Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perjalanan Bali United Hingga Pekan 7 Liga 1 2024/2025
Everton Nascimento (merah) saat berhadapan dengan pemain-pemain Barito Putera, (Instagram.com/baliunitedfc)

Bali United telah melakoni tujuh pertandingan Liga 1 2024/2025. Serdadu Tridatu saat ini berada di posisi tiga besar klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Tim asuhan Stefano "Teco" Cugurra ini berhasil memperoleh 14 poin hasil dari 4 kali menang, 2 kali seri, dan 1 kali kalah.

Hingga pekan ketujuh Liga 1 2024/2025, ada beberapa fakta-fakta perjalanan Bali United. Apa saja? Berikut daftar fakta-fakta menariknya!

1. Bali United masih mengandalkan bola panjang

Pemain Bali United (putih) dan Malut United (merah) saat sedang berebut bola. (Instagram.com/baliunitedfc)

Dalam dua pertandingan awal Liga 1 2024/2025, Bali United sudah terlihat tidak terlalu mengandalkan passing bola-bola panjang atau long ball. Para pemain sudah terlihat bermain dari kaki ke kaki dengan serangan yang dibangun dari lini belakang. Kehadiran Brandon Wilson dan Mitsuru Maruoka mampu mengalirkan bola dari lini belakang ke lini tengah, hingga memberikan suplai ke pemain depan Serdadu Tridatu. Sentuhan dari kaki ke kaki ini terlihat saat menghadapi Persik Kediri dan Semen Padang FC.

Sayangnya saat menghadapi Borneo FC, permainan seperti ini tidak terlalu terlihat lagi. Pemain Bali United seolah-olah kembali ke setelan pabrik, memilih untuk bermain bola-bola panjang. Dari pemain belakang, memberikan umpan jauh ke Privat Mbarga atau pemain sayap lainnya, kemudian memberikan umpan ke penyerang yang berada di daerah pertahanan lawan. Seolah-olah lini tengah hanya sebagai penghalau saat lawan melakukan serangan.

Pola permainan bola panjang ini terkadang cukup efektif. Namun beberapa kali terlihat, pemain lawan mampu membaca pola serangan ini. Privat, Irfan jaya, maupun pemain sayap lainnya sering kehilangan bola, sehingga memutus serangan Bali United. Selain itu, faktor kelelahan menyebabkan pola bola-bola panjang menjadi tidak efektif.

2. Everton Nascimento baru bisa mencetak gol pada pekan ketujuh

Everton Nascimento usai mencetak gol ke gawang Barito Putera. (Instagram.com/baliunitedfc)

Everton Nascimento merupakan satu di antara rekrutan anyar Bali United. Penyerang asal Brasil ini didatangkan untuk mengganti posisi yang ditinggalkan oleh Ilija Spasojevic. Sebelumnya, dirinya bermain untuk PSM Makassar.

Sebagai seorang striker, tentunya ia diharapkan mampu menyumbang gol bagi Bali United. Sayangnya, dalam enam pertandingan, Everton belum mampu mencetak satu gol. Padahal, ia selalu mendapatkan menit bermain dalam setiap pertandingan. Ia hanya berhasil menyumbang 1 assist saat menghadapi Semen Padang.

Everton akhirnya mampu mencetak gol pada pekan ketujuh saat menghadapi Barito Putera. Tak hanya mencetak gol perdana, pemain setinggi 1,86 meter ini sekaligus mencatatkan brace (dwi gol) pertamanya bersama Bali United. Gol pertamanya ia cetak pada menit ke-27 melalui tandukan kepala.

Gol keduanya terasa berbeda. Ia berhasil menciptakan gol di penghujung laga, saat permainan telah memasuki masa injury time. Gol hasil tandukan Everton ini sekaligus membawa kemenangan dramatis Bali United atas Barito Putera dengan skor 3-2. Tentunya, menarik ditunggu kiprah Everton untuk menambah pundi-pundi golnya bersama Serdadu Tridatu.

3. Bali United memiliki kiper pengganti yang tak kalah berkualitas

Fiturl Dwi saat debut bersama Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)

Saat ini, Bali United memiliki kiper utama asal Brasil, Adilson Maringa. Selain Maringa, ada kiper pengganti yang tak kalah berkualitas. Ia adalah Fitrul Dwi Rustapa, mantan penjaga gawang Persib Bandung.

