Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Denpasar Targetkan PAD Rp2,89 Triliun Pada 2027
Ilustrasi tumpukan uang (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Pemkot Denpasar menargetkan PAD lebih dari Rp2,89 triliun dalam rancangan APBD 2027 yang disampaikan Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara di DPRD.
  • Belanja Daerah 2027 dirancang melampaui Rp3,35 triliun, menimbulkan defisit lebih dari Rp459,63 miliar yang akan ditutup melalui Pembiayaan Daerah.
  • Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan naik menjadi lebih Rp3,26 triliun dan belanja mencapai lebih Rp3,90 triliun, dengan defisit Rp644,73 miliar dari SiLPA 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Denpasar menargetkan Pendapatan Asli Daerah 2027 lebih dari Rp2,89 triliun dalam Rancangan APBD 2027, dengan belanja daerah lebih dari Rp3,35 triliun dan defisit lebih dari Rp459,63 miliar.
  • Who?
    Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan rancangan tersebut; sidang dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan diikuti 37 anggota DPRD dari berbagai fraksi.
  • Where?
    Penyampaian rancangan anggaran berlangsung dalam Sidang Paripurna ke-15 DPRD Kota Denpasar di Gedung DPRD Kota Denpasar.
  • When?
    Target dan rancangan APBD 2027 disampaikan pada Kamis, 10 September 2026. Anggaran yang dirancang berlaku untuk tahun 2027.
  • Why?
    Belanja 2027 disusun dengan pendekatan prestasi kerja berorientasi hasil untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran, serta menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
  • How?
    Defisit APBD 2027 direncanakan ditutup melalui Pembiayaan Daerah. Penyusunan mengacu pada pembahasan KUA-PPAS, Kerangka Ekonomi Makro, kebijakan fiskal, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menargetkan Pendapatan Daerah (PAD) sebesar lebih dari Rp2,89 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanjda Daerah (APBD) 2027. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam Sidang Paripurna ke-15 DPRD Kota Denpasar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (10/9/2026) kemarin.

Sementara itu, Belanja Daerah dirancang sebesar lebih dari Rp3,35 triliun, sehingga terdapat defisit sebesar Rp459,63 miliar lebih yang rencananya ditutup melalui Pembiayaan Daerah.

"Belanja Tahun 2027 kami susun dengan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil, untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran," jelasnya.

Lebih lanjut, s

Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, serta diikuti oleh 37 orang anggota DPRD Kota Denpasar dari berbagai fraksi.

Menurutnya, penyusunan kedua rancangan anggaran tersebut telah mengacu pada hasil pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) KUA-PPAS Perubahan 2026 tanggal 12 Agustus 2026 dan KUA-PPAS 2027 tanggal 28 Juli 2026.

Penyusunannya juga telah disesuaikan dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025 dan Nomor 17 Tahun 2026.

"Penyusunan ini sudah memperhatikan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, baik menyangkut pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah," ujarnya.

Pada Rancangan Perubahan APBD 2026, target Pendapatan Daerah naik Rp179,83 miliar menjadi Rp3,26 triliun lebih. Kenaikan terbesar berasal dari PAD yang bertambah Rp178,73 miliar menjadi Rp2,22 triliun lebih. Sementara itu Belanja Daerah juga naik Rp262,40 miliar menjadi Rp3,90 triliun lebih.

"Dari perhitungan tersebut, dapat disebutkan defisit Perubahan APBD 2026 tercatat Rp644,73 miliar lebih. Defisit akan ditutup melalui Penerimaan Pembiayaan dari SiLPA Tahun 2025," ujarnya.

Editorial Team

Related Article