Ilustrasi Stadion Dipta. (instagram.com/stadiondipta)
Tak heran, beberapa unggahan di media sosial menyebutkan Stadion Kapten I Wayan Dipta seperti kuburan saat Bali United bermain di kandang. Pasalnya, stadion ini sepi penonton saat Bali United bermain. Stadion yang berada di Kabupaten Gianyar ini memiliki kapasistas 15 ribu penonton.
Dalam setiap laga kandang Bali United, pendukung yang hadir tak pernah lebih dari setengah kapasitas Stadion Dipta. Dari catatan statistik Liga 1 2024/2025, jumlah penonton saat menghadapi Semen Padang FC adalah 5.311 orang, saat menghadapi Arema FC adalah 4.059 orang, saat menghadapi PSS Sleman adalah 4.557 orang, dan saat menjamu Barito Putera adalah 3.615 orang. Jika dijumlahkan, angka ini berbeda tipis dengan kapasitas Stadion Dipta.
Walaupun Bali United saat ini ada di posisi tiga besar klasemen sementara Liga 1 2024/2025, masih belum mampu menarik Semeton Dewata untuk datang ke stadion. Permainan Bali United yang lebih banyak memanfaatkan umpan-umpan jauh membuat permainan Serdadu Tridatu monoton. Hal ini menyebabkan permainan mereka seperti kehilangan daya tarik.
Di sisi lain, masih menggemanya keinginan sebagian Semeton Dewata untuk mengganti Teco diduga menjadi penyebab lainnya. Teco selama ini dianggap kurang memiliki variasi taktik, terutama menghadapi tim-tim kuat Liga 1 2024/2025. Apa pun alasannya, sebagai Semeton Dewata sudah seharusnya mendukung tim kesayangannya saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Seperti yang disampaikan Ricky Fajrin setelah menekuk Barito Putera, yang mana pemain Bali United sangat mengharapkan dukungan Semeton Dewata untuk kembali meramaikan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Gimana semeton?
Bali United akan menghadapi dua pertandingan pada Oktober 2024 nanti. Pertandingan pertama menghadapi tuan rumah Persita Tangerang, Minggu (20/10/2024) depan. Pertandingan kedua menjamu Persis Solo, pada Minggu (27/10/2024). Kira-kira, Ricky Fajrin dan kawan-kawan bisa menyapu bersih kemenangan gak ya?