Comscore Tracker

Makna Melukat yang Dijalani Awkarin di Bali

Yuk dibaca biar gak salah paham tujuannya untuk apa

Penulis: Community Writer, Ari Budiadnyana

Karin Novilda mengunggah potret dirinya yang menjalankan ritual melukat di Bali, Sabtu (23/7/2022) kemarin. Perempuan yang akrab disapa Awkarin tersebut terlihat ekspresinya menangis selama ritual. Tak hanya Awkarin, Pevita Pearce juga pernah melakukan ritual serupa.

Ritual melukat adalah pembersihan diri secara batin dan rohani. Berikut ini makna melukat di Bali.

Baca Juga: Makna Ngaben di Bali Menurut Lontar Yama Purwana Tattwa

1. Makna melukat di Bali

Makna Melukat yang Dijalani Awkarin di BaliWarga melukat di Pura Taman Campuhan Sala, Kabupaten Bangli. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Melukat dalam Agama Hindu adalah ritual untuk membersihkan atau menyucikan diri manusia secara lahir batin. Ritual ini hampir sama dengan ruwatan dalam tradisi Jawa.

Ritual melukat dilakukan dengan cara mandi atau mengguyur tubuh seseorang dengan mata air. Karena hal tersebut, melukat juga disebut dengan ritual mandi suci.

Baca Juga: Tempat Melukat untuk Anak dengan Gangguan Bicara di Mengwi Bali

2. Fungsi melukat di Bali

Makna Melukat yang Dijalani Awkarin di BaliWarga melukat di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Melukat memiliki banyak fungsi dalam kepercayaan umat Hindu di Bali. Satu di antara yang paling sering adalah untuk membersihkan penyakit karena kekuatan-kekuatan negatif, dalam hal ini ilmu hitam.

Biasanya orang yang terkena ilmu hitam akan meronta-ronta seperti kesakitan selama melukat. Masyarakat meyakini hal itu terjadi karena kekuatan suci sedang membersihkan penyakit gaib dari dalam tubuh orang tersebut.

Selain untuk penyembuhan gaib, melukat juga memiliki fungsi lain seperti:

  1. Untuk menghilangkan sial
  2. Menyembuhkan luka batin
  3. Menghilangkan trauma
  4. Membuka pintu rejeki
  5. Memperlancar bicara untuk anak yang mengalami gangguan terlambat bicara
  6. Memohon keturunan
  7. Ketenangan batin
  8. Meruwat hari kelahiran, dan lainnya.

Fungsi melukat ini tergantung dari tujuan orang yang melakukan ritual tersebut.

Baca Juga: Ciri-ciri Pekarangan Rumah Aura Positif Versi Bali

3. Sarana yang digunakan untuk melukat

Makna Melukat yang Dijalani Awkarin di BaliFoto hanya ilustrasi. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Ada beberapa sarana-sarana upacara yang perlu dipersiapkan sebelum melukat. Sarananya bisa berbeda-beda, tergantung dari tempat pengelukatan. Namun sarana pokok yang harus ada adalah:

  1. Air suci, biasanya dibuat secara spiritual atau berasal dari mata air suci
  2. Bunga harum berbagai jenis dan warna
  3. Kelapa muda yang berukuran kecil atau disebut bungkak. Biasanya menggunakan bungkak hijau (Bungkak gadang) dan bungkak kuning (Bungkak gading)
  4. Sarana upacara persembahan yang dinamakan pejati dan canang

Kamu bisa menghubungi orang yang bertugas di lokasi melukat untuk menanyakan sarana-sarana yang perlu dibawa.

Baca Juga: Tempat Melukat untuk Anak dengan Gangguan Bicara di Mengwi Bali

4. Bisa dilakukan di beberapa tempat suci

Makna Melukat yang Dijalani Awkarin di BaliPura Taman Campuhan Sala. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Bali memiliki banyak tempat untuk melakukan ritual melukat dengan beragam fungsi. Beberapa pura tersebut antara lain:

  • Pura Tirta Empul di Desa Tampaksiring, Gianyar adalah salah satu tempat melukat yang cukup populer. Di pura ini, warga yang datang melukat tidak hanya dari umat Hindu saja, namun banyak dari umat lain, bahkan hingga warga asing
  • Pura Tirta Ulun Danu, Songan, Kintamani, Bangli tempat melukat yang berada dipinggir Danau Batur
  • Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba, tempat melukat yang saat ini populer karena memiliki pemandangan yang alami dan sangat indah
  • Pura Taman Pecampuhan Sala, terletak di daerah Bangli dengan lingkungan yang masih sangat alami, dan berbagai tempat lainnya.

Untuk tempat-tempat melukat lainnya bisa dibaca di sini.

Walaupun lokasinya berada di tempat ibadah umat Hindu, namun umat lain bisa melakukan ritual ini. Umat yang melakukan ritual ini harus menyesuaikan dengan tata cara di tempat melukat.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya