Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perjalanan Bali United di Putaran Pertama, Tak Konsisten

Perjalanan Bali United di Putaran Pertama, Tak Konsisten
Privat Mbarga (merah) dihadang pemain Persebaya Surabaya (hijau). (Instagram.com/baliunitedfc)

Bali United menutup putaran pertama Liga 1 2024/2025 dengan hasil positif. Serdadu Tridatu berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan skor 2-0. Hasil ini membawa Bali United bertengger di posisi kelima klasemen sementara dengan poin 27.

Perjalanan tim asuhan Stefano "Teco" Cugurra ini mengalami pasang surut di putaran pertama. Sempat bertengger di puncak klasemen, namun harus tergusur di akhir putaran pertama. Seperti apa perjalanan Bali United di putaran pertama Liga 1 2024/2025?

1. Pemain asing belum bermain maksimal

Kenzo Nambu usai mencetak gol ke gawang Semen Padang. (Instagram.com/baliunitedfc)
Kenzo Nambu usai mencetak gol ke gawang Semen Padang. (Instagram.com/baliunitedfc)

Bali United menggunakan tujuh dari delapan pemain asing yang diperbolehkan main di Liga 1 2024/2025. Mereka adalah Adilson Maringa (kiper), Elias Dolah (bek), Brandon Wilson (gelandang), Mitsuru Maruoka (gelandang), Kenzo Nambu (gelandang), Privat Mbarga (depan), dan Everton Nascimento (depan). Dari nama-nama tersebut, tidak semuanya mampu menampilkan performa terbaiknya.

Sebut saja Kenzo Nambu, pemain asal Jepang ini masih belum memberikan kontribusi maksimal bagi Serdadu Tridatu. Pemain yang telah mencetak 1 gol ini lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Berbeda dengan rekannya yang berasal dari Jepang, Mitsuru Maruoka, menampilkan performa lebih baik. Maruoka mampu mengisi lini tengah dan membatu serangan dengan baik.

Mantan pemain RANS Nusantara FC ini memiliki kekuatan, kecepatan, dan skill yang menunjang mobilitasnya di lini tengah. Selama putaran pertama, Maruoka telah memberikan 2 gol dan 2 assist. Jika dirinya mampu bermain dengan performa yang konsisten, tentu akan menjadi senjata andalan Bali United di lini tengah.

Gelandang asing lainnya adalah Brandon Wilson. Pemain kelahiran Botswana ini memiliki passing dan penguasaan bola yang cukup baik. Sayangnya, Teco lebih sering memainkannya sebagai bek. Walaupun ia mampu mengisi posisi ini dengan baik, namun performa Brandon terlihat lebih baik saat dirinya bermain sebagai gelandang bertahan.

Di lini belakang terdapat dua pemain asing yaitu Elias Dolah dan Adilson Maringa. Dolah terlihat cukup padu dengan Kadek Arel menjadi tembok kokoh Bali United. Dengan postur tinggi besar, pemain Timnas Thailand ini tak tergantikan mengisi lini belakang Bali United.

Sedangkan Adilson Maringa memiliki performa yang kurang baik di awal musim. Namun, ia berhasil menunjukkan kemampuan maksimalnya di akhir putaran pertama Liga 1 2024/2025. Kiper asal Brasil ini mencatatkan tiga kali cleansheet.

Di lini depan, Bali United memiliki duet Everton dan Privat Mbarga. Privat Mbarga mampu bermain cukup baik dengan mencetak 7 gol bagi Bali United. Pemain Timnas Kamboja ini masih mampu menunjukkan skill penguasaan bola dan kecepatan larinya dengan baik.

Everton lebih terlihat sebagai pemain pemantul dibandingkan sebagai striker murni di lini depan. Dengan tubuhnya yang tinggi, ia lebih bertugas untuk membuka ruang bagi Privat Mbarga maupun penyerang sayap lainnya untuk mencetak gol. Pemain asal Brasil ini telah mencetak 5 gol bagi Serdadu Tridatu.

Bali United masih menyisakan satu slot pemain asing lagi. Tentunya, sisa slot ini bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan striker untuk menambah daya gedor tim asuhan Teco ini. Kita tunggu, apakah Bali United akan memiliki penyerang baru untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 2024/2025 atau tidak.

2. Performa Bali United yang tidak konsisten

Everton (merah) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya. (Instagram.com/baliunitedfc)
Everton (merah) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya. (Instagram.com/baliunitedfc)

Bali United berhasil mengawali Liga 1 2024/2025 dengan hasil positif, mengalahkan Persik Kediri dan Semen Padang FC. Serdatu Tridatu bahkan sempat memimpin klasemen sementara. Sayangnya, menjelang akhir putaran pertama, Ricky Fajrin dan kawan-kawan tidak bisa menjaga performa mereka.

Dari tujuh pertandingan terakhir, mereka hanya mampu meraih 2 kali menang, 4 kali kalah, dan 1 kali seri. Bersyukur, Bali United berhasil mencuri kemenangan di akhir putaran pertama dari Persebaya Surabaya. Serdadu Tridatu menutup putaran pertama di posisi kelima dengan raihan 27 poin.

Pada awal Liga 1 2024/2025, Bali United mampu memperlihatkan permainan dari kaki ke kaki. Serangan dibangun dari lini belakang, lini tengah, dan diselesaikan oleh lini depan. Sayangnya, menjelang putaran pertama berakhir, Bali United seolah-olah kembali ke setelan pabrik. Mereka kembali mengandalkan bola-bola panjang (long pass) yang dengan mudah dibaca oleh pemain lawan. Hal ini menyebabkan permainan Seradu Tridatu terlihat monoton.

3. Produktivitas dan ketangguhan lini belakang Bali United

Elias Dolah saat masuk sebagai pemain pengganti. (Instagram.com/baliunitedfc)
Elias Dolah saat masuk sebagai pemain pengganti. (Instagram.com/baliunitedfc)

Statistik produktivitas Bali United di putaran pertama bisa dikatakan cukup bagus. Mereka berhasil mencetak 24 gol, walaupun masih memiliki selisih yang jauh dengan calon lawan mereka, Persib Bandung yang mencatatkan 29 gol. Jika melihat raihan gol pada musim lalu yaitu 55 gol, tentu angka ini masih sangat mungkin untuk dilampaui oleh punggawa Serdadu Tridatu pada musim ini.

Sektor pertahanan, Elias Dolah dan kawan-kawan kebobolan sebanyak 15 gol dari 16 pertandingan yang dilakoni. Serdadu Tridatu mencatatkan 6 pertandingan tanpa kebobolan. Bali United di putaran pertama tidak pernah mengalami kekalahan besar. Kekalahan terbesar mereka saat menghadapi Borneo FC dan PSBS Biak dengan skor 0-2. Melihat hasil ini, lini belakang bisa dikatakan cukup solid untuk menghalau serangan lawan.

4. Minim penonton dan tuntutan Teco out menggema

Dukungan Semeton Dewata terhadap Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)
Dukungan Semeton Dewata terhadap Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)

Pada Liga 1 2024/2025, pertandingan kandang Bali United bisa dikatakan sepi penonton. Tribun Utara yang biasanya penuh dan bergemuruh, musim ini jauh lebih lenggang. Padahal, Bali United memiliki performa yang cukup baik di awal musim.

Penonton mulai memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta di akhir putaran pertama. Padahal, Bali United justru bermain tidak konsisten dengan taktik bola-bola panjangnya. Selain itu, di media sosial diramaikan oleh ajakan untuk mengosongkan stadion karena performa Bali United yang menurun.

Di sisi lain, tuntutan Teco out kembali menggema di akhir putaran pertama. Satu di antara basis pendukung Bali United, North Side Boys (NSB), menyuarakan dengan lantang agar sang pelatih yang membawa Bali United dua kali juara Liga 1 ini untuk hengkang dari Bali United.

"Berdasarkan hasil negatif dari empat pertandingan secara beruntun dan posisi klasemen pada minggu ke-14, kami menyatakan untuk mulai konsisten menyuarakan evaluasi terhadap jajaran pelatih dan official tim Bali United. Terkhusus pada posisi Stefano Cugurra Teco sebagai pimpinan dalam jajaran pelatih, yang bertanggung jawab atas torehan hasil negatif secara beruntun dari Bali United," tulis NSB dalam unggahan akun media sosial mereka.

Beberapa komentar di akun Instagram Bali United menyebutkan, Teco miskin taktik. Taktik yang dijalankan mudah dibaca karena selalu mengandalkan bola-bola panjang. Kritikan ini menggema tidak hanya saat Bali United meraih hasil kalah atau seri saja.

Namun, Teco juga patut mendapatkan apresiasai karena sudah mulai mempromosikan pemain-pemain dari akademi atau kelompok umur Bali United. Sebut saja nama Kadek Lanang, Gede Sunu, Gede Agus Mahendra, Kadek Arel, Adi Wiryatama, dan Mouri Ananda. Tentunya hal ini bisa menjadi regenerasi pemain di tubuh Bali United, dan memunculkan talenta-talenta anak muda Bali di sepak bola profesional.

Bali United wajib berbenah untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 2024/2025 yang akan dimulai pada Januari 2025. Taktik yang digunakan pelatih harus lebih bervariasi dengan memanfaatkan aliran bola pendek dari kaki ke kaki, agar tidak mudah dibaca oleh tim lawan. Semeton Dewata masih menaruh harapan besar Bali United mampu mengangkat trofi Liga 1 2024/2025.

Share
Topics
Editorial Team
Ari Budiadnyana
EditorAri Budiadnyana
Follow Us

Latest Sport Bali

See More

Jadwal Bali United Maret 2026, Hanya Melakoni 2 Laga

03 Mar 2026, 11:02 WIBSport