Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Januari 2026, Saatnya Belajar

ilustrasi belajar (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi belajar (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Setiap hari adalah pembelajaran, begitu pula dengan ramalan hari baik Kalender Bali Digital pada Selasa, 20 Januari 2026. Mengawali pagi ini ada hari yang disebut dengan subacara yang baik untuk mulai berlatih atau belajar. Jadi, buatmu yang ingin belajar hal baru atau memantapkan ilmu lama kamu, yuk mulai saja dulu hari ini.

Pada hari subacara juga baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program atau rencana, membuat peraturan, mengangkat maupun menunjuk petugas. Sementara itu, kala upa adalah hari baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). Penasaran bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Tidak baik membangun rumah

Ilustrasi membangun rumah (Pexels/Ron Lach)
Ilustrasi membangun rumah (Pexels/Ron Lach)

Agni agung doyan basmi merupakan hari yang bersifat panas, tidak baik membangun rumah, terutama tidak baik mengatapi rumah, karena mudah terbakar. 

Hari ini baik untuk mulai membakar bata, genteng, gerabah, keramik, tembikar, dan lain-lain. Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan.

Baik untuk segala pekerjaan dengan api

ilustrasi tembikar (unsplash.com/@jruscello)
ilustrasi tembikar (unsplash.com/@jruscello)

Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.

Sementara itu, ada juga hari yang disebut dengan gni rawana rangkep adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. 

Baik membuka lahan pertanian baru

ilustrasi bertani (pixabay.com/Jupilu)
ilustrasi bertani (pixabay.com/Jupilu)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya.

Termasuk tidak baik melangsungkan upacara Pitra Yadnya, seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Saskara.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Mengenal Wedangga, Bagian dari Kitab Weda dalam Hindu

20 Jan 2026, 13:09 WIBLife