Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Hari Hilang, WN Polandia Ditemukan Meninggal di Pantai Yeh Kuning
ilustrasi tenggelam saat berenang (pexels.com/Arın Turkay)
  • WNA Polandia Marcin Dawid (44) ditemukan meninggal pada Selasa, 2 September 2026, setelah diduga terseret arus di Pantai Tembles, Jembrana, sejak Minggu malam.
  • Hilangnya korban dilaporkan setelah sepeda motor dan barang pribadinya ditemukan warga di sekitar Pantai Tembles; operasi SAR gabungan dimulai pada 31 Agustus.
  • Pencarian darat, laut, dan udara berlangsung tiga hari. Jenazah ditemukan terdampar di Pantai Yeh Kuning, sekitar 7,5 kilometer dari lokasi awal, lalu dievakuasi ke RSU Negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jembrana, IDN Times - Wisatawan mancanegara (wisman) yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, akhirnya ditemukan pada Selasa (2/9/2026). 

Tim SAR Gabungan menemukan korban bernama Marcin Dawid (44), laki-laki, warga negara Polandia, dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian yang dilakukan di darat, laut, dan udara. Sebelumnya, korban diduga terseret arus di Pantai Tembles pada Minggu (30/8/2026) malam.

1. Barang-barang korban ditemukan di sekitar Pantai Tembles

Pencarian korban hilang WNA Polandia di Jembrana. (Instagram Kantor SAR Denpasar)

Dugaan korban hilang terseret arus berawal ketika sepeda motor dan sejumlah barang milik korban ditemukan di sekitar Pantai Tembles oleh warga sekitar. Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (31/8/2026) pagi, pukul 05.55 Wita menerima kabar hilangnya korban, yang tiba di Pantai Tembles sekitar pukul 18.00 Wita.

Setelah menerima pengaduan, Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan melibatkan sejumlah unsur SAR. Pada hari ketiga operasi, pukul 07.00 Wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan pembekalan dan pembagian tugas untuk menentukan pola dan sektor pencarian.

2. Pencarian korban dengan berbagai metode dari darat, laut hingga udara

Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)

Empat personel tim penyelamat melakukan pencarian lewat jalur laut menggunakan satu unit rubber boat Basarnas pada pukul 07.40 Wita. 

Mereka menyusuri ke arah barat dari Pantai Tembles sesuai dengan rencana operasi SAR. Tim kemudian memperluas pencarian lewat jalur udara dengan menggunakan drone thermal.

Ketika waktu menunjukkan pukul 10.00 Wita, pencarian melalui jalur laut dan udara belum juga membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian pada sore hari dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai ke arah barat dari lokasi kejadian. 

3. Korban ditemukan terdampar dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Yeh Kuning

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Sekitar pukul 17.20 Wita, Tim SAR Gabungan menerima informasi adanya penemuan jenazah terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana. Temuan jenazah tersebut sekitar 7,5 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian di Pantai Tembles.

Warga sekitar pertama kali melihat tubuh korban dalam keadaan kaku. Saksi pun langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa penemuan mayat yang ada di pinggir Pantai Air Kuning,” ujar Dewa Hendri Gunawan sebagai Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana pada Selasa (2/9/2026).

Petugas ambulans Biddokes Polres Jembrana mengevakuasi jenazah korban menuju RSU Negara untuk penanganan lanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article