Comscore Tracker

5 Cara Memastikan Anak Aman ke Sekolah Setelah Peristiwa KDRT

Penting untuk menjaga kesehatan mental sang anak

Peristiwa Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) memiliki konsekuensi serius bagi anak-anak. Dampaknya pun akan memengaruhi emosional, pikiran, dan perilaku anak. Tak jarang pula anak akan mengalami trauma dan akhirnya terpengaruh pergaulan buruk sehingga merusak masa depannya.

Permasalahan KDRT sesungguhnya dapat ditangani oleh orangtua dengan mencoba berkomunikasi dan meminta maaf secara sungguh-sungguh kepada anak. Baik oleh ayah yang melakukan kekerasan, maupun ibu.

Barangkali banyak yang bertanya-tanya, bagaimana cara memulihkan perasaan sang anak, adakah cara untuk menyembuhkan luka anak, serta bagaimana memastikan ketika kembali ke sekolah anak juga dalam keadaan aman? Simak penjelasannya di bawah ini ya:

Baca Juga: Jangan Menggunakan Fisik! 5 Tips Mengatasi Kenakalan Anak

1. Antar dan jemput anak ke sekolah

5 Cara Memastikan Anak Aman ke Sekolah Setelah Peristiwa KDRTilustrasi kegiatan belajar di sekolah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Setelah anak mengalami trauma dan pernah melarikan diri dari rumah, yang harus diperhatikan orangtua adalah dengan menjaga stabilitas di area lain dalam kehidupan sang anak. Termasuk mengantar dan menjemput anak sekolah. Langkah ini merupakan cara yang penting untuk menjaga kestabilan mentalnya. 

Selain itu, jika usia anak masih dini, jelaskan padanya bahwa ia akan tetap baik-baik saja di sekolah. Yakinkan dia bahwa teman-temannya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya, dan guru-guru pun akan menyambutnya dengan riang gembira.

2. Melakukan pertemuan dengan pihak sekolah

5 Cara Memastikan Anak Aman ke Sekolah Setelah Peristiwa KDRTilustrasi pertemuan dengan pihak sekolah (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Orangtua perlu mengadakan pertemuan pribadi dengan kepala sekolah agar setidaknya mengetahui situasi keluarga. Namun tidak perlu menjelaskannya secara detail. Kamu hanya memastikan bahwa perlu keterlibatan sekolah terhadap perkembangan psikis anaknya. Jadi pihak sekolah wajib menginformasikan apabila ada orang lain yang menjemput selain orangtua. 

Selain itu, jika memungkinkan, berikan surat perintah pengadilan dan keputusan lain secara tertulis, siapa saja yang boleh dan tidak boleh menjemput sang anak. Informasikan pula apa tindakan yang harus dilakukan apabila perintah tersebut dilanggar.

3. Jadwalkan anak untuk konseling atau terapi kognitif

5 Cara Memastikan Anak Aman ke Sekolah Setelah Peristiwa KDRTilustrasi konseling (pexels.com/cottonbro)

Kekerasan dalam rumah tangga akan merugikan seluruh keluarga, meskipun pelaku tidak memukul anak sekalipun. Meskipun sang anak tidak terlibat, tetap saja akan menjadi korban. Rasa trauma akan menghampiri dan terpendam dalam memori sang anak.

Para psikolog menyarankan sang anak untuk konseling atau terapi. Terutama terapi perilaku kognitif yang berfokus pada trauma. Terapi tersebut merupakan bentuk terapi bicara yang dibuat secara khusus agar anak-anak pulih dari trauma.

4. Persiapkan anak menjalani tahun ajaran baru

5 Cara Memastikan Anak Aman ke Sekolah Setelah Peristiwa KDRTilustrasi kegiatan belajar di sekolah (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Beri tahu anak-anak bahwa pada tahun ajaran baru, rutinitas pembelajaran di sekolah akan sedikit berubah. Bicaralah dengan anak-anak sesuai dengan perkembangannya. Hindari percakapan yang bisa memicu rasa trauma anak.

Pada tahun ajaran yang baru, naluri anak juga akan mengalami perubahan dan pertumbuhan. Tanyakan juga pada anak bahwa apa saja yang mereka rasakan setelah memasuki ajaran baru.

5. Evaluasi perkembangan psikologis anak

5 Cara Memastikan Anak Aman ke Sekolah Setelah Peristiwa KDRTilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Julia M Cameron)

Mengevaluasi perkembangan psikis anak sangatlah penting karena untuk memastikan bahwa kekerasan yang memberi rasa trauma itu telah hilang dan memori sang anak pun kembali pulih. Pihak sekolah harus memastikan hal tersebut dengan tetap berkoordinasi bersama orangtua.

Apabila orangtua tidak bisa mengevaluasinya, bawalah sang anak kepada psikolog. Bila perlu secara rutin sampai keadaan psikis dan memori sang anak benar-benar pulih.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan anak akan aman ke sekolah setelah ada peristiwa KDRT. Namun akan lebih baik untuk bersama mencegah kekerasan dalam rumah tangga. 

Ali Akbar Mhd Photo Community Writer Ali Akbar Mhd

Menyukai Kesibukan Walau Tak Lupa Rebahan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya