Denpasar, IDN Times - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengungkap kematian korban Ferdiand Faot (38) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan meninggal dunia di Tukad Mati, Kelurahan Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 02.20 Wita.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Inspektur Polisi Satu (Iptu) I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan istri korban bercerita jika suaminya tidak bisa berenang. Pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, korban berpamitan pergi memancing di Tukad Mati. Ia tidak bisa dihubungi, sehingga memicu kecurigaan istrinya.
"Dugaan sementara korban terpeleset lalu tenggelam di TKP," ungkapnya, pada Selasa (18/8/2026).
Awalnya, korban pergi memancing sepulang dari gereja. Pukul 17.00 Wita, istri korban, Yulianingsih (38), kesulitan menghubungi korban. Pukul 19.00 Wita, Yulianingsih menyusul ke lokasi kejadian dan hanya menemukan sepeda motor suaminya. Ia memilih kembali pulang. Ditunggu hingga pukul 21.00 Wita, suaminya masih belum pulang. Ia kembali lagi ke lokasi kejadian, namun tidak menemukan suami.
Sang istri berinisiatif melihat rekaman closed circuit television (CCTV) di apartemen sekitar lokasi. Hasilnya, korban memang terlihat ke lokasi sekitar pukul 15.00 Wita. Istri hanya menemukan pancing milik suaminya yang masih belum digunakan dan menghadap ke sungai.
Ia bersama masyarakat sekitar kemudian mencari korban bersama-sama. Pencarian itu membuahkan hasil. Lorban ditemukan di dasar sungai dan dievakuasi pukul 02.50 Wita ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof IGNG Ngoerah menggunakan ambulans.
"Pada pergelangan tangan kanan korban ditemukan lecet," terangnya.
