Comscore Tracker

Pedagang Tidak Tetap di Pasar Galiran Berharap Bisa Rapid Test Gratis

Rapid test massal ini hanya diperuntukkan pedagang tetap

Klungkung, IDN Times - Hari pertama penutupan Pasar Umum Galiran dilaksanakan Senin (22/6) ini. Jika biasanya crowded, aktivitas di pasar terbesar wilayah Klungkung tersebut tampak sangat lenggang. Penutupan pasar hari pertama ini dimanfaatkan untuk rapid test massal kepada 500an lebih pedagang tetap Pasar Galiran. Bagaimana hasilnya?

Baca Juga: Rapid Test 11 Pedagang dan Petugas Pasar Galiran Klungkung Reaktif

1. Petugas melakukan pembersihan dan pembenahan sirkulasi selama pasar tersebut tutup

Pedagang Tidak Tetap di Pasar Galiran Berharap Bisa Rapid Test GratisDok.IDN Times/Istimewa

Kondisi Pasar Galiran Klungkung sangat lengang. Beberapa petugas pasar memanfaatkan keadaan ini untuk bersih-bersih hingga ke blok pasar. Mereka juga menambahkan tempat cuci tangan.

"Penutupan pasar selama tiga hari ini kami manfaatkan untuk lakukan pembenahan sirkulasi pasar, termasuk kita semprot semua dengan disinfektan," ujar Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Klungkung, I Komang Sugianta.

Pihaknya menjelaskan, pedagang bermobil dari luar daerah harus melengkapi diri dengan rapid test begitu pasar dibuka pada hari Kamis (25/6).

"Pedagang bermobil ini banyak dari luar daerah. Mereka nanti harus rapid test dari daerah mereka masing-masing" ungkapnya.

Baca Juga: Pasar Galiran Ditutup 3 Hari, Ribuan Pedagang Akan Rapid Test Massal

2. Pedagang bermobil dari luar daerah harus melengkapi diri dengan hasil rapid test jika ingin berjualan di Pasar Galiran

Pedagang Tidak Tetap di Pasar Galiran Berharap Bisa Rapid Test GratisIDN Times/Wayan Antara

Lebih dari 500 pedagang tetap di Pasar Galiran menjalani rapid test massal. Tujuannya untuk memutus transmisi lokal. Karena dalam beberapa minggu ini, kasus transmisi lokal di Kabupaten Klungkung mengalami peningkatan.

"Ini merupakan upaya screening dari kami, untuk memutus transmisi lokal di Pasar Galiran. Dalam beberapa minggu ini, angka transmisi lokal di Klungkung memang mengalami peningkatan dan beberapa kasus yang terinfeksi merupakan pedagang di Pasar Galiran," ujar Ketua Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat ditemui disela-sela pelaksanaan rapid test terhadap pedagang, Senin (22/6).

Selain rapid test, pada hari itu juga dilakukan tes swab terhadap beberapa warga yang sempat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Pria yang juga menjabat sebagai Bupati Klungkung ini mengungkapkan, rapid test akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan.

"Target kita sekitar 1500 pedagang semunya harus dapat rapid (Test)," jelasnya.

Baca Juga: Ini Batas Harga Hingga Tempat Resmi Rapid Test dan Swab di Bali 

3. Pedagang lancuban dari luar daerah berharap bisa rapid test secara gratis

Pedagang Tidak Tetap di Pasar Galiran Berharap Bisa Rapid Test GratisIDN Times/Wayan Antara

Tidak sedikit pedagang lancuban (Pedagang tidak tetap) yang berasal dari luar Klungkung memilih berjualan di Pasar Galiran. Mereka berharap bisa mendapatkan fasilitas rapid test secara gratis.

"Nanti saat pasar kembali dibuka, katanya harus menunjukkan surat rapid test. Tapi yang dapat fasilitas rapid test cuma pedagang tetap. Kami bingung mau rapid (Test) di mana," ungkap Sutapa, seorang pedagang asal Rendang, Kabupaten Karangasem.

Jika harus rapid test di puskesmas terdekat secara mandiri, ia harus membayar. Itu pun surat keterangan rapid test hanya berlaku selama tujuh hari.

"Kami pedagang kecil yang susah. Informasinya bayarnya sampai Rp300 ribu. Pedagang lancuban seperti kami, paling dapat jualan cuma setengahnya," keluhnya.

Sementara itu, bagi warga Klungkung yang ingin melakukan rapid test secara mandiri, bisa datang ke lima puskesmas dengan biaya Rp235 ribu. Berikut daftarnya:

  1. Puskesmas Klungkung 1
  2. Pusksmas Dawan 1
  3. Puskesmas Banjarangkan 1
  4. Puskesmas Nusa Penida 1
  5. Puskesmas Nusa Penida 2.

Baca Juga: Bedanya Rapid Test, Swab dan PCR! Lebih Akurat Mana?

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya