Brandon Wilson (tengah, kostum putih) saat merebut bola dari hadangan pemain Borneo FC. (Instagram.com/baliunitedfc)
Pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra, melakukan beberapa rotasi posisi pemain. Pada babak pertama, Teco terlihat menerapkan strategi bertahan. Hal ini terlihat adanya penumpukan pemain di lini belakang Bali United.
Brandon Wilson yang biasanya berperan sebagai gelandang bertahan, diplot sebagai libero (bek). Strategi ini sebenarnya cukup efektif merendam agresivitas lini serang Borneo FC. Sayangnya, kelengahan lini belakang Serdadu Tridatu berhasil dimanfaatkan oleh Christophe Nduwarugira untuk menyundul tendangan pojok Stefano Lilipaly hingga membuahkan gol pada menit ke-40.
Pada babak kedua, Teco mengembalikan ke strategi menyerang untuk mencetak gol. Brandon kembali diplot sebagai gelandang, dan memasukkan Kenzo Nambu menggantikan Made Tito. Strategi ini membuat Bali United berhasil menciptakan beberapa peluang. Sayangnya, Serdadu Tridatu belum mampu menciptakan gol hingga babak kedua berakhir.
Di sisi lain, strategi ini justru menimbulkan lubang di lini pertahanan Bali United. Borneo FC berhasil memanfaatkan celah ini. Mariano Peralta yang berdiri bebas berhasil meneruskan bola umpan dari Berguinho menjadi gol pada menit ke-73.