Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Wisata Sejarah di Bali untuk Liburan Sekolah, Sarat Nilai Budaya
suasana di Pura Gunung Kawi Gianyar (dok.pribadi/Natalia Indah)
  • Artikel menyoroti 10 destinasi wisata sejarah di Bali yang cocok untuk liburan sekolah, menawarkan pengalaman edukatif sekaligus rekreasi bagi keluarga dan anak-anak.
  • Tempat-tempat seperti Monumen Bajra Sandhi, Museum Bali, hingga Pura Taman Ayun memperkenalkan nilai perjuangan, budaya, dan arsitektur khas Bali dari masa ke masa.
  • Dari situs arkeologi Goa Gajah hingga taman kerajaan Tirta Gangga dan Taman Ujung, pengunjung diajak mengenal warisan sejarah serta keindahan budaya Bali secara menyenangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Liburan sekolah selalu punya cara tersendiri untuk menghadirkan cerita baru. Di Bali, bukan hanya pantai dan pemandangan alam yang memikat, tetapi juga jejak sejarah yang tersimpan di berbagai tempat. Dari peninggalan kerajaan kuno, monumen perjuangan kemerdekaan, hingga situs arkeologi, setiap sudutnya menawarkan cerita menarik untuk dijelajahi.

Mengajak anak-anak atau keluarga berkunjung ke tempat bersejarah bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan baru. Berikut 10 tempat wisata sejarah di Bali yang cocok dikunjungi saat liburan sekolah untuk pengalaman yang seru sekaligus edukatif.

1. Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi (dok.pribadi/Natalia Indah)

Monumen Bajra Sandhi menjadi simbol perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Tempat ini punya gaya arsitektur khas Bali dan detail ornamen tradisional yang menghiasi eksterior bangunan. Saat masuk ke dalam monumen, kamu akan disuguhkan dengan diorama-diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah serta perjuangan rakyat Bali. Ceritanya pun dikemas dengan menarik menggunakan kartun miniatur sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Lokasi: Jalan Raya Puputan Nomor 142, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar

Jam operasional: pukul 08.00—17.00 Wita pada Senin-Jumat, pukul 09.00—17.00 Wita pada Sabtu, dan pukul 10.00—17.00 Wita pada Minggu

Harga tiket masuk: Rp5.000 hingga Rp100 ribu.

2. Museum Bali

Museum Bali (instagram.com/sahabatmuseumbali)

Museum Bali adalah museum etnografi dan sejarah tertua di Bali yang berada di pusat Kota Denpasar. Museum ini menyimpan lebih dari 14 ribu koleksi benda budaya, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kini. Mulai dari alat batu, prasasti, peralatan upacara, hingga koleksi etnografi. Selain itu, tempat ini punya arsitektur tradisional Bali yang sangat kental dengan nilai sejarah.

Lokasi: Jalan Mayor Wisnu Nomor 1, Dangin Puri, Denpasar Timur, Kota Denpasar

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00—16.30 Wita, kecuali hari Jumat akan tutup pukul 14.30 Wita

Harga tiket masuk: Rp5.000 hingga Rp100 ribu.

3. Monumen Perjuangan Puputan Badung

diorama Monumen Perjuangan Puputan Badung (dok.pribadi/Natalia Indah)

Monumen Perjuangan Puputan Badung didirikan untuk mengenang peristiwa perang habis-habisan atau Puputan antara rakyat dan Kerajaan Badung melawan penjajah Belanda tahun 1906. Di dalam area monumen, terdapat diorama yang menceritakan kisah Puputan Badung berupa patung dan ukiran artistik berbahan kuningan. Selain itu, terdapat juga rangkaian cerita yang bisa dinikmati bersama suasana taman asri.

Lokasi: Jalan Surapati, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Kota Denpasar

Jam operasional: setiap hari selama 24 jam penuh

Harga tiket masuk: gratis.

4. Pura Taman Ayun

ilustrasi Pura Taman Ayun (unsplash.com/Nick Fewings)

Pura Taman Ayun merupakan kompleks pura bersejarah di Desa Mengwi yang terkenal dengan arsitektur menawan serta parit luas yang mengelilinginya. Dibangun pada tahun 1634 oleh Kerajaan Mengwi, kompleks pura ini terkenal dengan taman luas serta bangunan meru bertingkat yang menjadi ciri khas arsitektur Bali. Kamu bisa mengenal konsep kerajaan tradisional Bali dan tata ruang budaya yang menarik di sini.

Lokasi: Jalan Ayodya Nomor 10, Mengwi, Kabupaten Badung

Jam operasional: setiap hari, pukul 08.00—18.15 Wita

Harga tiket masuk: Rp10 ribu hingga Rp30 ribu.

5. Museum Buleleng

suasana di Museum Buleleng (googleusercontent.com/Museum Buleleng)

Museum Buleleng merupakan museum khusus di dalam kawasan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja. Tempat ini menyimpan benda-benda peninggalan purbakala, seni, hingga berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian. Berkunjung kemari, kamu bisa melihat lukisan Ki Barak Panji Sakti, mobil antik, patung, hingga beragam kerajinan emas dan perak.

Lokasi: Jalan Veteran Nomor 23, Paket Agung, Kabupaten Buleleng

Jam operasional: setiap Senin - Jumat pukul 08.00—16.00 Wita. Khusus hari Jumat akan buka sampai pukul 13.00 Wita

Harga tiket masuk: Rp5.000 hingga Rp25 ribu.

