Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Wedangga, Bagian dari Kitab Weda dalam Hindu

Ilustrasi kitab Weda. (Commons.wikimedia.org/Friedrich August Rosen)
Ilustrasi kitab Weda. (Commons.wikimedia.org/Friedrich August Rosen)

Weda merupakan kitab suci umat Hindu. Weda terdiri dari dua kategori utama, yaitu Weda Smerti dan Weda Sruti. Masing-masing kategori Weda ini memiliki beberapa jenis Weda.

Satu di antaranya adalah Wedangga. Wedangga masuk dalam Weda Smerti. Seperti apa Wedangga tersebut? Berikut penjelasannya yang dikutip dari Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti yang ditulis oleh Ni Kadek Suparthi.

1. Pengertian Wedangga

Ilustrasi lontar. (jalurrempah.kemdikbud.go.id)
Ilustrasi lontar. (jalurrempah.kemdikbud.go.id)

Seperti telah disebutkan di atas, Wedangga merupakan kelompok pertama Weda Smerti.  Smerti berasal dari kata smr yang berarti ingat, Jadi, Weda Smerti dibuat berdasarkan ingatan para Maha Rsi terhadap wahyu yang mereka terima. Smerti menjabarkan lagi isi dari Kitab Weda sehingga membuat orang yang membacanya menjadi lebih mudah dimengerti.

Wedangga berasal dari Bahasa Sanskerta, yaitu Weda dan Angga. Weda memiliki makna ilmu pengetahuan, dan Angga adalah badan atau bagian. Jadi, Wedangga merupakan batang tubuh dari Weda. Wedangga ditulis agar umat Hindu lebih mudah memahami bentuk nyata Weda, dan melaksanakannya sesuai ajaran Weda. Wedangga juga sering disebut sebagai kitab hukum umat Hindu karena isinya memuat aturan dalam Hindu.

2. Bagian dari Wedangga

Upacara Otonan di Bali. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)
Upacara Otonan di Bali. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Wedangga terdiri dari enam bagian yaitu Siksa, Nirukta, Wyakarana, Jyotisa, Chanda, dan Kalpa. Kitab Siksa sering disebut dengan Pratisakhya. Bagian ini berisi petunjuk-petunjuk tentang cara yang tepat dalam pengucapan mantra, serta tinggi-rendahnya tekanan suara.

Nirukta merupakan kitab yang mempelajari tentang susunan kata-kata dalam Weda. Dalam kitab ini terdapat tiga pembahasan penting yaitu Naighantuka Kanda yang membahas sinonim atau persamaan kata. Berikutnya ada Naighama Kanda yang membahas kata-kata yang memiliki arti ganda. Terakhir adalah Daiwa Kanda, yang membahas nama-nama dewa yang ada di alam semesta ini.

Kitab Wyakarana menjelaskan tentang ilmu tata bahasa yang benar dalam Weda. Kitab Jyotisa isinya sangat penting karena berisi ilmu pengetahuan tentang peredaran bumi terhadap tata surya, bulan, dan benda angkasa lainnya. BIsa dibilang, kitab ini tentang ilmu pengetahuan astronomi (perbintangan), astrologi, serta horoskop.

Chanda merupakan kitab yang mempelajari tentang lagu-lagu pujian. Chanda akan mempermudah umat untuk memahami makna dari Weda. Hal ini karena setiap baitnya dinyanyikan dalam sebuah lagu.

Bagian Wedangga yang terakhir adalah Kalpa. Kalpa menjelaskan tentang tata pelaksanaan upacara dalam Hindu. Kalpa terdiri dari empat yaitu Srauta (tata cara pelaksanaan upacara), Grhyasutra (upacara yang wajib dilaksanakan dalam suatu rumah tangga), Dharmasutra (aspek kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara), dan Sulwasutra (ilmu arsitektur dalam membuat bangunan suci).

3. Contoh pelaksanaan dalam kehidupan

Ilustrasi astronomi. (pixabay.com/ArtTower )
Ilustrasi astronomi. (pixabay.com/ArtTower )

Enam bagian dalam Wedangga tersebut bisa menjadi tuntutan dalam kehidupan. Misalnya untuk Jyotisa atau ilmu astronomi. Dalam Hindu Bali dikenal dengan istilah Wariga atau Dewasa yang menjadi tuntunan umat untuk menentukan hari baik maupun hari raya atau hari suci.

Jyotisa menggunakan bumi sebagai patokan. Para Maharsi melakukan pengamatan terhadap posisi planet, matahari, bulan, dan bintang sehingga terciptanya ilmu astrologi. Dengan mengamati posisi tersebut, para Maharsi pada zaman dahulu bisa memprediksi suatu kejadian.

Contoh pelaksanaan Kitab Chanda adalah adanya lagu-lagu pujian yang sering disebut dengan Dharma Gita. Pelaksanaan Kitab Nirukta bisa dilihat dalam penyebutan nama-nama dewa yang merupakan sinar suci atau manifestasi Tuhan. Dewa memiliki beragam sebutan sesuai dengan fungsi dan tempatnya dipuja.

Panca Yadnya atau lima upacara suci umat Hindu merupakan penerapan yang ada di dalam Kitab Kalpa. Setiap upacara memiliki makna, fungsi, serta prosesinya masing-masing. Semuanya diatur berdasarkan kesepakatan desa setempat atau sesuai dengan isi lontar yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Mengenal bagian-bagian yang ada dalam Weda tentunya sangat penting agar umat Hindu bisa memaknai, dan benar-benar menerapkannya sepanjang hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Mengenal Wedangga, Bagian dari Kitab Weda dalam Hindu

20 Jan 2026, 13:09 WIBLife