Kenzo Nambu usai mencetak gol ke gawang Semen Padang. (Instagram.com/baliunitedfc)
Bali United menggunakan tujuh dari delapan pemain asing yang diperbolehkan main di Liga 1 2024/2025. Mereka adalah Adilson Maringa (kiper), Elias Dolah (bek), Brandon Wilson (gelandang), Mitsuru Maruoka (gelandang), Kenzo Nambu (gelandang), Privat Mbarga (depan), dan Everton Nascimento (depan). Dari nama-nama tersebut, tidak semuanya mampu menampilkan performa terbaiknya.
Sebut saja Kenzo Nambu, pemain asal Jepang ini masih belum memberikan kontribusi maksimal bagi Serdadu Tridatu. Pemain yang telah mencetak 1 gol ini lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Berbeda dengan rekannya yang berasal dari Jepang, Mitsuru Maruoka, menampilkan performa lebih baik. Maruoka mampu mengisi lini tengah dan membatu serangan dengan baik.
Mantan pemain RANS Nusantara FC ini memiliki kekuatan, kecepatan, dan skill yang menunjang mobilitasnya di lini tengah. Selama putaran pertama, Maruoka telah memberikan 2 gol dan 2 assist. Jika dirinya mampu bermain dengan performa yang konsisten, tentu akan menjadi senjata andalan Bali United di lini tengah.
Gelandang asing lainnya adalah Brandon Wilson. Pemain kelahiran Botswana ini memiliki passing dan penguasaan bola yang cukup baik. Sayangnya, Teco lebih sering memainkannya sebagai bek. Walaupun ia mampu mengisi posisi ini dengan baik, namun performa Brandon terlihat lebih baik saat dirinya bermain sebagai gelandang bertahan.
Di lini belakang terdapat dua pemain asing yaitu Elias Dolah dan Adilson Maringa. Dolah terlihat cukup padu dengan Kadek Arel menjadi tembok kokoh Bali United. Dengan postur tinggi besar, pemain Timnas Thailand ini tak tergantikan mengisi lini belakang Bali United.
Sedangkan Adilson Maringa memiliki performa yang kurang baik di awal musim. Namun, ia berhasil menunjukkan kemampuan maksimalnya di akhir putaran pertama Liga 1 2024/2025. Kiper asal Brasil ini mencatatkan tiga kali cleansheet.
Di lini depan, Bali United memiliki duet Everton dan Privat Mbarga. Privat Mbarga mampu bermain cukup baik dengan mencetak 7 gol bagi Bali United. Pemain Timnas Kamboja ini masih mampu menunjukkan skill penguasaan bola dan kecepatan larinya dengan baik.
Everton lebih terlihat sebagai pemain pemantul dibandingkan sebagai striker murni di lini depan. Dengan tubuhnya yang tinggi, ia lebih bertugas untuk membuka ruang bagi Privat Mbarga maupun penyerang sayap lainnya untuk mencetak gol. Pemain asal Brasil ini telah mencetak 5 gol bagi Serdadu Tridatu.
Bali United masih menyisakan satu slot pemain asing lagi. Tentunya, sisa slot ini bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan striker untuk menambah daya gedor tim asuhan Teco ini. Kita tunggu, apakah Bali United akan memiliki penyerang baru untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 2024/2025 atau tidak.