10 Lukisan Selesai Dalam 7 Hari, Cari Idenya 5 Tahun

- Sebanyak 10 lukisan diselesaikan dalam 7 hari, menandai kembalinya Ping-Ping sebagai seniman
- Ping-Ping mengalami masa sulit setelah kepergian orangtuanya, namun berhasil kembali dengan dukungan teman-temannya
- Ping-Ping memberikan pesan kepada seniman pemula untuk tidak mengabaikan ide kecil dan memperhatikan lingkungan sekitar
Denpasar, IDN Times - Bulan Agustus 2025 seperti memberikan energi kebangkitan tersendiri bagi seniman keturunan Tionghoa yang bernama Ade Kurniawan alias Ping-Ping (36). Ping-Ping hanya memakai kaos warna gelap saat ditemui di lokasi pamerannya, sebelum berbincang panjang ia meminta izin untuk tidur sekitar 20 menitan. Tak berselang lama matanya terpejam bersamaan dengan tubuhnya yang rebah di sofa bawah tangga.
Menjelang hari ulang tahunnya 7 September mendatang, ia memutuskan kembali aktif dalam pameran lukisan Mutualism setelah hampir lima tahun vakum. Sosoknya yang friendly ini banyak dikenang sebagai seniman yang sedikit aneh, tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul. Lima belas lukisannya berukuran kecil hingga besar menghiasi ruangan Kopi Ruko yang terletak di Jalan PB Sudirman, Pertokoan Sudirman Agung Blok A-35, Denpasar.
"Pamerannya sampai selamanya. Teman yang memotivasi saya, disuruh kembali aktif," terangnya sambil terkekeh.
1. Sebanyak 10 lukisan dibuat hanya dalam 7 hari

Setelah terbangun, Ping-Ping kemudian menceritakan bahwa ia belum merasakan tidur nyenyak selama semingguan ini. Penyebabnya, ia harus menyelesaikan lukisan terbaru untuk menyempurnakan pamerannya. Sebanyak 10 dari 15 lukisan yang dipamerkan tersebut merupakan karya seni yang diselesaikan hanya dalam waktu 7 hari. Satu lukisan digarap tahun 2016, 4 lukisan digarap tahun 2018, dan sisanya tahun 2025.
"Katalog aja belum sempat buat. Sebenarnya sempat, tapi tadi mati lampu di rumah," terangnya.
Ia tetap semangat kendati kebangkitannya kali ini tidak semulus rencananya. Sebanyak 10 lukisan itu baginya menjadi hal utama dalam pameran, dan juga tanda eksistensinya sebagai seniman telah kembali pulih.
"Walaupun gak publish, tapi semangat berkarya tidak pernah padam," ungkapnya.
2. Ping sempat menjalani hari yang berat setelah kepergian orangtua

Lebih lanjut, Ping-Ping mengaku menjalani hari-hari yang gelap setelah kepergian kedua orangtuanya. Tekanan lingkungan ia rasakan sangat berat hingga membuatnya menarik diri dari lingkungan dan aktivitas seninya. Rasa jenuh memenuhi diri hingga tak terbendung lagi.
Kemudian suara kecil dari sahabat-sahabatnya menerangi kekacauannya dan memaksanya melihat lagi betapa indah karya lukisnya. "Saya berhentinya sudah dua kali. Pertama tahun 2013, dan 2016 mulai lagi. Tahun 2021 behenti lagi, 2025 balik lagi," ungkapnya.
Dalam masa menarik diri tersebut, ia kemudian meluapkan pada gambar-gambar kecil. Hal-hal buruk yang ia alami ia lukiskan dengan warna cerah dan figur lucu, agar menjadi karya yang indah untuk dapat dinikmati orang lain.
3. Ping: jangan pernah mengabaikan ide sekecil apapun

Lebih lanjut, ia berpesan kepada seniman pemula agar jangan sesekali mengabaikan hal kecil baik ide, gagasan maupun inspirasi yang datang dari mana saja. Sering kali seseorang melihat terlalu jauh lalu lupa melihat diri sendiri. Misalnya, seperti mengagumi budaya dan lifestyle luar negeri sementara budaya dan lifestyle kita sendiri jauh lebih baik. Selain itu juga banyak local genius yang saat ini terabaikan.
"Yang terpenting adalah bagaimana pekanya respon kita terhadap lingkungan sekitar. Baik itu soal alam, soal teman, isu-isu di luar. Tapi yang terdekat adalah diri sendiri. Apa yang ada dalam diri sendiri tak akan pernah habis dijadikan inspirasi," pesannya.