahal sekalipun. Tapi sayangnya, ketiadaan gerai di sekitar tempat tinggal, membuat mereka jadi harus merelakan keinginan mereka untuk mencoba makanan viral.

Keterbatasan gerai atau tempat yang menjual makanan viral, memang sering jadi masalah tersendiri. Minat mencoba makanan yang awalnya besar, seketika dapat menurun saat tahu bahwa tidak ada toko terdekat yang menjualnya.

Akhirnya, banyak orang hanya bisa sekadar menonton video review orang lain tengah asyik menikmati makanan viral, tanpa pernah bisa merasakannya secara langsung.

5. Malas terlibat dalam antrean

ilustrasi mengantre (pixabay.com/aykapog)
ilustrasi mengantre (pixabay.com/aykapog)

Berkebalikan dengan alasan sebelumnya. Faktanya, meskipun ada pula beberapa orang yang berada dekat dengan kedai yang menyediakan makanan viral. Ternyata, hal itu gak secara otomatis membuat mereka langsung tertarik untuk bergabung ke dalam tren mencoba makanan viral, lho.

Malah, yang ada mereka justru sudah malas duluan, karena terbayang harus ikut mengantre dan bersaing dengan pembeli lainnya, demi bisa mendapatkan makanan viral. Daripada harus terlibat dalam situasi seperti itu, biasanya orang-orang seperti ini akan menunggu sampai hype-nya turun dulu, agar tidak perlu berebut. Adakah dari kamu yang seperti ini juga?

Di samping banyaknya orang yang heboh mengincar makanan viral. Rupanya, ada pula orang yang tampaknya biasa-biasa saja, bahkan cenderung gak berminat untuk mencoba makanan viral. Dari kelima alasan di atas, adakah poin yang dirasa sesuai denganmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Hay Lee
EditorHay Lee

Latest News Bali

See More

Harga Cabai dan Pangan Lainnya di Bali 31 Mei 2026

31 Mei 2026, 11:10 WIBNews