Walaupun sebagai kiper pengganti, Fitrul mampu menujukkan kualitasnya saat di lapangan. Ia mendapatkan kesempatan menjaga gawang Bali United sebanyak empat kali, kkarena Maringa mengalami cedera saat menghadapi Persik Kediri pada laga pembuka Liga 1 2024/2025.

Menariknya, Fitrul mampu mencatatkan tiga cleansheet atau nir bobol saat dirinya bertugas di bawah mistar. Ia hanya kebobolan saat Bali United tunduk dari Borneo FC dengan skor 0-2. Maringa justru belum mencatatkan cleansheet hingga pekan ketujuh.

4. Pemain muda mendapatkan tempat sebagai starter

Kadek Lanang Agus Surya (tengah) saat menjalani debutnya di Liga 1 2024/2025. (Instagram.com/baliunitedfc)

Teco berhasil mempromosikan pemain-pemain muda dari akademi Bali United Youth. Ada nama Made Tito, Kadek Agung, Made Sunu, Kadek Dimas, Rahmat Arjuna, dan Kadek Arel. Kadek Arel bahkan telah menjadi bagian penting dari Timnas Garuda Muda.

Selain nama-nama tersebut, Teco kembali memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda dari Akademi Bali United Youth. Tercatat ada nama Maouri Simon, Wayan Arta Wiguna, Nathan Ari, I Komang Dedi Nova Tri Gunawan, dan Kadek Lanang Agus Surya Artayana. Khusus untuk Kadek Lanang, ia telah menjalani debut profesionalnya bersama Bali United saat menghadapi Malut United. Teco memberikan kepercayaan kepada pemain berusia 21 tahun ini sebagai starter pada pertandingan tersebut.

Walaupun beberapa kali melakukan kesalahan, secara umum, ia mampu bermain dengan baik sebagai pemain debutan. Saat itu, ia berhasil menjalani debut manis setelah Bali United menang telak atas Malut United dengan skor 4-1. Tak hanya Kadek Lanang, Komang Dedi Nova juga mendapatkan kesempatan debut pada pertandingan tersebut. Ia masuk menggantikan Kadek Lanang pada masa injury time.

5. Stadion Kapten I Wayan Dipta masih sepi penonton

Ilustrasi Stadion Dipta. (instagram.com/stadiondipta)

Tak heran, beberapa unggahan di media sosial menyebutkan Stadion Kapten I Wayan Dipta seperti kuburan saat Bali United bermain di kandang. Pasalnya, stadion ini sepi penonton saat Bali United bermain. Stadion yang berada di Kabupaten Gianyar ini memiliki kapasistas 15 ribu penonton.

Dalam setiap laga kandang Bali United, pendukung yang hadir tak pernah lebih dari setengah kapasitas Stadion Dipta. Dari catatan statistik Liga 1 2024/2025, jumlah penonton saat menghadapi Semen Padang FC adalah 5.311 orang, saat menghadapi Arema FC adalah 4.059 orang, saat menghadapi PSS Sleman adalah 4.557 orang, dan saat menjamu Barito Putera adalah 3.615 orang. Jika dijumlahkan, angka ini berbeda tipis dengan kapasitas Stadion Dipta.

Walaupun Bali United saat ini ada di posisi tiga besar klasemen sementara Liga 1 2024/2025, masih belum mampu menarik Semeton Dewata untuk datang ke stadion. Permainan Bali United yang lebih banyak memanfaatkan umpan-umpan jauh membuat permainan Serdadu Tridatu monoton. Hal ini menyebabkan permainan mereka seperti kehilangan daya tarik.

Di sisi lain, masih menggemanya keinginan sebagian Semeton Dewata untuk mengganti Teco diduga menjadi penyebab lainnya. Teco selama ini dianggap kurang memiliki variasi taktik, terutama menghadapi tim-tim kuat Liga 1 2024/2025. Apa pun alasannya, sebagai Semeton Dewata sudah seharusnya mendukung tim kesayangannya saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Seperti yang disampaikan Ricky Fajrin setelah menekuk Barito Putera, yang mana pemain Bali United sangat mengharapkan dukungan Semeton Dewata untuk kembali meramaikan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Gimana semeton?

Bali United akan menghadapi dua pertandingan pada Oktober 2024 nanti. Pertandingan pertama menghadapi tuan rumah Persita Tangerang, Minggu (20/10/2024) depan. Pertandingan kedua menjamu Persis Solo, pada Minggu (27/10/2024). Kira-kira, Ricky Fajrin dan kawan-kawan bisa menyapu bersih kemenangan gak ya?

Editorial Team