Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan 5 Pekerja Proyek di Benoa
(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti
  • Polisi masih memburu pelaku pengeroyokan terhadap lima pekerja proyek di Sawangan, Benoa, Kuta Selatan, yang terjadi pada Minggu malam, 6 September 2026.
  • Lima korban mengalami luka di kepala belakang, wajah, pinggul, lengan, tangan, dan kaki; seluruhnya masih menjalani perawatan di RS Sanglah.
  • Keributan bermula saat Yohanes Kaka tak sengaja menyenggol seng, lalu perselisihan dengan sekuriti memicu pekerja lain memukul korban dan rekannya; laporan diterima Kamis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polisi memburu pelaku pengeroyokan terhadap lima pekerja proyek yang mengalami luka pada kepala, wajah, pinggul, lengan, tangan, dan kaki.
  • Who?
    Lima korban termasuk Yohanes Kaka (19) dan Andrianus (24); sejumlah pekerja lain diduga melakukan pemukulan. Polsek Kuta Selatan sedang menyelidiki kasus ini.
  • Where?
    Pengeroyokan terjadi di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Para korban dirawat di RS Sanglah.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Laporan diterima SPKT Polsek Kuta Selatan pada Kamis sebelum 11 September 2026.
  • Why?
    Keributan bermula ketika Yohanes tidak sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara keras. Sejumlah pekerja terpancing emosi setelah muncul pernyataan mengenai orang luar yang biasa membuat keributan.
  • How?
    Sekuriti mendatangi Yohanes dan memintanya memanggil teman-teman. Andrianus kemudian datang membawa pisau. Sejumlah pekerja lain memukul korban dan teman-temannya; polisi kini melakukan penyelidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Kepolisian masih memburu pelaku pengeroyokan pekerja proyek di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, hingga saat ini.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakaf Kepolisian Resor Kota (Kasi Humas Polresta) Denpasar, Inspektur Polisi Satu (Iptu) I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan lima orang korban mengalami sejumlah luka dalam peristiwa, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Mereka masih dalam perawatan di rumah sakit.

"Korban ada lima orang. Ada yang luka di bagian kepala belakang, wajah, pinggul, lengan tangan dan kaki," ucapnya, pada Jumat (11/9/2026).

Berdasakan keterangan saksi, saat kejadian, korban Yohanes Kaka (19) hendak pergi ke kamar mandi. Saat itu korban tidak sengaja menyenggol seng sehingga menimbulkan suara keras. Sekuriti lalu mendatangi korban dan menanyakan kejadiannya. Korban berusaha menjelaskan situasinya namun ia disebut banyak alasan. Sekuriti tersebut meminta korban memanggil teman-temannya yang lain.

Tidak berselang lama, teman korban bernama Andrianus (24) yang sedang tidur, mengaku terbangun karena keributan tersebut. Andrianus menghampiri korban sambil membawa pisau. Ia menegaskan bahwa teman-temannya tidak pernah membuat keributan.

Namun, sekuriti berasumsi bahwa yang biasanya membuat keributan adalah orang luar. Semua terpancing emosi hingga terjadilah pengeroyokan.

"Korban baru lapor ke kami kemarin, Kamis di SPKT Polsek Kuta Selatan. Saat ini anggota kami tengah melakukan penyelidikan. Kalau para korban saat ini masih dilakukan perawatan di RS Sanglah," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article