Mengkritisi Program Makan Bergizi, Remaja Bukan Objek!

Denpasar, IDN Times - “Wow!” kelakar para pemirsa berdecak kagum saat seorang pembicara menyebutkan harga garam tradisional asal Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Pembicara menyebutkan, harga garam di Desa Amed bisa dibanderol seharga Rp250 ribu per bungkus.
Pembicara demo masak ala Buku Mustikarasa itu adalah Dibiarma Darmawan dari Jendranath, sebuah Hub Komunitas Produk Lokal Bali. Dibi menjelaskan, produk garam tradisional di Bali terkenal hingga mancanegara karena kandungan mineralnya masih ada dan tergolong tinggi, seperti garam kusamba sekitar 80 persen.
“Gak usah lagi beli garam lain, beli garam Bali, beli gula juruh,” ujarnya saat memandu demo masak dalam kegiatan Manusia 3.0 Setengah Isi Penuh Gizi pada Minggu, 22 Desember 2024.
Seluruh peserta kegiatan ini adalah Gen Z di Denpasar. Lalu apa saja temuan mereka selama berdiskusi hingga mempraktikkan aksi nyata? Berikut selengkapnya.
1. Remaja bukan objek program pemerintah

Ketua Panitia kegiatan Manusia 3.0, Ni Made Tariani (26), menjelaskan dari hasil temuannya bersama Tim Kisara PKBI Bali di lima sekolah Denpasar, para siswa ada yang baru mengetahui tentang takaran saji. Ketidaktahuan ini, menurut Tari, akibat minimnya paparan edukasi kesehatan gizi.
Membicarakan program makan siang bergizi hendaknya dibarengi dengan proses edukasi, pendampingan, aktivitas fisik, serta pengetahuan dalam memilih dan memilah makanan.
“Teman-teman banyak yang menyampaikan ‘saya dikasih aja kak tapi tidak dikasih tahu fungsinya apa’,” ujar Tari di Kantor Kecamatan Denpasar Barat.
Setiap sekolah yang menjadi peserta sosialisasi kesehatan gizi sebanyak 40-50 orang per sekolah. Beberapa dari mereka melanjutkan edukasi kesehatan gizi ke teman lainnya.
“Remaja jangan sampai dijadikan objek saja. Saya rasa remaja punya power untuk membuat gerakan agar tujuan tercapai, dan remaja bisa terlibat dengan bermakna, orang dewasa bisa bekerja sama,” ungkap perempuan yang kini menempuh studi magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Udayana.
Tari menambahkan, makan siang bergizi dengan Rp10 ribu dirasa kurang apabila berdasarkan program Isi Piringku dari Kemenkes RI. Apalagi ada poin penting yaitu agar bisa mengelola pangan lokal. Ini harus menjadi catatan bahan evaluasi pemerintah.
2. Remaja mengenali proses dari produksi bahan baku, hingga sajian makanan bergizi

Kegiatan yang telah berlangsung sejak tiga bulan lalu ini didukung oleh sejumlah pihak seperti RISE Foundation, Global Alliance Nutrition for Indonesia, dan Kemenkes RI. Kisara Bali menjadi satu dari 15 organisasi anak muda se-Indonesia yang menerima pendanaan.
Para peserta terpilih merupakan remaja di satu kawasan desa yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi, khususnya ranah anak dan perempuan. Desa Tegal Kerta di Kecamatan Denpasar Barat dipilih untuk memudahkan pemantauan adanya impact dalam program ini. Organisasi yang terlibat di antaranya PMI, Social Project Bali, Satu Padu Indonesia, Poltekkes kemenkes Denpasar Jurusan Gizi, dan FAD.
Fase kedua adalah diskusi bersama anak muda. Dari diskusi itu mereka menemukan masalah kesehatan gizi yang jarang dibicarakan di Bali. Adanya penyakit seperti obesitas, diabetes, dan sebagainya, menurut Tari erat kaitannya dengan perilaku atau kebiasaan hidup.
3. Ada 25 peserta yang terlibat

Ada empat tahapan dalam festival Manusia, satu di antaranya Belajar di Kebun. Sebanyak 25 peserta mengikuti berbagai tahapan seperti menanam.
“Dari kegiatan menanam itu, ternyata banyak yang baru pertama kali. Mereka juga sadar bahwa di tengah lahan Denpasar yang sempit bisa juga menanam,” terang Tari.
Setelah produksi, ada pengolahan jajan nusantara. Ada pula pengolahan sisa makanan, pengelolaan mengolah sampah, dan strategi kampanye. Terakhir ditutup dengan demo masak dan mindfull eating. Sejak 2018, Tari telah menjadi relawan Kisara PKBI Bali. Ia berharap pendampingan ke depannya tidak hanya pada remaja, tetapi juga organisasi lainnya seperti PKK.






![[QUIZ] Tipe-Tipe Liburan di Bali, Ini Karakter Upin Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)
![[QUIZ] Dari Tiga Macam Sifat Triguna, Ini Tokoh Upin dan Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250525/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-18c86825124943ca3aa285fede1cb3b7.jpg)










