Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tabanan Ekspor 1 Ton Produk Cokelat ke 4 Negara
instagram.com/cauchocolatesbali
  • PS4 Cau Chocolates ekspor 1 ton cokelat ke Amerika, Inggris, Jepang, dan Australia.
  • Harga biji cokelat kering fermentasi mencapai Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per kg.
  • Kebutuhan bahan baku cokelat masih sangat tinggi, permintaan ekspor baru sekitar 10 persen dari pasar lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Produk cokelat dari Tabanan dilirik pasar Internasional. Melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (PS4) Cau Chocolates yang berlokasi di Desa Petiga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, sebanyak 1 ton produk cokelat diekspor ke luar negeri.

Kadek Surya Prasetya Wiguna dari PS4 Cau Chocolates mengungkap, negara tujuan ekspor cokelat ada empat negara, yaitu Amerika, Inggris, Jepang dan Australia. Produk cokelat yang dikirim ke luar negeri itu berupa bubuk, butter, nibs, dan cokelat blok (batangan). 

Adapun bahan baku cokelat berupa biji kering fermentasi, diserap dari petani cokelat Tabanan yang menjadi binaan PS4 Cau Chocolates. "Potensi cokelat saat ini masih sangat tinggi sekali. Sehingga diharapkan petani di Tabanan bisa lebih serius untuk terjun dalam budidaya cokelat," ujarnya, Kamis (13/2/2025)

1. Di tingkat petani, harga cokelat capai Rp180 per kilogram

www.instagram.com/cauchocolatesbali

Surya melanjutkan, dalam memenuhi bahan baku untuk produk cokelat ini, pihak Cau Chocolates mengambil biji cokelat kering fermentasi dari petani cokelat yang ada di Tabanan. Harganya bisa mencapai Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram (kg) biji cokelat kering fermentasi.

"Kalau biji cokelat nonfermentasi harganya di bawah itu," ujarnya.

Menurutnya pihak Cau Chocolates mengambil cokelat dari petani yang menjadi binaannya. "Bagi petani yang ingin menjadi binaan, kami sangat terbuka. Nantinya kami akan meninjau kebun cokelat petani. Apabila cukup baik, nantinya akan ada kerjasama baik itu berupa pemberian bibit dari Cau Chocolates atau petani membeli bibit yang sudah disiapkan oleh Cau Chocolates," jelas Surya.

Untuk kebutuhan ekspor sebanyak satu ton produk cokelat, pihak Cau Chocolates menyerap sebanyak kurang lebih 1,5 ton biji cokelat kering fermentasi dari petani.

2. Produk cokelat paling banyak diserap pasar lokal

www.instagram.com/cauchocolatesbali

Menurut Surya, saat ini permintaan produk cokelat dari Cau Chocolates kebanyakan terserap di pasar lokal dan domestik. Serapannya ke pasar oleh-oleh hingga hotel. Sementara permintaan ekspor baru sekitar 10 persen dari permintaan pasar. "Sebenarnya kebutuhan bahan baku cokelat masih sangat tinggi sekali. Bisa dikatakan saat ini masih kekurangan bahan baku," ujarnya.

Untuk ekspor, kata dia, negara  yang sudah rutin memesan produk cokelat dari Cau Chocolates adalah Australia. "Setiap tahun Australia setidaknya memesan produk cokelat sebanyak 300 kilogram hingga 400 kilogram. Negara lain masih penjajakan dan diharapkan bisa kontinyu. Target kami tahun ini bisa mengekspor setidaknya 5 ton produk cokelat," ujarnya.

3. Cokelat Indonesia sangat diminati

instagram.com/cauchocolatesbali

Menurut Surya, cokelat Indonesia pada umumnya--termasuk  Bali-- sangat diminati baik  pasar domestik maupun pasar luar negeri. Hal ini dikarenakan  kandungan minyak cokelatnya atau butter tinggi, yaitu sekitar 30-40 persen.

"Dalam cokelat ada dua kandungan yaitu powder dan butter. Kandungan butter ini menentukan harga. Di lapangan, harga butter cokelat itu dihargai Rp1 juta per kilogramnya sementara powder-nya saat ini dihargai  Rp200 ribu hingga Rp300 ribu," jelas Surya.

Editorial Team

Related Article