Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Woewolo Bertahan Tanpa Bantuan Pascgempa, Bangun Tenda Sendiri
Warga di Posko Aekaka, Kampung Buru, Desa Woewolo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada 17 Agustus 2026. (Dok.Petrus Nuwa)
  • Gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo sejak 15 Agustus 2026 menewaskan 68 orang dan melukai 213 orang, dengan korban terbanyak di Manggarai serta Manggarai Timur.
  • Warga Desa Woewolo dilaporkan belum menerima bantuan, tinggal di tenda mandiri, serta menghadapi putusnya air bersih, akses pasar, listrik, komunikasi, dan persediaan makanan.
  • Polda Bali mengirim lima truk bantuan lewat Hercules, sementara TNI memprioritaskan evakuasi, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo menewaskan 68 orang dan melukai 213 orang. Warga Desa Woewolo dilaporkan bertahan tanpa bantuan, dengan rumah hancur, air bersih dan akses pasar terputus.
  • Who?
    Petrus Nuwa dan keluarganya di Desa Woewolo terdampak gempa. Warga NTT, personel TNI, Polda Bali, BPBD Bali, serta Pemerintah Provinsi Bali terlibat dalam penanganan dan penyaluran bantuan.
  • Where?
    Dampak dilaporkan di Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Nagekeo, Desa Woewolo di Kecamatan Mauponggo, serta Manggarai dan Manggarai Timur. Penanganan juga diprioritaskan di Mbay dan Maumere.
  • When?
    Gempa terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026. Kondisi warga Woewolo dilaporkan pada Senin, 17 Agustus 2026, hingga pukul 20.40 Wita. Penggalangan bantuan Bali berlangsung 16–28 Agustus 2026.
  • Why?
    Gempa menyebabkan rumah warga hancur, instalasi air bersih, akses pasar, listrik, dan komunikasi terganggu. Penanganan darurat dilakukan untuk evakuasi, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur vital.
  • How?
    Warga Woewolo mendirikan tenda mandiri dan sebagian keluarga mengungsi. Polda Bali mengirim lima truk bantuan melalui pesawat Hercules, sementara TNI mengevakuasi warga dan mengaktifkan posko di Labuan Bajo serta Maumere.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia terasa tidak biasa hari ini, Senin (17/8/2026). Duka mendalam tengah menyelimuti warga Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di Kabupaten Nagekeo.

Kejadian gempa Sabtu lalu, 15 Agustus 2026 hingga hari ini telah menewaskan 68 orang. Korban meninggal terbanyak tercatat di Manggarai 26 orang dan Manggarai Timur 24 orang; sementara 213 orang mengalami luka-luka.

Anggota keluarga korban, Petrus Nuwa, warga Desa Woewolo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo mengaku keluarganya tidak mendapatkan bantuan sama sekali hingga hari ini, sedangkan rumahnya sudah hancur.

Ia terpaksa mendirikan tenda secara mandiri sebagai tempat tinggal sementara. Kelistrikan pun kadang mati, sehingga banyak warga terdampak dan kesulitan berkomunikasi. Hingga pukul 20.40 Wita, akses komunikasi juga sulit dilakukan, diduga kelistrikan sedang bermasalah di sana.

"Rumah keluarga hancur. Boro-boro bantuan, mereka aja sampai sekarang tidur di kemah sendiri. Instalasi air bersih putus, akses pasar putus, beras habis. Mereka gak ada makan," ungkapnya saat diwawancara IDN Times pukul 15.00 Wita, Senin (17/8/2026).

Sementara Rahma bercerita keluarga besarnya masih mengungsi di gunung dampak kejadian tersebut. Kondisi korban gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai jauh berbeda dengan di Nagekeo karena bantuannya sudah mulai dirasakan para korban.

"Untungnya bantuan tipis-tipis sudah mulai masuk," jawabnya.

1. Polda Bali mengirimkan lima truk bantuan korban bencana alam NTT

Posko Aekaka, Kampung Buru, Desa Woewolo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada 17 Agustus 2026. (Dok.Petrus Nuwa)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Daniel Adityajaya, telah mengirimkan lima truk bantuan untuk para korban di NTT. Bantuan terdiri dari kebutuhan pokok makanan siap saji untuk orang dewasa dan anak-anak, termasuk air mineral, susu, dan biskuit kemasan.

Selain itu juga perlengkapan seperti selimut, tempat tidur lipat, terpal maupun keperluan lainnya. Bantuan tersebut dikirimkan melalui pesawat Hercules milik TNI AU, untuk mempercepat distribusinya ke titik-titik pengungsian, pada Senin (17/8/2026).

Polda Bali juga berencana akan mengirimkan armada kendaraan dapur lapangan milik Satbrimob Polda Bali, lengkap dengan personelnya dan psikologi.

"Ini wujud kepedulian kita terhadap sesama yang terkena bencana," ungkapnya.

2. Pemerintah Provinsi Bali membuka penggalangan bantuan bencana

Rapat koordinasi penanggulangan bencama gempa bumi di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026). (Dok.Kodam IX/Udayana)

Sementara itu, Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Provinsi Bali juga telah membuka akses penggalangan bantuan bencana gempa bumi di NTT sejak 15 Agustus 2026. Apabila warga, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha di Bali bermaksud memberikan bantuan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui BPBD Provinsi Bali dapat memfasilitasi pengumpulan bantuan berupa uang.

Bantuan berupa uang dapat ditransfer melalui rekening Bali Peduli Bencana Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Nomor Rekening: 010.01.0501679-1 dengan jangka waktu transfer dimulai tanggal 16 Agustus 2026 sampai 28 Agustus 2026. Seluruh bantuan akan disalurkan kepada warga terdampak melalui Posko Penanganan Darurat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

3. Personel TNI berjibaku evakuasi korban gempa

Rapat koordinasi penanggulangan bencama gempa bumi di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026). (Dok.Kodam IX/Udayana)

Belum lama ini Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, memimpin langsung Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat,, pada Minggu (16/8/2026), yang melibatkan unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah pusat.

Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan bahwa bantuan bencana dari Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan ke wilayah terdampak menggunakan pesawat Hercules A-1343.

“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kita dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kita siagakan untuk membantu warga, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujarnya.

Ia menegaskan personel TNI di lapangan akan terus bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan kondisi darurat, khususnya di wilayah Mbay dan Maumere yang menjadi daerah dengan dampak cukup parah.

Prioritas penanganan diarahkan pada evakuasi warga, distribusi bantuan dan logistik, dukungan kesehatan, serta pemulihan fasilitas dan infrastruktur vital yang terdampak gempa.

Selain penanganan darurat, rapat juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan jaringan listrik, komunikasi, ketersediaan BBM, distribusi logistik, akses jalan dan jembatan, serta pendataan menyeluruh terhadap masyarakat yang terdampak.

Posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere turut diaktifkan guna memperkuat koordinasi sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat dan cepat.

Editorial Team

Related Article