Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Ungkap Dugaan Insiden Pemancing Tewas di Tukad Mati Denpasar
ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Cristian Palmer)
  • Polresta Denpasar menduga Ferdiand Faot (38), warga NTT, terpeleset lalu tenggelam di Tukad Mati saat memancing pada 16 Agustus 2026.
  • Korban yang tidak bisa berenang pamit memancing sepulang gereja sekitar pukul 15.00 Wita, lalu tidak dapat dihubungi oleh istrinya.
  • Setelah pencarian bersama warga dan pengecekan CCTV, korban ditemukan di dasar sungai pada dini hari dan dievakuasi ke RSUP Prof IGNG Ngoerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ferdiand Faot (38) ditemukan meninggal di Tukad Mati. Polisi menduga ia terpeleset lalu tenggelam saat pergi memancing.
  • Who?
    Korban adalah Ferdiand Faot, warga Nusa Tenggara Timur. Istrinya, Yulianingsih (38), warga sekitar, dan Polresta Denpasar terlibat dalam pencarian serta penanganan kejadian.
  • Where?
    Korban ditemukan di dasar Tukad Mati, Kelurahan Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar.
  • When?
    Korban ditemukan sekitar pukul 02.20 Wita pada Senin, 17 Agustus 2026, lalu dievakuasi pukul 02.50 Wita.
  • Why?
    Polisi menduga korban terpeleset dan tenggelam saat memancing. Istri korban menyampaikan bahwa Ferdiand tidak bisa berenang.
  • How?
    Setelah korban tak dapat dihubungi, Yulianingsih memeriksa lokasi dan CCTV, lalu mencari bersama warga. Korban ditemukan di dasar sungai dan dibawa ambulans ke RSUP Prof IGNG Ngoerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengungkap kematian korban Ferdiand Faot (38) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan meninggal dunia di Tukad Mati, Kelurahan Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 02.20 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Inspektur Polisi Satu (Iptu) I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan istri korban bercerita jika suaminya tidak bisa berenang. Pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, korban berpamitan pergi memancing di Tukad Mati. Ia tidak bisa dihubungi, sehingga memicu kecurigaan istrinya.

"Dugaan sementara korban terpeleset lalu tenggelam di TKP," ungkapnya, pada Selasa (18/8/2026).

Awalnya, korban pergi memancing sepulang dari gereja. Pukul 17.00 Wita, istri korban, Yulianingsih (38), kesulitan menghubungi korban. Pukul 19.00 Wita, Yulianingsih menyusul ke lokasi kejadian dan hanya menemukan sepeda motor suaminya. Ia memilih kembali pulang. Ditunggu hingga pukul 21.00 Wita, suaminya masih belum pulang. Ia kembali lagi ke lokasi kejadian, namun tidak menemukan suami.

Sang istri berinisiatif melihat rekaman closed circuit television (CCTV) di apartemen sekitar lokasi. Hasilnya, korban memang terlihat ke lokasi sekitar pukul 15.00 Wita. Istri hanya menemukan pancing milik suaminya yang masih belum digunakan dan menghadap ke sungai.

Ia bersama masyarakat sekitar kemudian mencari korban bersama-sama. Pencarian itu membuahkan hasil. Lorban ditemukan di dasar sungai dan dievakuasi pukul 02.50 Wita ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof IGNG Ngoerah menggunakan ambulans.

"Pada pergelangan tangan kanan korban ditemukan lecet," terangnya.

Editorial Team

Related Article