Denpasar, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi digital dua kali lipat dengan kesepakatan perjanjian ekonomi digital atau Digital Economy Framework Agreement (DEPA) sekitar 600 miliar USD.
Neski demikian, ia menegaskan angka-angka tersebut tidak boleh dijadikan satu-satunya tolok ukur pertumbuhan ekonomi kawasan. Indonesia juga telah mengembangkan Garuda Spark Innovation Hub di 10 kota besar dan diharapkan berkembang lebih pesat dalam 3 tahun ini.
"Ekonomi digital Indonesia 99 miliar USD pada 2025. Jadi ini memang terbesar di kawasan. Untuk 2030, laporan ini memproyeksikan 360 miliar USD. Itu kalau tidak kita dorong dengan kerja sama DEFA," ungkapnya dalam kegiatan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur, pada Senin (19/10/2026).
