5 Hal Harus Diwaspadai Gen Z saat Liburan Tahun Baru

Perayaan tahun baru tinggal menghitung hari. Ada berbagai macam cara merayakan tahun baru, dari berpesta dengan teman sebaya hingga di rumah saja bersama keluarga. Ada pula yang memilih liburan ke luar kota hingga luar negeri. Generasi Z (Gen Z) punya segudang ide merayakan liburan yang ingin dicoba demi merayakan tahun baru. Idenya itu muncul dari media sosial (medsos).
Namun, perlu diwaspadai agar pengeluaran liburan tidak bikin kantong kamu boncos. Ini dia lima hal yang harus diwaspadai gen z agar liburan aman dan gak bikin kantong kering.
1. Fomo

Fear of missing out atau fomo merupakan kondisi takut tertinggal akan suatu hal. Ini juga bisa terjadi lho selama kamu liburan tahun baru. Kamu takut ketinggalan tidak liburan keluar negeri. Akhirnya kamu nekat tetap berlibur tanpa perencanaan keuangan.
Alhasil, akhir dari liburanmu malah dipenuhi utang, dan itu di luar perencanaan anggaran kamu. Lalu, untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, kamu melanjutkannya dengan meminjam uang dari keluarga bahkan pinjol (pinjaman online). Duh jangan sampai deh!
2. Gengsi berkedok self-reward

Self-reward jadi kata kunci Gen Z untuk memanjakan diri setelah diterpa kerjaan. Namun, self-reward kerap disalahgunakan untuk memenuhi gengsi. Liburan hingga makan di restoran di luar kemampuan tetap menjadi dorongan Gen Z demi self-reward.
Tujuannya sih menghargai hasil kerja keras diri sendiri, tetapi kalau sampai lupa menabung untuk hari tua nanti, artinya kamu perlu evaluasi diri!
3. Jadi people pleaser

Demi menghindari konflik, Gen Z kadang terjebak dalam belenggu people pleaser atau pribadi yang menyenangkan semua orang. Alhasil, liburan bersama keluarga atau makan-makan, malah kamu semua yang membayarnya. Padahal ada mekanisme patungan lho. Kamu justru memilih bayar seluruh tagihan sendiri.
Kalau ujung-ujungnya kamu menggerutu atas pribadimu sebagai people pleaser, ini semua harus diakhiri. Yuk pahami kondisi keuanganmu dan mulai peduli terhadap masa depan kamu.
4. Haus validasi

Haus validasi ini setali tiga uang dengan gengsi berkedok self-reward. Validasi bahwa inner chiled atau trauma di masa kecil perlu diobati sampai pembuktian ke orang lain, bisa jadi pemicu rencana liburan tahun baru yang tidak bijak.
Kamu berfokus pada pengeluaran yang tidak perlu hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain. Kalau ini semakin tidak terkendali, kamu perlu berkonsultasi ke psikolog ya.
5. Berujung jadi penipu ulung

Ini yang paling bahaya akibat keempat hal di atas jika tidak kamu waspadai. Karena memenuhi gengsi itu tidak bijak dalam mengelola keuangan. Kamu meminjam uang ke sana kemari, gali dan tutup lubang. Pola itu kamu ulangi demi unggahan media sosial yang keren bagimu.
Jika kamu merasa dalam situasi ini, selamatkan dirimu sebelum jadi bencana dalam pengelolaan keuangan dan kesehatan mentalmu. Tahun boleh baru, dan bijaklah dalam merayakannya.






![[QUIZ] Tipe-Tipe Liburan di Bali, Ini Karakter Upin Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)
![[QUIZ] Dari Tiga Macam Sifat Triguna, Ini Tokoh Upin dan Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250525/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-18c86825124943ca3aa285fede1cb3b7.jpg)










