Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orok Laki-laki Mengambang di Tukad Badung Denpasar, Lahir Prematur
Penemuan orok di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat. (Dok. IDN Times / istimewa)

Denpasar, IDN Times – Pihak kepolisian masih menyelidiki temuan orok laki-laki di Tukad Badung, Jalan Imam Bonjol, Banjar Batang Nyuh, Kecamatan Denpasar.

Jasad orok ini ditemukan pada Kamis (7/7/2022), pukul 09.00 Wita, dalam posisi mengambang di sungai.

1.Ditemukan oleh pengumpul sampah saat berada di lokasi kejadian

Penemuan orok di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat. (Dok. IDN Times / istimewa)

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, mengatakan bahwa saksi Rudi Hartono (24), merupakan orang pertama yang menemukan orok tersebut mengambang di sungai. Saat itu warga asal Jalan Gatot Subroto ini sedang mengumpulkan sampah, tepatnya pada pukul 08.30 Wita. Temuan orok tersebut kemudian disampaikan kepada temannya.

“Saksi melihat ada orok yang mengambang di sungai. Kemudian saksi memberitahukan penemuan orok tersebut kepada temannya,” jelas Sukadi.

2.Dievakuasi menggunakan styrofoam ke pinggir sungai

ilustrasi bayi (pexels.com/Szabina Nyíri)

Kemudian bersama rekannya, Marius Mali (45), saksi bergegas menghampiri orok tersebut. Keduanya langsung mengangkat jasad bayi menggunakan styrofoam, dan kemudian dibawa ke pinggir sungai. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke kantor kepolisian.

“Saksi (Marius) memberitahukan kepada pengawas untuk melaporkan penemuan orok kepada pihak berwenang,” kata Sukadi.

3.Orok diduga dibuang 2 hari sebelum ditemukan

Penemuan orok di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat. (Dok. IDN Times / istimewa)

Pukul 09.30 Wita, tim identifikasi Polresta Denpasar tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, disampaikan bahwa kondisi jasad orok tersebut utuh dan plasenta masih menempel.

Petugas menduga mayat bayi tersebut dibuang sekitar 2 hari yang lalu sebelum ditemukan saksi. Adapun perkiraan umur bayi tersebut kurang lebih 6 bulan dan diduga lahir prematur.

“Bayi orok berjenis kelamin laki-laki, jari tangan lengkap, jari kaki lengkap, ari-ari masih menempel, tempurung kepala sudah lembek,” ungkap Sukadi.

Pukul 09.45 Wita, jasad orok tersebut diangkut oleh ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Saat ini kasus temuan orok ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article