Kombes Bayu merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Siswoyo dan Ambarwati. Ia lahir di Bekasi pada 25 November 1968 dengan nama Stefanus Satake Bayu Setianto. Kombes Bayu menceritakan kata Satake dalam namanya merupakan bahasa Jepang yang merupakan merek mesin penggiling padi saat itu.
“Mungkin saat ibu melahirkan saya, ayah mungkin sedang menggunakan mesin penggiling padi,” kisahnya.
Kombes Bayu besar di Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Keluarganya berlatar belakang petani sehingga dengan keterbatasan ekonomi, ia hanya bersekolah sampai tingkat menengah atas saja.
Ia menuntaskan pendidikan di SD Potrobangsan Magelang lulus tahun 1982, lalu lanjut ke SMPK Pendowo Magelang dan tamat tahun 1985. Kemudian jenjang berikutnya ditempuh di SMAK Pendowo Magelang dan menuntaskannya pada tahun 1988.
“Saya begitu lulus SMA dari SMA Magelang mencoba mendaftar sekolah yang kedinasan. Karena saya tahu bahwa saya berlatar belakang orangtua yang kurang mampu. Jadi bisa sekolahkan anaknya sampai SMA sudah alhamdulillah. Sudah cukup bersyukur dan itu perlu perjuangan yang luar biasa. Sehingga orangtua saya bisa menyekolahkan saya sampai SMA,” ungkapnya.
Sedangkan untuk pendidikan kepolisian Republik Indonesia, ia berhasil lulus dari Akpol Semarang pada 1992, yang ditempuhnya selama 3 tahun. Kemudian lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta tahun 2000, yang ditempuhnya selama 2 tahun.
Kombes Bayu menuntaskan Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Sespim Lemdiklat Polri Lembang pada tahun 2007, yang ditempuhnya selama 6 bulan. Hingga akhirnya pada tahun 2011 lalu, Kombes Bayu lulus sebagai mahasiswa magister di Universitas Samratulangi.