Kadek Arel (putih) saat menghalau serangan pemain PSIM Yogyakarta. (Instagram.com/baliunitedfc)
Johnny Jansen seolah tidak pernah melakukan evaluasi lini pertahanan timnya. Blunder pemain bertahan Bali United kembali terjadi saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Hal ini membuat Bali United kebobolan tiga gol di babak kedua.
Pada babak pertama, lini belakang Bali United terlihat mampu menutup setiap celah dari pemain PSIM Yogyakarta. Ketatnya lini belakang yang digalang Joao Ferrari membuat pemain PSIM kesulitan masuk ke daerah pertahanan Bali United.
Johnny Jansen memasang tiga bek, Joao Ferrari, Kadek Arel, dan Ricky Fajrin dengan garis pertahanan yang tidak terlalu tinggi. Ketiganya terlihat tidak sering maju membantu serangan seperti laga-laga sebelumnya.
Sayangnya, hal ini tidak terlihat di babak kedua. Penjagaan pemain lawan mulai renggang dan beberapa di antaranya sering berdiri bebas yang luput dari pengawalan pemain Bali United.
Ini terbukti saat Shavio Sheva mencetak gol melalui tendangan kerasnya. Pemain PSIM ini sama sekali tidak mendapatkan pengawalan pemain Bali United, sehingga dengan leluasa melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Kesalahan fatal kembali dilakukan oleh Kadek Arel. Pemain Timnas Garuda Muda ini salah mengantisipasi bola sehingga membuat bola dikuasai pemain lawan. Hal ini memaksa Joao Ferrari melakukan pelanggaran yang berbuah kartu merah. Kartu merah ini menjadi petaka bagi Bali United yang membuat mereka bermain dengan 10 pemain.
Hal ini dimanfaatkan oleh para pemain PSIM Yogyakarta untuk menggempur pertahanan Bali United. Akibat blunder fatal ini, akun Instagram Kadek Arel diserang komentar negatif dari penggemar Bali United yang kecewa atas kejadian tersebut.
Selain blunder Kadek Arel, gol bunuh diri Ricky Fajrin di menit-menit akhir babak kedua juga turut membuyarkan kemenangan Bali United. Ricky Fajrin yang bermaksud menghalau bola dengan tandukannya justru masuk ke gawang Mike Hauptmeijer. Hilangnya Ferrari membuat PSIM selalu memenangkan duel-duel bola atas. Gol penyama kedudukan tim berjuluk Laskar Mataram ini diciptakan melalui tandukan Franco Ramos di babak injury time.