Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kawasan Wisata Bali yang Bisa Dijelajahi Jalan Kaki

5 Kawasan Wisata Bali yang Bisa Dijelajahi Jalan Kaki
jalan kaki di Bali (dok.pribadi/Natalia Indah)
Intinya Sih
5W1H
  • Artikel menyoroti lima kawasan wisata Bali—Sanur, Ubud, Seminyak, Kuta, dan Nusa Dua—yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki untuk pengalaman liburan lebih santai.
  • Setiap kawasan menawarkan keunikan tersendiri, mulai dari jalur tepi pantai Sanur hingga suasana seni dan budaya khas Ubud yang bisa dinikmati tanpa kendaraan.
  • Berjalan kaki di area tersebut memberi kesempatan menemukan kafe lokal, toko kerajinan, spot foto menarik, serta menikmati atmosfer Bali yang lebih dekat dan autentik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan di Bali selalu punya cara untuk membuat orang ingin kembali. Ada yang datang demi mengejar matahari terbit, menikmati hamparan sawah, berburu kuliner lokal, atau sekadar berjalan santai sambil menikmati semilir angin laut. Menariknya, tidak semua pengalaman itu harus dinikmati dari balik kemudi kendaraan.

Berjalan kaki menjadi satu cara mengenal Bali lebih dekat di beberapa kawasan wisata. Selain lebih santai, kamu punya kesempatan menemukan kafe mungil, toko kerajinan, hingga spot foto yang sering terlewat saat berkendara.

Jika ingin menikmati suasana Pulau Dewata dengan ritme yang lebih pelan, berikut lima kawasan wisata yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki.

1. Jalur pedestrian Sanur

jalan setapak tepi pantai Sanur (dok.pribadi/Natalia Indah)
jalan setapak tepi pantai Sanur (dok.pribadi/Natalia Indah)

Sanur memiliki jalur pedestrian dan jalan setapak di sepanjang pesisir yang membentang sekitar lima kilometer dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari. Jalur ini menjadi favorit wisatawan maupun warga lokal untuk berjalan santai, jogging, maupun bersepeda di tepi pantai.

Kamu dapat menemukan deretan kafe, restoran, hotel, hingga tempat penyewaan sepeda di sepanjang jalan ini. Suasananya relatif lebih tenang dibandingkan kawasan wisata lain di Bali.

2. Jalan santai di pusat Ubud

suasana di pusat Ubud (dok.pribadi/Natalia Indah)
suasana di pusat Ubud (dok.pribadi/Natalia Indah)

Pusat Ubud menjadi kawasan yang nyaman dieksplorasi tanpa kendaraan. Dalam radius yang tidak terlalu jauh, kamu bisa berpindah dari Pasar Seni Ubud menuju Puri Saren Ubud, lalu berjalan ke Jalan Monkey Forest yang dipenuhi toko suvenir, galeri seni, restoran, hingga kafe.

Meski beberapa trotoar tidak terlalu lebar, berjalan kaki justru menjadi cara terbaik menikmati atmosfer Ubud yang dipenuhi aktivitas seni dan budaya. Kamu juga bisa lebih leluasa melihat arsitektur tradisional Bali yang masih terjaga di sepanjang jalan. Menariknya lagi, kamu dapat menemukan beberapa tempat pertunjukan seni saat malam hari.

3. Surga kuliner dan belanja Seminyak

area tepi pantai di Seminyak (dok.pribadi/Natalia Indah)
area tepi pantai di Seminyak (dok.pribadi/Natalia Indah)

Seminyak menjadi pilihan menarik bagi kamu yang gemar berburu kuliner maupun berbelanja. Sepanjang Jalan Kayu Aya hingga Jalan Petitenget, terdapat banyak kafe, restoran, hingga toko fesyen yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Lalu lintas kawasan ini pun cukup padat pada jam-jam tertentu, sehingga jalan kaki menjadi alternatif untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa harus mencari area parkir. Jika ingin merasakan semilir angin laut, kamu bisa jalan kaki di tepi pantai dari Pantai Petitenget menuju Pantai Double Six. Waktu terbaik berjalan kaki di Seminyak adalah pagi atau menjelang sore sambil menunggu sunset tiba.

4. Menikmati pantai hingga pusat perbelanjaan di Kuta

jalan setapak tepi Pantai Kuta (dok.pribadi/Natalia Indah)
jalan setapak tepi Pantai Kuta (dok.pribadi/Natalia Indah)

Meski terkenal ramai, kawasan Kuta masih menjadi destinasi yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki terutama di sepanjang Pantai Kuta. Dari area pantai, kamu dapat berjalan menuju pusat perbelanjaan, restoran, hingga berbagai toko suvenir yang berada di sekitar Jalan Pantai Kuta.

Menjelang sore, suasana semakin hidup dengan banyaknya orang yang berburu matahari terbenam. Banyak pula pedagang makanan atau minuman ringan dan pertunjukan musik di sekitar pantai yang membuat pengalaman berjalan kaki lebih menyenangkan.

5. Kawasan wisata dengan trotoar tertata di Nusa Dua

jalan kaki di Nusa Dua (dok.pribadi/Natalia Indah)
jalan kaki di Nusa Dua (dok.pribadi/Natalia Indah)

Berbeda dengan kawasan wisata yang ramai dan padat kendaraan, Nusa Dua dikenal memiliki lingkungan yang lebih tertata. Kawasan ini punya trotoar lebar serta promenade di sepanjang pantai yang menghubungkan sejumlah hotel, pusat belanja, hingga restoran.

Kamu dapat berjalan kaki menikmati pantai berpasir putih tanpa harus berhadapan dengan lalu lintas yang padat. Kalau ingin bersantai seharian, kamu bisa berjalan dari Waterblow, Pantai Mengiat, hingga Bali Collection untuk mencari tempat makan atau berbelanja oleh-oleh.

Tidak semua destinasi di Bali harus dijelajahi dengan kendaraan. Kawasan seperti Sanur, Ubud, Seminyak, Kuta, hingga Nusa Dua di atas menawarkan pengalaman liburan yang lebih santai ketika dinikmati dengan berjalan kaki. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menemukan banyak sudut menarik yang mungkin terlewat jika hanya melintas menggunakan motor atau mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Latest Travel Bali

See More