6. Goa Gajah

Goa Gajah (dok.pribadi/Natalia Indah)

Goa Gajah merupakan situs arkeologi yang diperkirakan berasal dari abad ke 11 serta berfungsi sebagai tempat ibadah dan meditasi. Bagian pintu gua dihiasi ukiran wajah raksasa yang ikonik, sementara di dalamnya terdapat ruang meditasi kuno. Berkunjung kemari, kamu dapat memahami jejak spiritual Bali yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Lokasi: Desa Bedulu, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar

Jam operasional: setiap hari, pukul 08.00—18.00 Wita

Harga tiket masuk: Rp15 ribu hingga Rp50 ribu.

7. Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi (dok.pribadi/Natalia Indah)

Pura Gunung Kawi atau Candi Tebing Gunung Kawi adalah salah satu situs purbakala dan kompleks pura Hindu tertua di Bali. Tempat ini punya deretan candi megah yang dipahat langsung pada dinding tebing batu padas tepi Sungai Pakerisan. Berkunjung kemari, kamu bisa menikmati petualangan di alam terbuka sambil belajar sejarah dari warisan spiritual serta kerajaan Bali.

Lokasi: Banjar Penaka, Desa Tampaksiring, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar

Jam operasional: setiap hari, pukul 08.00—18.00 Wita

Harga tiket masuk: Rp30 ribu hingga Rp75 ribu.

8. Kertha Gosa

suasana di Kertha Gosa (instagram.com/buttmunchian)

Kertha Gosa adalah kompleks bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Klungkung dari abad ke 17. Tempat ini dulunya berfungsi sebagai balai pengadilan dan tempat musyawarah penting kerajaan yang menawarkan arsitektur unik berpadu indah dengan estetik Bali kuno. Satu bangunan yang paling menonjol adalah Bale Kambang yang dikelilingi oleh kolam menawan bernama Taman Gili.

Lokasi: Jalan Kenanga Nomor 11, Semarapura Kelod, Kabupaten Klungkung

Jam operasional: setiap hari, pukul 08.00—17.00 Wita

Harga tiket masuk: Rp15 ribu hingga Rp50 ribu.

9. Taman Wisata Air Tirta Gangga

Taman Wisata Air Tirta Gangga (instagram.com/tirtagangga.bali)

Taman Wisata Air Tirta Gangga adalah bekas istana air kerajaan yang dibangun oleh Raja Karangasem pada tahun 1948. Destinasi ini terkenal dengan kolam mata air alaminya yang jernih, patung-patung klasik Hindu, serta arsitektur perpaduan Bali-Tiongkok. Air kolamnya berasal dari mata air suci yang jernih dan sejuk, serta terdapat jembatan setapak batu yang membelah kolam berisi banyak ikan koi besar.

Lokasi: Jalan Raya Abang, Desa Ababi, Abang, Kabupaten Karangasem

Jam operasional: setiap hari, pukul 06.00—19.00 Wita

Harga tiket masuk: Rp25 ribu hingga Rp90 ribu.

10. Taman Ujung

Taman Ujung (instagram.com/tamansoekasadaujung)

Taman Ujung atau Taman Soekasada Oejoeng merupakan taman peristirahatan yang dibangun pada 1909 di bawah Pemerintahan Raja Karangasem. Bangunannya pun unik, dengan arsitektur perpaduan antara Bali, Tiongkok, dan Eropa. Kamu bisa menikmati keindahan arsitektur berlatarkan pegunungan serta pemandangan laut yang luas.

Lokasi: Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem

Jam operasional: setiap hari, pukul 07.00—19.00 Wita

Harga tiket masuk: Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.

Bali menawarkan lebih dari sekadar wisata alam dan pantai. Beragam situs bersejarah yang tersebar di berbagai kabupaten di atas, menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi segala umur untuk liburan sekolah. Kamu bisa mengunjungi salah satu tempat di atas untuk mendapatkan pengetahuan baru sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

FAQ Seputar Wisata Sejarah di Bali untuk Liburan Sekolah

Bagaimana tips mengajak anak-anak agar tidak bosan saat keliling wisata sejarah di Bali?

Buat permainan interaktif seperti scavenger hunt kecil-kecilan (mencari relief tertentu), sewa pemandu lokal untuk menceritakan dongeng kerajaan dengan seru, dan selingi kunjungan dengan istirahat membeli es kelapa atau camilan lokal di sekitar situs.

Apakah transportasi umum mudah diakses untuk menjangkau tempat-tempat bersejarah di Bali?

Transportasi umum ke situs sejarah di luar Denpasar masih terbatas. Sangat disarankan untuk menyewa mobil beserta sopir (car rental with driver) atau menggunakan taksi daring agar perjalanan liburan keluarga lebih fleksibel dan nyaman.

Kapan waktu terbaik dalam setahun untuk mengunjungi tempat wisata sejarah terbuka di Bali?

Waktu terbaik adalah saat musim kemarau antara bulan Mei hingga September. Cuaca yang cerah akan membuat aktivitas berjalan-jalan di area terbuka seperti Pura Gunung Kawi atau Taman Ujung menjadi jauh lebih nyaman bagi anak-anak.

Apakah ada aturan pakaian khusus saat mengajak anak-anak berkunjung ke pura bersejarah?

Ya, karena merupakan tempat suci, pengunjung wajib mengenakan pakaian sopan (menutup bahu dan lutut) serta memakai kain sarung (kamen) dan selendang (senteng). Biasanya kain ini sudah disediakan gratis atau disewakan di loket masuk pura.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article