Semara Ratih Jadi Andalan Turunkan Angka Stunting di Tabanan

Tabanan, IDN Times - Kesiapan pasangan dalam berumah tangga baik dari segi materi maupun mental menjadi kunci penting melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting. Untuk ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan meluncurkan program Semara Ratih pada November 2022. Sejak program ini diluncurkan sudah ada sebanyak 3.495 pasangan pengantin di Kabupaten Tabanan mengikuti program ini.
Program Semara Ratih sendiri merupakan program konseling pranikah. Program ini terbukti efektif menekan angka stunting di Tabanan hingga mencapai 2,75 persen pada 2025 dari total 21.079 balita sasaran. Angka capaian ini menggambarkan keberhasilan intervensi dari hulu yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui edukasi pranikah wajib bagi calon pengantin. Melalui program ini, pasangan tidak hanya dipersiapkan secara administratif, tetapi juga dari sisi kesehatan, mental, dan sosial sebelum membangun keluarga.
1. Program Semara Ratih berikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tabanan Ni Wayan Dewi Sariati memaparkan Program Semara Ratih diberikan secara gratis dan dapat diakses melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing-masing desa. TPK terdiri dari bidan, kader PKK, kader KB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh adat dan agama. TPK ini memberikan edukasi menyeluruh.
Adapun materi yang diberikan berupa meliputi kesehatan reproduksi. ''Selain itu juga ada materi berupa pola asuh anak, hingga deteksi dini risiko stunting berbasis surveilans keluarga," katanya, Rabu (25/3/2026)
2. Peserta mendapatkan sertifikat siap nikah dan hamil

Sariati melanjutkan setiap pasangan yang telah mengikuti Program Semara Ratih akan mendapatkan sertifikat siap nikah dan siap hamil. Selain itu, pemerintah memfasilitasi dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, dan akta perkawinan yang langsung diserahkan saat hari pernikahan.
Menurutnya setiap tahunnya, minat masyarakat untuk mengikuti program ini terus meningkat. Pada periode 20–25 Maret 2026 saja tercatat sebanyak 104 pasangan mengikuti layanan Semara Ratih.
3. Peserta lebih memahami kehidupan berumah tangga

Salah satu peserta Program Semara Ratih, Pasek Nuadha, mengaku memperoleh banyak manfaat dari program tersebut. Menurutnya dalam pernikahan, yang dipersiapkan tidak hanya administrasi saja tetapi juga kesiapan mental dalam membangun keluarga. "Lewat program ini kami diberikan pemahaman kehidupan rumah tangga,” katanya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, Semara Ratih bukan sekadar layanan administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi berkualitas. Ia melanjutkan melalui edukasi pranikah yang komprehensif, pasangan dipastikan siap secara fisik, mental, dan sosial. "Ini langkah strategis mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga disinergikan dengan pelestarian lingkungan. Setiap pasangan pengantin diwajibkan menanam satu pohon sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan.


















