Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 30 Maret 2025

ilustrasi bepergian (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi bepergian (pexels.com/Yan Krukau)

Selamat pagi semuanya, apa kabar? Semoga kabar kalian baik dan sehat selalu ya. Ramalan hari baik menurut Hindu Bali pada Minggu, 30 Maret 2025 adalah catur laba. Ini adalah hari baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Penasaran bagaimana ramalan hari baik lainnya? Yuk cek di bawah ini.

1. Baik menanam mentimun

Ilustrasi timun (pixabay.com/David_Will)
Ilustrasi timun (pixabay.com/David_Will)

Dadig krana adalah hari baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama. Ada juga hari yang disebut dengan geni rawana. Ini dipercaya sebagai hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. 

Namun, hari ini geni rawana dipercaya tidak baik untuk mengatapi rumah, mengupacarai rumah baru (melaspas), dan bercocok tanam. Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah.

2. Tidak baik untuk berbelanja

ilustrasi belanja harga murah (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi belanja harga murah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kala mangap artinya tidak baik untuk berbelanja, bila menggunakan hari ini akan berakibat boros. Kaleburau artinya hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya serta tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa atau ngaben.

Karna sula merupakan hari yang tidak baik untuk melangsungkan perkawinan, mengambil, menangkap, dan membeli binatang peliharaan. Hari ini juga tidak baik mengadakan pertemuan maupun rapat, serta berbicara kepada orang lain.

3. Baik membangun irigasi

Ilustrasi irigasi di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Ilustrasi irigasi di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Lebur awu dipercaya sebagai hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha atau pernikahan, pertemuan, membangun rumah, dan mengatapi rumah. Satu sisi, hari lebur awu diyakini baik untuk membangun irigasi. 

Macekan lanang adalah hari yang baik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan, tapi tidak baik untuk upacara yadnya. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan (pernikahan). Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Bawu Putra, Pratiti: Nama rupa.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

5 Rekomendasi Klinik Kecantikan di Denpasar

09 Des 2025, 13:00 WIBLife