Denpasar, IDN Times - Seorang laki-laki berjalan ringkih dan meliuk di Patung Catur Muka, Kota Denpasar, sekitar pukul 17.41 Wita. Badannya penuh bercak putih dan memakai gaun putih yang panjang. Suara erangan dia bersama kicauan burung dari speaker bersahutan. Laki-laki tersebut lalu tertunduk lemah, menggapai dan memasang masker gas di paving.
Teatrikal ini mengiringi gerakan masyarakat sipil di Bali melalui Aksi Kamisan Bali. Mereka menyerukan berbagai isu yang terjadi di Indonesia. Mulai dari kebakaran hutan yang tak kunjung usai, sejumlah program pemerintah bermasalah, termasuk menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Bali.
Aksi Kamisan ke-76, pada Kamis (5/11/2026), bertabur anak muda dan seniman. Mereka menyebut seni yang ditampilkan hari ini sebagai simbol perlawanan. Mulai dari berbagai puisi dengan pemeran yang menyemburkan api. Termasuk teatrikal bertemakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu pernapasan.