Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
38 Ribu Keluarga di Tabanan Terima Bantuan Beras dan Minyak
Ilustrasi beras dan minyak (IDN Times/Wira Sanjiwani)
  • Sebanyak 38 ribu KPM di Tabanan menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Pemerintah Pusat melalui Bappenas dan Bulog, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
  • Bantuan diberikan untuk alokasi Februari–Maret 2026 dengan total 20 kg beras dan 4 liter minyak per KPM, dijadwalkan disalurkan pertengahan April 2026.
  • Penyaluran berbasis DTKS dilakukan tidak rutin tiap bulan dan kini melibatkan pemerintah desa bersama pihak ketiga agar distribusi lebih akurat serta tepat sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 38 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Tabanan oleh Pemerintah Pusat melalui Bappenas dan Perum Bulog.
  • Who?
    Penerima bantuan adalah 38 ribu KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan pelaksanaan oleh Bappenas, Perum Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tabanan.
  • Where?
    Kegiatan penyaluran berlangsung di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan distribusi dari gudang logistik menuju titik pembagian di masing-masing desa.
  • When?
    Bantuan dialokasikan untuk periode Februari dan Maret 2026, dengan jadwal penyerahan direncanakan pada pertengahan April 2026.
  • Why?
    Bantuan diberikan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat berpenghasilan rendah serta memastikan distribusi bahan pokok secara merata berdasarkan data DTKS nasional.
  • How?
    Beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter per KPM disalurkan melalui koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, pihak ketiga pengangkut logistik, serta perangkat desa yang membantu memastikan ketepatan sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Sebanyak 38 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Tabanan menerima bantuan pangan dari Pemerintah Pusat. Program ini dilaksanakan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang didistribusikan lewat Perum Bulog kepada masyarakat yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jumlah penerima ini meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu yang mencatat sebanyak 20 ribu KPM.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan serta Gizi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tabanan, I Gusti Agung Khrisna Kepakisan, mengatakan penambahan penerima ini sepenuhnya berasal dari data pusat.

"Kami di daerah hanya menerima dan menyalurkan sesuai data yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

1. Bantuan berupa beras dan minyak

ilustrasi beras (freepik.com/freepik)

Khrisna menyebutkan, bantuan yang disalurkan berupa beras 20kg (kilogram) dan minyak goreng 4 liter per KPM. Jumlah bantuan ini merupakan rekap bantuan untuk alokasi periode Februari dan Maret 2026. Penyerahannya akan dijadwalkan pada pertengahan April 2026.

"Per bulan itu dapat beras 10 kilogram dan minyak 2 liter. Olehkarena bantuan diberikan untuk dua bulan, maka pemberiannya direkap jadi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak per KPM. Nanti diberikannya sekitar pertengahan April 2026," katanya.

2. Bantuan tidak rutin diberikan setiap bulan

ilustrasi minyak goreng (freepik.com/Mateus Andre)

Seluruh data penerima ini sudah berbasis DTKS, sehingga penyalurannya lebih akurat dan transparan. Program bantuan pangan ini pada dasarnya dirancang sebagai bantuan rutin bulanan, meski realisasi penyaluran tetap menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat.

Bantuan ini, kata Khrisna, tidak diberikan rutin setiap bulan. Rata-rata setahun bisa diberikan 3-4 kali.

"Tahun 2025 lalu sekitar tiga kali diberikan. Tahun ini baru sekali ini. Apa ada nanti bantuan berikutnya belum kita tahu," katanya.

3. Pemerintah desa dilibatkan dalam proses penyaluran

ilustrasi beras (unsplash.com/Pierre Bamin)

Khrisna menambahkan, dalam proses distribusi, pemerintah masih melibatkan pihak ketiga untuk pengangkutan logistik dari gudang ke titik pembagian di masing-masing desa. Namun, berbeda dari sebelumnya, kini pemerintah desa juga dilibatkan secara aktif dalam proses penyaluran.

“Jika sebelumnya sepenuhnya ditangani pihak ketiga, sekarang desa ikut membantu, terutama perangkat desa seperti kepala urusan (kaur) untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Editorial Team