Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Desa Julah Buleleng, Desa Tua yang Menjunjung Kesamarataan

Suasana di Desa Julah. (Jadesta.kemenparekraf.go.id)
Suasana di Desa Julah. (Jadesta.kemenparekraf.go.id)

Kabupaten Buleleng memiliki beberapa Desa Bali Aga atau Desa Bali Mula. Desa Bali Aga merupakan desa yang masyarakatnya memang murni asli Bali, bukan dari Pulau Jawa atau Majapahit.

Satu di antara Desa Bali Aga tertua yang ada di Buleleng adalah Desa Julah yang berada di Kecamatan Tejakula. Desa yang kini berstatus sebagai desa wisata ini memiliki berbagai keunikan. Seperti apa?

1. Sejarah Desa Julah

Pura Bale Agung di Desa Julah.
Pura Bale Agung di Desa Julah. (Jadesta.kemenparekraf.go.id)

Desa Julah diperkirakan telah ada sejak tahun saka 844 atau 923 masehi. Saat itu, Bali diperintah oleh Ratu Sri Ugrasena. Hal ini disebutkan dalam sebuah prasasti yang ada di Pura Bale Agung desa setempat.

Sistem pemerintahan kuno yang berlaku di desa ini bernama Hulu Apad. Dalam sistem ini, dua orang Jero Kubayan menjadi pemimpin desa, dibantu oleh empat orang yang disebut dengan Jero Bau. Jero Kubayan menjadi tokoh sentral yang mengatur desa secara keseluruhan. Jero Kubayan memiliki tingkatan yang paling tinggi di masyarakat.

Sedangkan Jero Bau bertugas untuk mengatur tata upacara keagamaan dan sistem adat masyarakat. Masyarakat atau krama terdiri dari dua kategori. Pertama, krama negak yaitu masyarakat yang memiliki peran utama di desa. Kedua, krama buwit yaitu masyarakat yang memiliki peran membantu krama negak dalam kegiatan adat. Sistem pemerintahan kuno ini masih bertahan dan digunakan sampai sekarang.

2. Keunikan yang ada di Desa Julah, menjunjung kesamarataan

Suasana di Desa Julah.
Suasana di Desa Julah. (Jadesta.kemenparekraf.go.id)

Sebagai desa tua atau desa kuno di Bali, Desa Julah memiliki segudang keunikan yang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Selain sistem pemerintahannya sangat kuno, sistem sosial masyarakatnya masih menggunakan warisan leluhurnya. Masyarakat Desa Julah tidak mengenal istilah soroh (tingkatan sosial) dalam kesehariannya. Mereka menjunjung tinggi kesamarataan.

Kesamarataan ini bisa dilihat dalam berbagai hal, satu di antaranya adalah bentuk bangunan rumah yang dibuat sama dengan luas. Arsitekturnya menggunakan arsitektur Bali Mua dan masih lestari hingga saat ini. Setiap rumah memiliki struktur bangunan yang terdiri dari kemulan (tempat suci), bale meten (tempat tidur), dan paon (dapur). Setelah menikah, setiap kepala keluarga tidak bisa tinggal bersama orangtua, melainkan harus tinggal sendiri. Ini menunjukkan prinsip kemandirian di Desa Julah.

Selain itu, kesamarataan bisa ditemukan saat upacara kematian. Masyarakat Desa Julah tidak melaksanakan upacara ngaben, melainkan jenazah hanya dikuburkan. Prosesinya pun cukup sederhana tanpa mengenal tingkat ekonomi dan tingkat sosial. Kuburan atau setra yang menjadi tempat pemakaman sangat disakralkan di Desa Julah.

3. Desa Julah menjadi Desa Wisata

Pementasan kesenian sakral dalam suatu upacara di Desa Julah.
Pementasan kesenian sakral dalam suatu upacara di Desa Julah. (Jadesta.kemenparekraf.go.id)

Selain keunikan budayanya, Desa Julah memiliki pesona keindahan alam yang memukau. Desa Julah berada di tepi pantai dengan pemandangannya yang indah. Pantai di sini termasuk spot favorit para pemancing, dan instagramable.

Pemandangan alam di sekitar Desa Julah seolah memberikan kesejukan kepada setiap orang yang berkunjung. Alam perbukitan berpadu dengan sawah dan pantai, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang mencari ketenangan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Perpaduan ini membuat desa ini masuk ke dalam daftar desa wisata yang ada di Kabupaten Buleleng. Walaupun baru berkembang sebagai desa wisata, Desa Wisata Julah telah mencatat prestasi masuk sebagai 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Nama Desa Julah mungkin memang belum sepopuler desa wisata lainnya di Bali atau Kabupaten Buleleng. Masih banyak yang harus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, terutama infrastruktur dan fasilitas bagi wisatawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Desa Julah Buleleng, Desa Tua yang Menjunjung Kesamarataan

15 Jan 2026, 18:06 WIBLife