Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

4 Trik Mudah Menanam dari Biji, Pemula Auto Jadi Master!

ilustrasi merawat bibit mungil (unsplash.com/Zoe Richardson)
ilustrasi merawat bibit mungil (unsplash.com/Zoe Richardson)

Menikmati sayuran segar yang dipetik dari kebun sendiri adalah salah satu kebahagiaan sederhana dalam hidup. Memulainya dari biji mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya ini adalah cara paling hemat untuk menanam apa pun yang kamu inginkan. Dengan sedikit pengetahuan, kamu bisa mengubah sebungkus biji menjadi panen yang melimpah.

Proses menumbuhkan tanaman dari biji pada dasarnya adalah tentang memberikan kondisi yang tepat agar keajaiban alam bisa terjadi. Dilansir Better Homes & Gardens, mengetahui cara menanam sayuran dari biji memungkinkanmu menanam apa yang kamu suka dengan harga yang jauh lebih murah. Penasaran gimana caranya mengubah biji-biji kecil itu jadi kebun yang produktif? Ikuti empat langkah mudah ini dan bersiaplah untuk panen besar pertamamu!

1. Tentukan waktu dan pilih ‘jagoan’ yang tepat

ilustrasi memilih benih sayur (istockphoto.com/HMVart)
ilustrasi memilih benih sayur (istockphoto.com/HMVart)

Kesalahan paling umum yang dilakukan pemula adalah terlalu bersemangat dan menabur semua benih di waktu yang bersamaan. Padahal, setiap tanaman punya jadwal tumbuhnya masing-masing, dan mengetahui tanggal perkiraan musim salju terakhir di daerahmu adalah kunci rahasianya. Informasi ini, yang bisa kamu temukan di internet, akan membantumu menentukan kapan harus mulai menyemai di dalam atau di luar ruangan.

Setelah tahu jadwalnya, saatnya memilih benih yang sesuai dengan iklim dan ruang yang kamu miliki. Pertimbangkan apakah kamu ingin menanam sayuran musim dingin seperti brokoli, atau sayuran musim panas seperti tomat. Jangan lupakan juga kebutuhan ruang; tanaman merambat seperti kacang polong tentu butuh ruang lebih banyak dibanding tanaman herbal yang ringkas.

Kualitas benih adalah segalanya, jadi pastikan kamu membelinya dari sumber yang terpercaya dan periksa tanggal kedaluwarsanya. Memilih benih yang tepat di awal adalah investasi waktu yang akan terbayar lunas nantinya. Langkah perencanaan ini adalah fondasi terpenting untuk kebun yang sukses dan subur.

2. Siapkan ‘kamar bayi’ yang nyaman untuk benih

ilustrasi menyemai di baki (istockphoto.com/LukaTDB)
ilustrasi menyemai di baki (istockphoto.com/LukaTDB)

Menyemai benih di dalam ruangan atau indirect sowing adalah cara jitu untuk memulai lebih awal, terutama di daerah beriklim dingin. Metode ini memberikan tingkat keberhasilan kecambah yang lebih tinggi dan melindungi bibit mungil dari serangan hama atau cuaca buruk. Kamu hanya butuh beberapa hal dasar, yaitu: baki semai, media tanam, air, dan cahaya.

Gunakan media tanam khusus untuk penyemaian (seed-starting mix), bukan tanah kebun biasa. Media tanam khusus ini lebih ringan, steril, dan memiliki drainase yang baik sehingga mencegah benih membusuk dan mendukung perkembangan akar yang sehat. Sebelum menabur, pastikan media tanam dalam keadaan lembap, tetapi tidak sampai basah kuyup.

Isi baki semai dengan media tanam, lalu padatkan dengan lembut. Taburkan satu hingga dua benih per sel sesuai kedalaman yang dianjurkan pada kemasan, lalu tutup tipis dengan tanah. Jangan lupa beri label pada setiap jenis tanaman agar kamu tidak bingung saat mereka mulai tumbuh besar nanti.

3. Beri perhatian ekstra pada bibit mungilmu

ilustrasi merawat bibit mungil (unsplash.com/Zoe Richardson)
ilustrasi merawat bibit mungil (unsplash.com/Zoe Richardson)

Cahaya adalah faktor penentu agar bibit tidak tumbuh kurus dan memanjang atau disebut juga etiolasi. Meskipun banyak benih tidak butuh cahaya untuk berkecambah, begitu daun pertama muncul, mereka butuh cahaya yang kuat dan konstan. Untuk hasil terbaik, gunakan lampu tanam atau grow lights selama 12-16 jam sehari.

Jaga kelembapan media tanam secara konsisten, tapi hindari menyiram berlebihan yang bisa memicu penyakit jamur. Cara terbaik adalah dengan menyiram dari bawah; letakkan baki semai di atas nampan berisi air dan biarkan tanah menyerap air ke atas. Teknik ini mencegah benih bergeser atau bibit yang rapuh menjadi rusak.

Ketika bibit sudah memiliki beberapa set daun sejati, inilah saatnya melakukan penjarangan untuk mencegah persaingan nutrisi. Sisakan satu bibit terkuat di setiap sel dan pindahkan ke pot yang sedikit lebih besar dengan tanah yang lebih kaya nutrisi. Ini akan memberi mereka ruang yang cukup untuk tumbuh lebih kuat sebelum dipindahkan ke kebun.

4. Lakukan proses ‘orientasi’ sebelum pindah ke kebun

ilustrasi memindahkan bibit tanaman (istockphoto.com/AlexRaths)
ilustrasi memindahkan bibit tanaman (istockphoto.com/AlexRaths)

Sebelum memindahkan bibit ke ‘dunia luar’, mereka perlu menjalani proses adaptasi yang disebut hardening off. Anggap saja ini seperti masa orientasi bagi tanaman untuk membiasakan diri dengan kondisi luar ruangan yang lebih keras. Proses ini sangat penting untuk mencegah bibit mengalami syok saat dipindahkan.

Mulailah dengan meletakkan bibit di area luar yang terlindung dari angin kencang dan hanya terkena sinar matahari pagi selama beberapa jam. Secara bertahap, tingkatkan durasi mereka di luar ruangan setiap harinya selama sekitar satu minggu. Pada awalnya, jangan lupa untuk membawa mereka kembali ke dalam rumah pada malam hari.

Setelah mereka terbiasa dengan sinar matahari penuh dan suhu luar, barulah bibit siap untuk ditanam di lokasi permanennya di kebun. Pastikan bahaya embun beku terakhir sudah benar-benar lewat sebelum melakukan transplantasi. Saat memindahkan, usahakan agar akar tidak banyak terganggu agar proses adaptasinya berjalan mulus.

Melihat tanaman tumbuh dari biji hingga siap panen adalah pengalaman yang sangat memuaskan dan penuh keajaiban. Proses ini mengajarkan kesabaran dan memberimu koneksi yang lebih dalam pada makanan yang kamu konsumsi. Dengan semua tips ini, sayuran apa yang akan kamu tanam dari biji pertama kali?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us