Konservator Lontar di Tabanan Menemukan Kalender Bali Kuno

Bentuk kalendernya berbeda jauh ya, masih terawat juga

Tabanan, IDN Times - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali masih gencar melakukan kegiatan konservasi lontar. Tahun 2023 ini dilaksanakan di Banjar Kuwum Mambal, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (22/2/2023) lalu. Menariknya, para konservator menemukan kalender tradisional kuno yang disebut dengan nama tika.

Baca Juga: 7 Cara Mengobati Anak Sakit Menurut Lontar Bali

Baca Juga: Mengenal 5 Lontar di Bali, Sastra Kuno Ilmu Pengetahuan

1. Ada 15 lontar yang berhasil dikonservasi

Konservator Lontar di Tabanan Menemukan Kalender Bali Kunoilustrasi lontar bali (IDN Times/Irma Yudistirani)

Sebanyak 15 lontar yang berhasil dikonservasi, dan sebagian besarnya dalam kondisi baik. Baga Lontar Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Tabanan, Nyoman Widana, mengatakan selama konservasi ini, pihaknya menemukan kalender tradisional kuno atau yang disebut dengan nama tika. Tika terbuat dari kayu berbentuk segi empat, dan terdapat aksara Bali.

"Tika ini menarik perhatian dalam konservasi kali ini," ujarnya, Kamis (23/2/2023) lalu.

2. Tika digunakan untuk mencari hari baik

Konservator Lontar di Tabanan Menemukan Kalender Bali KunoTika, kalender kuno Bali yang ditemukan dalam konservasi di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Widana bercerita, masyarakat Bali pada zaman dulu konon menggunakan tika untuk mencari dewasa ayu (hari baik). Termasuk juga untuk menentukan rahina (hari raya) purnama dan tilem.

Dalam konservasi ini, sang pemilik tika tidak pernah menggunakannya, hanya disimpan dan dilestarikan saja. Alasannya karena pemilik tidak tahu dan paham cara menggunakan tika tersebut.

"Tika yang kami temukan ini dalam kondisi baik. Ditemukan bersama lontar yang dikonservasi. Masih bersifat tradisional sekali, serta tulisan aksara Bali masih bisa dibaca jelas," kata Widana.

3. Rata-rata lontar yang dikonservasi bersifat umum

Konservator Lontar di Tabanan Menemukan Kalender Bali Kunoilustrasi lontar bali (IDN Times/Irma Yudistirani)

Meski menemukan tika yang unik, namun lontar yang berhasil diidentifikasi sifatnya umum, Artinya, tidak ditemukan lontar yang unik ataupun berbeda seperti Lontar Wariga, Lontar Kekawin, Lontar Usada, dan Lontar Kanda.

"Lontar yang berhasil dikonservasi ini sebagian besar dalam kondisi baik karena disimpan dalam keropak dan diletakkan di piasan merajan. Hanya ada satu lontar yang sudah dimakan rayap," ungkap Widana.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya