Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 12 Januari 2026, Saatnya Memuja Leluhur

Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untuk menyambut Senin, 12 Januari 2026 yang amat padat. Meskipun aktivitas terasa penuh, ingat menjalani dengan semangat dan ceria. Dalam sela-sela waktu, kamu dapat melakukan pemujaan terhadap leluhur. Sebab ada hari baik amerta dadi yang baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Sementara itu, catur laba merupakan hari baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Penasaran bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api

ilustrasi chef (unsplash.com/Johnathan Macedo)
ilustrasi chef (unsplash.com/Johnathan Macedo)

Geni rawana adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Purwanin dina artinya tidak baik sebagai dewasa ayu.

Ada juga hari yang disebut dengan jiwa menganti yakni hari baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. Kala kutila merupakan hari baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api. 

Baik membuat pintu gerbang

ilustrasi pintu gerbang (unsplash.com/Sze Yin Chan)
ilustrasi pintu gerbang (unsplash.com/Sze Yin Chan)

Kala ngadeg adalah hari baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, mulai memelihara ayam kurungan, membuat empangan maupun bendungan.

Kala tampak merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). Kaleburau merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun,tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Tidak baik melaksanakan upacara ngaben

ilustrasi ngaben.jpg
Ilustrasi ngaben (IDN Times/Yuko Utami)

Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melangsungkan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya.

Sampar wangke adalah hari yang tidak baik untuk bersenggama, kalau dilanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan. Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Kinasihan Amerta, Pratiti: Separsa.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Mengenal Catur Marga Yoga, Jalan Mencapai Kesempurnaan

12 Jan 2026, 13:12 WIBLife