Denpasar, IDN Times - Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia terasa tidak biasa hari ini, Senin (17/8/2026). Duka mendalam tengah menyelimuti warga Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di Kabupaten Nagekeo.
Kejadian gempa Sabtu lalu, 15 Agustus 2026 hingga hari ini telah menewaskan 68 orang. Korban meninggal terbanyak tercatat di Manggarai 26 orang dan Manggarai Timur 24 orang; sementara 213 orang mengalami luka-luka.
Anggota keluarga korban, Petrus Nuwa, warga Desa Woewolo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo mengaku keluarganya tidak mendapatkan bantuan sama sekali hingga hari ini, sedangkan rumahnya sudah hancur.
Ia terpaksa mendirikan tenda secara mandiri sebagai tempat tinggal sementara. Kelistrikan pun kadang mati, sehingga banyak warga terdampak dan kesulitan berkomunikasi. Hingga pukul 20.40 Wita, akses komunikasi juga sulit dilakukan, diduga kelistrikan sedang bermasalah di sana.
"Rumah keluarga hancur. Boro-boro bantuan, mereka aja sampai sekarang tidur di kemah sendiri. Instalasi air bersih putus, akses pasar putus, beras habis. Mereka gak ada makan," ungkapnya saat diwawancara IDN Times pukul 15.00 Wita, Senin (17/8/2026).
Sementara Rahma bercerita keluarga besarnya masih mengungsi di gunung dampak kejadian tersebut. Kondisi korban gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai jauh berbeda dengan di Nagekeo karena bantuannya sudah mulai dirasakan para korban.
"Untungnya bantuan tipis-tipis sudah mulai masuk," jawabnya.
