Jauh dari Suporter, Irja Akui Performa Bali United Turun

Bali United mengalami penurunan performa pada putaran kedua Liga 1 Indonesia musim ini. Bali United yang sempat berada pada puncak klasemen di putaran pertama, merosot sampai ke posisi 5 menjelang akhir kompetisi.
Penyerang sayap Bali United, Irfan Jaya, menyampaikan kekecewaannya dengan hasil negatif yang dialami skuad Serdadu Tridatu pada putaran kedua Liga 1 Indonesia. Menurutnya sama sekali tidak bisa bermain di kandang dan cederanya beberapa pemain, sangat berpengaruh terhadap performa Bali United pada paruh kedua musim ini.
1. Menjalani pertandingan away sepanjang paruh kedua

Pada paruh kedua musim ini, Bali United sama sekali tidak dapat bermain di markasnya Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar. Hal ini lantaran Stadion Kapten I Wayan Dipta awalnya dipersiapkan untuk venue Piala Dunia U-20. Namun berakhirnya kompetisi di musim ini, barulah FIFA mengeluarkan rilis perihal pembatalan ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Hal ini tentu saja sangat merugikan Bali United. Mengingat ia satu-satunya tim di luar Pulau Jawa yang harus bertanding jauh dari pendukungnya di Bali. Sehingga bisa dikatakan, Bali United bermain away sepanjang paruh kedua musim ini.
Situasi inilah membuat konsentrasi dan permainan Bali United naik turun selama putaran kedua karena jauh dari dukungan suporter.
”Situasi yang berat juga musim ini buat saya pribadi dan juga tim. Kami tidak bisa bermain di kandang dan situasi ini seperti kami menjalani pertandingan away di putaran kedua ini. Kami bermain tanpa didampingi suporter dan situasi ini sangat sulit,” ujar Irfan Jaya, Minggu (9/4/2023) petang.
2. Beberapa pemain pilar mengalami cedera

Irfan Jaya juga mengatakan, penurunan peforma Bali United tidak lepas dari cederanya beberapa pemain pilar. Bahkan dirinya sempat cedera dan absen untuk operasi, serta recovery panjang untuk bisa kembali ke lapangan.
"Begitu juga dengan saya sendiri juga sempat absen 4 bulan di musim ini sehingga situasi sangat berat untuk saya pribadi dan juga untuk tim,” ungkap Irfan Jaya dikutip dari pernyataan resminya pada laman resmi klub.
Selain Irfan Jaya, beberapa pemain yang sempat cedera yakni Made Andhika Wijaya, Sidik Saimima dan Irfan Jaya. Bahkan Kadek Agung sejak awal kompetisi hingga jelang berakhirnya kompetisi tahun ini belum bisa bermain, karena cedera yang dialaminya.
3. Kembalikan mental pemain pasca cedera

Bali United akan menutup kompetisi Liga 1 musim ini dengan menghadapi PSIS Semarang hari Rabu (12/4) mendatang di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Pada pertandingan ini, Bali United wajib tidak kehilangan poin untuk mengamankan posisi 5 besar pada klasemen akhir Liga 1 Indonesia.
Hanya saja pelatih Bali United, Stefano Cugurra menegaskan, dirinya ingin memberikan kesempatan bermain kepada beberapa pemain yang baru pulih dari operasi pasca cedera. Misalnya saja Made Andhika Wijaya, Sidik Saimima, dan Irfan Jaya.
Ini untuk mengembalikan mental para pemain tersebut, pasca mengalami cedera. Pada beberapa pertandingan terakhir, Stefano Cugurra memang memberikan kesempatan kepada ketiganya untuk bermain kembali.
"Kami sudah bicara beberapa kali, jelang kompetisi berakhir ini, kami tidak terlalu lihat hasil. Beberapa pemain musim ini alami cedera cukup serius, jadi menurut saya harus berikan kesempatan bermain lagi agar kepercayaan diri mereka kembali," ungkap Stefano Cugurra, Senin (10/4/2023).
















![[QUIZ] Olahraga Tradisional Bali Favorit, Kami Tebak Gaya Bertandingmu](https://image.idntimes.com/post/20250705/upload_2fe31657121e8f13cd897131c4ec5b07_076775d4-cd58-4291-b735-0be93010d89f_watermarked_idntimes-1.jpg)

