Klungkung, IDN Times – Pengumuman Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Klungkung masih menyisakan persoalan.
Sejumlah calon siswa yang tinggal di kawasan perkotaan belum berhasil mendapatkan kursi di sekolah negeri karena jumlah pendaftar jauh melampaui daya tampung sekolah. Mereka mendatangi SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Banjarangkan, Jumat (10/7/2026) siang.
Ratusan siswa bersama orangtuanya rela mengantre, menghadap ke petugas Dinas Pendidikan untuk mendaftar sekolah.
Sebelumnya nama mereka tidak masuk dalam daftar siswa yang diterima di sekolah pilihannya. Padahal alamat domisi masuk dalam wilayah sekolah yang didaftar.
Seorang orangtua calon siswa, Ketut Adi (45), warga Kelurahan Semarapura Kelod, mengaku kecewa setelah anaknya tidak diterima di SMP Negeri 1 Semarapura. Padahal, menurutnya, rumah mereka berada di wilayah domisili sekolah tersebut.
Ia telah mendaftarkan anaknya sesuai ketentuan tanpa menggunakan jalur khusus maupun meminta bantuan pihak lain. Setelah berkoordinasi, ia diminta datang ke Disdikpora Klungkung untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
"Anak saya sudah daftar sesuai domisilinya, tapi tidak diterima. Makanya hari ini saya diminta datang ke Dinas Pendidikan," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung memastikan siswa yang belum tertampung tidak akan dibiarkan tanpa sekolah.
Pemerintah daerah kini menyiapkan skema relaksasi dengan mengusulkan penambahan daya tampung rombongan belajar (rombel) ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
