Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Uniknya Tarian Prabha Ing Ranu yang Jadi Ikon Ulun Danu Beratan

Uniknya Tarian Prabha Ing Ranu yang Jadi Ikon Ulun Danu Beratan
Tarian Prabha Ing Ranu (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih
  • Tarian Prabha Ing Ranu ditampilkan di Festival Budaya Ulun Danu Beratan, menonjol dengan gerakan unik dan kostum bernuansa biru serta putih yang mencerminkan keindahan Danau Beratan.
  • Karya ciptaan I Made Sugiarta ini menggambarkan cahaya suci Dewi Danu dan empat unsur penyeimbang Catur Lawa sebagai simbol harmoni antara alam, spiritualitas, dan kehidupan.
  • Gerakan memercikkan tirta di akhir tarian melambangkan kesakralan Catur Lawa, sementara warna kostum merepresentasikan air Danau Beratan sebagai sumber keseimbangan dan kesuburan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Tarian ikon dari Ulun Danu Beratan, Prabha Ing Ranu ditampilkan dalam pembukaan Festival Budaya di Daya Tarik Wisata Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden pada Minggu (21/6/2026). Tarian ini menarik perhatian pengunjung karena keunikan gerakan tari serta kostumnya yang didominasi warna biru muda, biru tua dan putih.

Pencipta tari Prabha Ing Ranu, I Made Sugiarta yang juga dikenal dengan nama Kadek Oleh mengatakan proses penciptaan tarian ini memakan waktu satu bulan. Ia menjelaskan Prabha Ing Ranu merupakan representasi kekuatan alam yang terpancar sebagai cahaya suci Dewi Danu, sumber kehidupan dan penjaga keseimbangan jagat yang beristana di Pura Ulun Danu Beratan. Cahaya tersebut menjadi simbol energi ilahi yang memberi kehidupan, kesuburan, serta keharmonisan antara alam semesta dan manusia. Inilah yang menjadi inti makna dari tarian Prabha Ing Ranu.

1. Makna pemberian air tirta di akhir tarian

IMG-20260624-WA0016.jpg
Tarian Prabha Ing Ranu (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Pada akhir tarian Prabha Ing Rabu, empat penari tampak memercikkan tirta ke penonton. Ternyata gerakan ini ada makna tersendiri. Menurut Sugiarta dalam tatanan sakral Pura Ulun Danu Beratan, keseimbangan itu dijaga oleh Catur Lawa, empat unsur penyeimbang yang menjadi pilar penopang kemuliaan pura utama. Catur berarti empat dan Lawa berarti penyeimbang, merepresentasikan empat kekuatan yang saling melengkapi dan menopang keberadaan pusat kesucian tersebut. Kehadirannya menjadi fondasi yang menjaga harmoni hubungan antara kekuatan alam, spiritualitas, dan kehidupan.

Catur Lawa ini adalah Pucak Kayu Sugih di bagian Selatan, Pucak Sangkur di bagian Utara, Pucak Teratai Bang di bagian Barat dan Pucak Mangu di bagian Timur. "Empat penari mewakili Catur Lawa ini. Gerakkan memercikkan tirta ini menunjukkan kesakralan Catur Lawa ini," ujarnya, Rabu (24/6/2026)

2. Tarian Prabha Ing Rabu menggambarkan pancaran cahaya Dewi Danu

IMG-20260622-WA0011(1).jpg
Tarian Prabha Ing Ranu (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Tarian Prabha Ing Ranu dibawakan lima penari. Empat penari mewakili Catur Lawa dan satu penari sebagai Dewi Danu.

Sugiarta yang juga dosen pendidikan seni tari keagamaan Hindu Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar, mengatakan melalui komposisi gerak yang dinamis dan harmonis, karya ini menggambarkan pancaran cahaya Dewi Danu yang memancar dari pusat kesucian, kemudian berinteraksi dengan empat unsur warna sebagai representasi penyeimbang yang mengelilingi dan menjaga keseimbangannya. Pertemuan antara cahaya dan kekuatan penopang tersebut melahirkan keselarasan yang utuh, mencerminkan keterhubungan seluruh unsur dalam menjaga kehidupan.

"Prabha Ing Ranu menjadi simbol sinar kehidupan yang senantiasa hadir sebagai sumber kekuatan dan keseimbangan. Sebuah refleksi mengenai pentingnya harmoni antara pusat kehidupan dan unsur-unsur penyangganya, yang bersama-sama membentuk tatanan alam semesta yang lestari, seimbang, dan penuh berkah," katanya.

3. Kostum tari merefleksikan warna cahaya dan air di Danau Beratan

IMG-20260624-WA0014.jpg
Tarian Prabha Ing Ranu (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Hal yang menarik perhatian dari tarian Prabha Ing Ranu adalah kostumnya yang didominasi warna biru muda, biru tua dan putih. Kombinasi warga ini sangat indah dipandang mata dan membuat tentram yang menonton. Sugiarta mengarakan warna-warna ini dipilih mewakili warna air dari Danau Beratan.

"Kostum ini merupakan simbol presentasi dari air itu sendiri sehingga diambilkan warna biru muda, biru tua dan putih," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest Travel Bali

See More