Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Video Dewasa Karangasem Gegerkan Bali, Dua WN Prancis Diburu Imigrasi
ilustrasi merekam (unsplash.com/Zach Ramelan)
  • Imigrasi mengidentifikasi dua warga Prancis, EMC dan JPS, dalam video dewasa berdurasi 13 menit yang diduga direkam di Karangasem, lalu memasukkan nama mereka ke daftar Subject of Interest.
  • Keduanya tercatat masuk lewat Bandara Ngurah Rai pada 6 Januari 2026 dengan VOA dan keluar 18 Januari; video diduga direkam saat itu, lalu diunggah pada Agustus.
  • Sistem SOI memungkinkan petugas mendeteksi dan memeriksa keduanya jika kembali masuk Indonesia. Gubernur Bali juga akan mengumpulkan konsulat jenderal membahas pelanggaran WNA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Imigrasi memasukkan dua warga negara Prancis ke aplikasi Subject of Interest setelah mengidentifikasi mereka sebagai pemeran video dewasa berdurasi 13 menit yang diduga direkam di Karangasem.
  • Who?
    Perempuan Prancis berinisial EMC dan laki-laki Prancis berinisial JPS dicari Imigrasi. Kepala Kantor Imigrasi Buleleng Anak Agung Gde Kusuma Putra menyampaikan langkah tersebut.
  • Where?
    Video diduga direkam di kawasan wisata Kabupaten Karangasem, Bali. Nama keduanya telah terhubung ke seluruh pintu pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan Indonesia.
  • When?
    Keduanya masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 6 Januari 2026 dan keluar pada 18 Januari 2026. Video diduga direkam Januari serta diunggah sekitar Agustus 2026.
  • Why?
    Skema SOI diterapkan agar EMC dan JPS dapat terdeteksi bila kembali ke Indonesia, sehingga pemeriksaan awal dan proses hukum lanjutan dapat dilakukan.
  • How?
    Imigrasi melakukan penelusuran siber dan integrasi data keimigrasian untuk mengidentifikasi keduanya. Sistem SOI akan memberi deteksi otomatis kepada petugas jika mereka memasuki Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badung, IDN Times - Nama dua orang warga Prancis, perempuan berinisial EMC dan laki-laki berinisial JPS, masuk dalam aplikasi Subject of Interest (SOI) di seluruh pintu masuk Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Buleleng (Singaraja), Anak Agung Gde Kusuma Putra, sebagai tindak lanjut konten video dewasa berdurasi 13 menit yang melibatkan warga negara asing (WNA), dan diduga diproduksi di kawasan wisata Kabupaten Karangasem. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah antisipatif agar proses hukum tetap berjalan.

"Kami bergerak cepat melakukan penelusuran siber dan integrasi data keimigrasian. Kami berhasil mengidentifikasi identitas kedua pemeran dalam video tersebut," ungkapnya di Kantor Imigrasi Ngrah Rai, pada Senin (26/10/2026).

1. Kejadian asusila terjadi Januari 2026 lalu, dan baru diunggah Agustus 2026

Ilustrasi asusila. (IDN Times/ Agung Sedana)

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Buleleng (Singaraja), Anak Agung Gde Kusuma Putra, hasil pemeriksaan pada sistem keimigrasian menunjukkan bahwa keduanya tercatat masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 6 Januari 2026 menggunakan Visa on Arrival (VOA). Mereka meninggalkan Indonesia pada 18 Januari 2026.

"Video tersebut diduga kuat direkam pada saat mereka menginap di Karangasem pada rentang waktu Januari tersebut. Namun baru diunggah ke platform dewasa sekitar Agustus 2026 ketika mereka sudah berada di luar Indonesia," jelasnya.

2. Skema SOI diterapkan, petugas bisa menangkap sewaktu-waktu

Ilustrasi paspor (unsplash.com/kit)

Nama yang masuk dalam SOI, secara otomatis akan terkoneksi dan tersebar di seluruh pintu masuk tempat pemeriksaan keimigrasian, baik di bandara maupun pelabuhan di seluruh Indonesia. Skenario penindakannya, jika keduanya mencoba masuk ke Indonesia, maka sistem akan otomatis mendeteksi keberadaan mereka, sehingga petugas bisa langsung melakukan pemeriksaan awal dan proses hukum lanjutan.

"Pengawasan siber maupun pengawasan lapangan terus kami tingkatkan demi menjaga martabat, keamanan, dan ketertiban pariwisata Bali," jelasnya.

3. Gubernur Bali akan mengumpulkan konsulat jenderal di Bali

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (Dok.IDN Times/istmewa)

Sementara itu, menanggapi kejadian serupa yang terus berulang, Gubernur Bali, Wayan Koster, berjanji akan segera mengumpulkan Konsulat Jenderal dari berbagai negara di Bali untuk membahas tindakan WNA yang melanggar normal, penyalahgunaan izin tinggal, dan sebagainya.

"Karena ini menyangkut hubungan antarnegara. Jadi juga kita harus sangat berhati-hati. Jangan sampai juga langkah yang kita ambil ini kontraproduktif," terangnya.

Tindakan asusila yang tersebar di masyarakat tersebut disebutnya berdampak pada kehormatan dan kualitas Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

"Saya melihat itu terjadi, melihat di video beredar secara umum," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article