Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 16 Januari 2026, Saatnya Gotong Royong

Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)

Sebelum memulai padatnya aktivitas pada Jumat, 16 Januari 2026 ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu. Ramalan ini berdasarkan Kalender Bali Digital diawali dengan semut sedulur merupakan hari baik untuk gotong royong.

Hari ini juga baik untuk kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat. Penasaran bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Baik menanam sirih

Ilustrasi Sirih Gading (Pexels/TeonaSwift)
Ilustrasi Sirih Gading (Pexels/TeonaSwift)

Kala gumarang turun merupakan hari baik untuk menanam sirih dan tembakau. Namun, tidak baik untuk pembuatan bibit. Geni rawana adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, bercocok tanam.

Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala jangkut merupakan hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. 

Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melakukan upacara Pitra Yadnya, seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya.

Baik membentuk organisasi

Ilustrasi organisasi mahasiswa (unsplash.com/Annie Spratt)
Ilustrasi organisasi mahasiswa (unsplash.com/Annie Spratt)

Tunut masih merupakan hari baik untuk melas rare (bayi menetek), mulai mengajar atau melatih ternak bekerja, membentuk perkumpulan (organisasi), mulai membuka sekolah atau perguruan.

Hari ini juga baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Patining Amerta, Pratiti: Jaramerana.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

5 Tari Sakral dari Klungkung yang Masih Lestari

16 Jan 2026, 15:33 WIBLife