Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Menghadapi Teman Toksik Saat Momen Bukber

ilustrasi bukber (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi bukber (pexels.com/cottonbro studio)

Sebelumnya, IDN Times sudah membahas empat poin alasan momen buka bersama atau bukber jadi toksik. Rata-rata karena ada tipe orang yang bawaan sifatnya memang toksik. Sifat toksik itu di antaranya suka pamer, suka gosip, dan sebagainya.

Mengempas orang toksik seperti itu butuh beberapa jurus andalan supaya kamu gak terbawa emosi. Empat tips ini semoga membantu kamu jika ketemu teman toksik saat momen bukber.

1. Hadapi dengan senyuman

ilustrasi senyum tulus (pexels.com/fauxels)
ilustrasi senyum tulus (pexels.com/fauxels)

Senyum adalah ibadah. Kalimat ini tepat jika kamu menerapkannya. Terkadang, menghadapi teman toksik yang suka pamer, kamu tidak perlu memberikannya pujian. Menahan diri dengan tetap sabar dan memberikan senyuman, bisa menjadi langkah jitu yang harus kamu ambil. Jangan sampai hanya karena satu orang tukang pamer, kamu jadi emosian dan ingin sambat. Jangan ya, jangan kawan.

2. Jawab dengan elegan

Ilustrasi ngobrol dengan teman (freepik.com/freepik)
Ilustrasi ngobrol dengan teman (freepik.com/freepik)

Kalau dengan senyuman masih belum memuaskan, kamu bisa menjawab pertanyaan toksik dengan elegan sebagai pilihan. Misalnya, jika kamu tiba-tiba ditanya, “Kok kamu sudah lama pacaran tapi belum dilamar?” Nah, tipe pertanyaan ini dapat kamu jawab dengan elegan dan santai. Misalnya, “Kami masih menabung supaya lebih siap. Kamu mau ngasih tabungan tambahan ya?” Jawaban ini bisa kamu tambahkan dengan senyuman terbaikmu.

3. Jangan ikut bergosip, alihkan pembicaraan

ilustrasi bermain uno (pexels.com/@yankrukov)
ilustrasi bermain uno (pexels.com/@yankrukov)

Kalau ada teman bergosip, boleh juga kita ikutan. Eits, jangan ya kawan! Ikutan bergosip bukanlah hal baik yang dilakukan saat bukber. Jika kamu mulai menerima pertanyaan pancingan untuk ikut bergosip, ada beberapa langkah untuk menghindarinya. Seperti mengalihkan pembicaraan dengan mengajak bermain uno, bermain tepuk nyamuk, dan sebagainya. Intinya, gimana caranya supaya tidak terhasut untuk gabung bergosip ya.

4. Sepakati sejak awal, gabung bukber harus ikut iuran

ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)
ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Sebelum bukber, sebaiknya kamu membicarakan kesepakatan metode pembayaran di awal. Kamu bisa memberikan informasi, kalau gabung bukber harus ikut iuran dahulu. Ini meminimalisir kaum-kaum gratisan untuk nunggak atau menghindar bayar iuran.

Namun, jika sudah telanjur dan si penunggak belum bayar juga, apa yang bisa dilakukan? Pertama tanya baik-baik kenapa mereka tidak mau iuran. Apakah mereka ada masalah keuangan? Namun, jika sudah ditanya baik-baik dan tak kunjung ada titik terang, maka tagihlah terus hingga kamu lelah. Atau kamu tipe yang mengikhlaskan?

Share
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Hari Baik Menurut Hindu Bali 7 Desember 2025, Baik Membangun Irigasi

07 Des 2025, 10:06 WIBLife