Bali United Gagal Menutup Februari dengan Kemenangan Manis

Bali United kembali gagal mempersembahkan kemenangan pada laga lanjutan Liga 1 2024/2025. Serdadu Tridatu harus takluk dengan skor telak 1-3 dari tuan rumah, Barito Putera.
Pertandingan pekan ke-24 Liga 1 2024 ini digelar di Stadion Demang Lehman, Senin (24/2/2025) malam. Seperti apa fakta-fakta menarik dari laga ini?
1. Empat gol tercipta di Stadion Demang Lehman

Selepas kick off, kedua tim langsung melancarkan serangan. Laskar Antasari, julukan Barito Putera, terlihat lebih bermain terbuka untuk memancing pemain Bali United keluar dari daerah pertahanannya. Taktik ini terbukti berhasil, Jaime Moreno mencetak gol pembuka bagi Barito Putera pada menit ke-15.
Pemain-pemain Barito Putera terlihat bermain gigih selepas gol pertama tersebut. Tim asuhan Vitor Tinoco seolah tidak gentar dengan Bali United yang memiliki posisi jauh lebih baik di klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Pemain Barito Putera kembali berhasil membobol gawang Bali United yang dijaga oleh Adilson Maringa. Lucas Morelatto berhasil menciptakan gol kedua di penghujung babak pertama setelah menerima umpan Levy Madinda.
Bali United mendapatkan asa untuk menyamakan kedudukan pada babak kedua. Boris Kopitovic sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-53. Setelah gol ini, pemain Bali United kembali terlihat bersemangat untuk mencetak gol. Ricky Fajrin dan kawan-kawan terlihat lebih agresif untuk menusuk ke jantung pertahanan Barito Putera.
Alih-alih menambah gol, Bali United justru harus kebobolan. Sepakan Murilo meluncur ke gawang Bali United setelah terkena kaki Bek Bali United, Agung Mannan. Skor 3-1 untuk kemenangan Barito Putera bertahan hingga pertandingan berakhir.
2. Rapuhnya pertahanan Bali United saat menghadapi Barito Putera

Pemain bertahan Bali United yang biasanya tampil agresif menghalau bola lawan, tampil melempem pada laga ini. Duet bek asing, Elias Dolah dan Jaime Xavier, seolah tak berdaya menghadapi serangan demi serangan pemain Barito Putera. Moreno, Morelatto, Madinda, dan Mendes dengan mudah mengacak daerah pertahanan Bali United.
Keempat pemain asing ini tidak mendapatkan pengawalan ketat pemain Bali United. Jika melihat gol Barito Putera, terlihat para pemain ini bergerak bebas tanpa pengawalan berarti, sehingga mudah melesakkan tendangan ke arah gawang Maringa. Lini pertahanan Serdadu Tridatu sering kalah dalam perebutan bola dengan para penyerang Barito Putera.
3. Mitsuru Maruoka sering membuang-buang peluang

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Mitsuru Maruoka kembali mendapatkan kepercayaan sebagai strarter. Gelandang serang asal Jepang ini sebelumnya lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Saat laga menghadapi Barito Putera, Maruoka bermain tidak dalam performa terbaiknya.
Ia beberapa kali terlihat salah passing dan sering kehilangan bola. Tak hanya itu, Maruoka beberapa kali terlihat egois memaksakan diri untuk menciptakan gol. Hal ini menyebabkan banyaknya peluang emas yang sia-sia. Jika saja dirinya mau membagi bola kepada pemain yang sudah berdiri bebas, tentu akan menghasilkan hasil akhir yang berbeda. Pada menit ke-72, Maruoka ditarik keluar digantikan oleh Everton Nascimento.
Dengan kekalahan 1-3 dari Barito Putera, membuat Bali United turun ke posisi ke-6 klasemen sementara Liga 1 2024/2025 dengan 38 poin. Pastinya, ini bukan hasil yang diharapkan oleh pemain maupun Semeton Dewata. Bali United gagal menutup Februari 2025 dengan kemenangan manis. Semoga lekas berbenah untuk laga selanjutnya!



















